Wawasan

Pergantian Tahun, Bersyukur dan Bermunajat

Ditulis Oleh Abdul Hakim Abu Bakar

Kaum jahiliyah sudah terbiasa melakukan ibadah haji di hadapan ka’bah pada bulan haji. Praktek ibadah yang mereka lakukan adalah dengan cara bersiul dan bertepuk tangan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Anfal ayat 35 sebagai berikut:

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ اِلَّا مُكَآءً وَّتَصْدِيَةً   ۗ  فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ

“Dan sholat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.” (QS. Al-Anfal: Ayat 35)

Menurut ayat diatas bahwa kebiasaan orang orang Arab Jahiliyah apabila mereka datang ke Ka’bah dengan mengatasnamakan ibadah sholat akan tetapi ibadah yang mereka lakukan hanyalah siulan dan tepuk tangan, bahkan dalam riwayat yang lain mereka tidak berpakaian alias telanjang. Judulnya mereka sholat tapi acara sholatnya justru bertentangan dengan yang disyari’atkan oleh Allah melalui Nabi Nya. Mereka bukan sholat tapi mereka maksiat walaupun mengatasnamakan ibadah.

Kurang lebih tinggal satu minggu lagi orang orang dari kota sampai pelosok desa akan merayakan pergantian tahun, dari tahun 2017 ke tahun 2018. Pergantian tahun ini banyak sekali diantara saudara saudara kita yang mengadakan berbagaimacam acara, ada diantara mereka membuat acara musik, lalu mereka bergoyang dan berdansa dengan pakaian senonoh sampai auratnya terlihat, bahkan ada yang berpakaian seakan akan telanjang. Ada juga muda mudi mendatangi tempat hiburan, mendatangi pantai pantai lalu mereka bercampur satu sama lain seakan akan seperti binatang. Ada juga diantara mereka yang datang ke puncak dan vila vila untuk merayakan pergantian tahun tapi acara yang mereka buat adalah hanyalah maksiat belaka.

Saudaraku, judul acara yang diadakan oleh saudara saudara kita nanti pasti namanya “bersyukur pergantian tahun”. Tetapi yang anehnya bersyukur kepada Allah justru acaranya bermaksiat dan melanggar aturan Allah. Kalau seperti ini cara kita bersyukur kepada Allah, maka kita sudah meniru cara cara kaum jahiliyah, mereka beribadah di hadapan ka’bah tetapi ibadah yang mereka lakukan justru melanggar syari’at Allah alias bermaksiat. Apabila hal demikian yang terjadi ditengah tengah kita maka Allah akan mengajab dan menghukum akibat kemaksiatan dan kekafiran yang kita lakukan selama ini. Na’udzubillah.

Lewat tulisan singkat ini aku hendak mengajak kepada saudara saudaraku sebangsa dan setanah air, mari kita mensyukuri pergantian tahun ini dengan cara berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Kalau datang di pantai, datang ke puncak, datang ke vila vila, berkumpul disebuah lapangan, masjid atau tempat yang lain sungguh nikmat dan bahagia kalau diisi dengan “Berdzikir dan Bermunajat” serta  “Bermuhasabah” dirini untuk dapat mengingat kembali perbuatan dosa yang kita lakukan pada tahun tahun yang lalu lalu. Dan memasuki tahun ini kita ummat Islam dan bangsa Indonesia selalu mendapatkan naungan dan pertolongan dari Allah selama menjalani kehidupan yang penuh dengan tipu daya, permainan dan senda gurau.

Dengan bersyukur kepada Allah SWT atas ni’mat ni’mat yang diberikan kepada kita sehingga pada tahun tahun yang akan datang Allah SWT akan menambahkan keni’matan tersebut, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7 :

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ  لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(QS. Ibrahim: Ayat 7)


Saudaraku, perhatikan ayat diatas, siapa saja diantara kita yang bersyukur kepada Allah, bersyukur dengan cara “Berdzikir dan Bermunajat kepada Allah, bukan dengan cara cara jahiliyah dan bermaksiat, maka Allah akan menambah keni’matan tersebut. Akan tetapi siapa saja yang mengingkari keni’matan pergantian tahun ini, dengan cara maksiat maka Allah SWT akan mengadzab. Perhatikan akhir ayat surat Al Anfal ayat 35 diatas dan akhir ayat surat Ibrahim ayat tujuh diatas, yang intinya adalah Allah akan mengadzab dan menghukum siapa saja yang mengingkari ni’mat Allah atau kufur ni’mat. Na’udzubilla…

Saudaraku, semoga kita termasuk diantara hamba Allah yang senantiasa bersyukur dengan Berdzikir dan Bermunajat serta bermuhasabah saat merayakan pergantian tahun dengan  bukan dengan cara bermaksiat. Semoga di tahun 2018 ini kita selalu  mendapatkann keberkahan dari Allah SWT. Amin….

Hasbunallah wanikmal wakil

Abdul Hakim Abubakar
Santri Kanjeng Sunan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top