Wawasan

Adakah Keturunan Rosululloh Hingga Saat Ini?

Oleh ustadz Em Es

*اعوذبالله من الشيطان الرجيم*
*بسم الله توكلت على الله لاحول ولاقوة الا بالله*

Tema tsb adalah pertanyaan dari Jamaah yang mencari tahu tentang ada dan tidaknya Dzuriyah Rasulullah Saw.

Ada dua pendapat yang berbeda tentang ada dan tidaknya Dzuriyah Rasul yaitu :

Pendapat pertama :  Ada  yang mengatakan bahwa tidak ada Dzuriyah Rasul yang ada adalah Dzuriyah Abu Thalib. Pendapat ini didasarkan kepada beberapa alasan yaitu :

“Setiap manusia termasuk orang atau bangsa Arab mengambil dan menjadikan garis keturunannya kepada hasil perkawinan bapak dan bukan kepada ibu. Contohnya yaitu Muhamad bin Abdullah bin Abdul Muthalib dan bukan Muhamad binti Aminah. Garis Nasab ini berlaku turun temurun dikalangan bangsa Arab.”

Alasan lainnya : “Orang yang mengaku Dzuriyah Rasulullah mengambil garis nasabnya yaitu kepada Sayidina Hassan atau Husen. Sayidina Hassan dan Husen adalah anak Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib. Bila garis Nasab ini dipake dan diakui oleh mereka maka orang yang mengaku Dzuriyah Rasul itu tidak ada dan yang ada adalah Dzuriyah Abu Thalib. Karena Abu Thalib itu kafir maka mereka yang mengaku Dzuriyah merasa malu untuk mengambil garis Nasab ke Abu Thalib. Maka untk mendukung pengakuan mereka sebagai Dzuriyah, mereka mengambil garis Nasab kepada Hassan atau Husen binti Fatimah binti Muhamad Rasulullah Saw. Demikian pendapat atau alasan yang dijadikan argumentasi oleh orang, kelompok atau golongan yang tidak mengakui adanya Dzuriyah atau keturunan Rasulullah Saw.”

Pendapat kedua : Ada yang mengatakan bahwa Rasulullah Mempunyai Dzuriyah atau keturunan. Pendapat mereka didasarkan kepada pernyataan rasul yaitu :
*كل بني آدم ينتسبون إلى عصبة ابيهم الا ولد فا طمة فإني انا ابوهم وانا عصبتهم*
*Semua anak Adam mengambil garis Nasab kepada hasil perkawinan bapaknya kecuali anak Fatimah yaitu Hassan dan Husen, sesungguhnya Akulah bapak mereka dan kepada Akulah mereka mengambil keturunan*

Hadits inilah yang dijadikan dasar oleh orang, kelompok atau golongan yang mengatakan bahwa rasulullah Saw mempunyai keturunan dari garis Nasab Sayidina Hassan dan Husen. Hadits ini pula yang menunjukan bahwa rasulullag Saw mengistimewakan anak anak Fatimah yaitu Hassan dan Husen hingga dianggap nya sebagai anak dan Rasul mengatakan bahwa dirinya sebagai bapak, tapi perlu untuk Difahami bahwa hadits ini tidak menjadi dasar dan alasan bahwa keturunan menjadi ukuran kemuliaan. Karena ada hadits lain yang menyatakan demikian :
*كلكم من آدم وأدم من تراب لا فضل لا بيض ولا اسود ولا أعرابي ولا أعجمي الا بتقوى وعمل صالخ*
*Semua kalian berasal dari Adam dan adam dari tanah, tidak lebih mulia dan istimewa orang yang berkulit putih dibanding dengan yang berkulit hitam, tidak lebih mulia dan istimewa orang Arab dibanding dengan yang bukan Arab, kemuliaan itu hanya karena taqwa dan amal shaleh*

Hadits tsb menjelaskan kepada kita bahwa siapapun kita, dari mana asal kita, apa warna kulit kita, siapa leluhur atau Nasab kita dan apakah kita orang Arab atau bukan semua kita sama yaitu dari Adam dan adam dari tanah.

Dan khusus untuk Dzuriyah atau keturunan rasulullah ada pernyataan Rasulullah yang perlu Difahami dan diperhatikan yaitu :
*لايأتيني الناس بأعمالهم ولاتو ني بأنسا بكم*
*Jangan sampai manusia datang dengan membawa amalnya masing masing sedangkan kalian sebagai Dzuriyah datang kepadaku dengan membanggakan ketutunan*

Syeh Nawawi al-Bantani , Dihormati Karena Keilmuannya

Bagaimana sikap kita sebagai umat yang cerdas terhadap Dzuriyah Rasul ? Sudah selayaknya kita patut dan pantas untuk hormat dan ta’dzim. Tapi hormat dan ta’dzim kita bukan secara jahil tapi sebagaimana layaknya umat yang cerdas. Artinya harus kita lihat dulu orang yang mengaku Dzuriyah ini layak atau tidak dihormati dan dita’fjimi oleh kita. Kita lihat dulu tutur katanya, bagaimana Aqidah nya, bagaimana Akhlaq nya dan bagaimana sikap dan Prilaku nya, sombong atau tawadu dsb. Tapi walaupun itu Dzuriyah bila tidak baik tak pantas dan layak buat kita selaku umat yang cerdas untuk hormat dan ta’dzim kepada mereka.

Banyak ulama kita baik itu kyai Habaib yang kita hormati dan kita ta’dzimi karena keilmuan dan kesholehanya, contoh nya Syekh Nawawi Aljawi Albantani beliau dihormati bukan karena turunan siapa tapi karena ilmu dan taqwa nya. Karena itu kami yang bukan Dzuriyah memohon kepada para Dzuriyah bimbing kami dan beri kami contoh yang baik.

Untuk renungan buat para Dzuriyah coba dipelajari dan Difahami ayat 30 dan 31 surat Al Ahzab.
Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan lebih dan kurang nya mohon maaf.
ربنا عليك توكلنا واليك انبنا واليك المصير.
By. Em Es.

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    elfan

    1 Mei 2018 at 11:39 am

    ISLAM, NABI MUHAMMAD SAW DAN PEMBENTUKAN PERADABAN KAUM MUSLIM

    Bagian 1 dari dua tulisan

    “….. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. ….” (SQS. Al Maidah, 5:3)

    Subhanallah, Allah SWT sendiri memproklamasikan ad din atau agama dengan identitas dan namanya ISLAM di dalam kitab suci-Nya terakhir Al Quran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai seorang Rasul Allah dan penutup para nabi (QS. 33:40).

    Identitas dan istilah Islam belum ada diproklamasikan Allah SWT di dalam kitab-kitab-Nya sebelum Al Quran itu sendiri. Namun, Allah SWT telah memberikan satu identitas tersendiri pada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW dan tetap berlaku pula kepada pengikut Nabi Muhammad SAW yakni MUSLIM seperti di era Nabi Nuh As (QS. 10:72) atau Nabi Ibrahim As (QS. 2:132-133) atau Nabi Isa Al Masih (QS. 3:52). Khusu terhadap Nabi Muhammad SAW ini perintah Allah SWT:

    Katakanlah (hai Muhammad): “Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama sekali (sebagai) MUSLIM (yakni orang yang menyerah diri sepenuhnya kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.” [SQS. Al-An’am, 6:14]

    Nabi Muhammad SAW bukan Paranormal atau Tukang Tenung atau Sihir

    Salah satu bentuk tudingan yang slalu ada dan dialami oleh para nabi dan rasul termasuk Nabi Muhammad SAW adalah tudingan sebagai paranormal, tukang tenung atau pun tukang sihir dsb. Dalam Al Quran Allah SWT sendiri menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bukan tukang tenung atau paranormal (QS. 52:29 dan 69:42)
    Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila. [SQS. At-Tur, 52:29]

    Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. [SQS. Al-Haqqah, 69:42]

    Pembentukan Peradaban Kaum Muslim

    Salah satu misi utama dari Nabi Muhammad SAW adalah berperan sebagai Rahmatan ‘alamin

    Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (SQS. Al Anbiya, 21:107)

    Dengan peran suci Nabi Muhammad SAW tersebut maka diharapkan terbentuknya suatu peradaban kaum Muslim yang sempurna sehingga terciptalah suatu negeri yang “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” (QS. 34:15)

    Artinya Allah SWT telah menjanjikan bagi suatu peradaban masyarakat beriman atau kaum Muslim: [1] Menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, [2] Meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan [3] Menukar (keadaan) mereka dari suasana penuh ketakutan menjadi aman sentausa. [QS. An-Nur. 24:55]

    Kendala Pembentukan suatu Peradaban Muslim

    Sama halnya dengan nasib kaum Muslim sebelum era Nabi Muhammad SAW bahwa untuk mewujudkan terbentuknya suatu peradaban ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan pasti ada berbagai kendala dan rintangan baik dari dalam tubuh kaum Muslim sendiri maupun dari musuh-musuh misi para nabi dan rasul itu sendiri.

    Ada beberapa hal yang bisa memicu adanya suatu rintangan terhadap pembentukan peradaban kaum Muslim dari sejak lahirnya Islam dan terbentuknya kaum Muslim sampai di era masa kini dan mungkin sampai kiamat antara lain:

    1. Perebutan dinasti keturunan Nabi Muhammad SAW

    Salah satu kehebatan teladan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi, rasul dan khalifah (kepemimpinan atau penguasa) ialah beliau tidak memberikan contoh untuk ber-KKN atau korupsi, kolusi dan nepotisme. Salah satu bukti nyata dimana beliau tidak memberikan kekuasaan kepada saudara sepupunya, Ali bin Abi Thalib untuk menjadi tokoh pengganti penguasa atau khalifah setelah wafatnya. Semua dikembalikan kepada umatnya yang benar-benar baru terbentuk itu.

    Namun sayang, akibat kebijakan tersebut oleh pihak tertentu dimanfaatkan untuk merontokkan pilar-pilar peradaban umat Muslim itu sendiri. Salah satu peluang gagasan mereka ialah membuat kesan akan adanya dinasti keturunan dari Nabi Muhammad SAW yang mempunyai hak kekuasaan. Mereka menganggap dan mengaku adalah sebagai dinasti keturunan dengan nama keturunan ahlul bait atau keturunan nabi atau bahkan sebagai keturunan rasul.

    Padahal ketiga istilah tersebut sama sekali tidak dikenal dalam Al Quran dan kalau pun benar adanya maka akan ditemukan istilah atau identitas KETURUNAN MUHAMMAD sebagaimana yang ada di dalamQS. 19:58. Fakta istilah ini sama sekali tidak ada di dalam Al Quran.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top