Ziarah

Subhanallah…Delapan Tahun Dimakamkan, Jasad Mbah Raden Tetap Utuh

Banjarsari, 19/12/2017. Padasuka.id. Ziarah kubur adalah salah satu amaliyah yang disunnahkan oleh KH. Raden Syarif Rahmat, SQ, MA kepada para santrinya di Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka). Tim Padasuka.id beberapa waktu lalu menyempatkan diri untuk melakukan ziarah kubur ke makam Mbah Raden, di daerah Sindanglaya, Banjarsari.

Mbah Raden adalah orang tua KH. Raden Syarif Rahmat. Beliau dikenal oleh masyarakat setempat sebagai ulama soleh dengan tingkat kesabaran diluar batas. Seperti diceritakan oleh KH. Holil, anak keempat dari mbah Romo :”Bapak saya sukanya tidur di masjid bersama para santrinya. Biasanya, sehabis salat Magrib sampai sampai tengah malam bertafakur di masjid. Suatu ketika, beliau  ke toilet untuk buang air kecil sembari jongkok. Secara bersamaan, ada anak santri yang kebelet pipis juga. Karena gelap, sang santri  buang air sembari berdiri. Kepala beliau tentunya terkena air seni santri tersebut. Beliau tidak marah dan tidak mencari siapa yang mengencingi kepalanya. Beliau cukup  berdehem saja. Sang santri langsung terbirit,” ungkap Kiayi Holil.

Kisah lainnya, suatu ketika mbah Raden pergi ke sawah. Di sawah beliau mendapati telur bebek. Berkata mbah Raden: “Ini ada telur bebek di sawah kita. Kalau kita ambil, kita dosa karena telur tersebut bukan milik kita. Kalau didiamkan mubazir. Kita ambill telurnya dan kita goreng. Nanti kita lihat apa yang akan terjadi di pagi hari?” ungkap KH Holil menirukan mbah Raden.

Esok paginya, ayam jago besar yang biasa muncul dan menyambut mbah Raden di depan pintu tidaklah muncul. Sungguh curiga, ketika dicari, Ayam jago tersebut raib digondol maling. “Kamu lihat, kemarin kita makan telur bebek yang ditemukan di sawah kita. Ganjarannya ayam jago kita yang hilang. Segala sesuatu yang kita makan pasti akan berpengaruh terhadap kita,” begitu pesan mbah Raden.

Hal detail dan kecil terutama mengenai pola makan, sumber makanan, apakah didapat dengan cara halal atau tidak menjadi perhatian mbah Raden. Karena, sekecil apapun rejeki yang didapat dengan tidak halal akan menjadi beban dan sumbu api neraka.

Kiai Raden Ahmad bin Kiai Raden Romli. 8 Tahun Dimakamkan, Jasadnya Masih Utuh

Kesabaran dan keihklasan dalam menjalani hidup serta tekunnya beribadah menjadikan beliau sauri tauladan bagi masyarakat Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat. Tak heran ketika beliau wafat, para pelayat berjubel ingin menyalatkan dan ingin memegang mayat beliau. Semua santrinya memohon agar  mayat Mbah Raden jangan dimasukan keranda mayat. Mereka menginginkan mayat beliau secara estafet dibopong dari rumah sampai liang lahat. Dengan begitu, para santrinya bisa merasakan dan memegang mayat beliau yang terakhir kalinya. Begitulah kecintaan para santri Mbah Raden, sangat  dalam dan membekas.

Selang sewindu (delapann tahun) wafat, pusara atau makam mbah Raden dipugar dan mau dipindahkan. Subhanallah, Allah Maha Besar dan Maha segalanya. Jasad beliau ternyata masih utuh bersama kain kaffannya. Janji Allah tidak pernah bohong, Allah akan merawat jasad para kekasihnya kendati sudah wafat. Itulah salah satu keagunan Allah SWT bagi mahluknya. Semoga Beliau tetap dicintai Allah dan berada di tempat yang dimuliakan. amin ya robbal alamin.

Untuk mengetahui kehidupan tentang Mbah Raden, bisa Anda temukan dalam buku “Sakti dengan Sabar” yang disusun oleh Muhammad Ali Rahman. Serta nantikan pula liputannya di Padasuka TV.

To Top