InfoTek

Ragam Pilkada; Dari TPS Horor Sampai Tinta Dikira Kopi

 

Jakarta,Padasuka.id.- Padasuka.Hi Pemilihan Kepada Darah (Pilkada) pada Rabu, 27 Juni 2018, secara serentak di 171 daerah seluruh Indonesia, berangsur-angsur mulai mereda. Hanya bagian kecil saja yang masih terjadi riak, di antaranya dalam merespon hasil perhitungan cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei serta dugaan pelanggaran yang terjadi di beberapa daerah. Di luar persoalan politik, kemenangan, dan kekalahan, dalam Pilkada serentak kali ini masih menyisakan beberapa cerita unik.

Cerita unik yang dimaksud, antara lain adanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang didesain horor. Desain tempat dan petugasnya yang seolah-olah berada di dalam rumah hantu itu terjadi di TPS 07, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kesan seram dan horor pertama kali terlihat dari pintu masuk TPS. Di depan TPS, terdapat dua petugas penjaga yang mengenakan kostum algojo. Nah, ketika masuk ke dalam ruang TPS, para petugasnya mengenakan kostum layaknya di film-film yang berkisah tentang hantu. Misalkan, di antara mereka ada yang mengenakan kostum yang diasumsikan sebagai hantu pocong, kuntilanak, genderuwo, dan lain sebagainya.

Walau didesain seram dan horor, bukannya membuat masyarakat merasa takut, tetapi malah sebaliknya. Sepertinya, masyarakat malah tertarik untuk melihat dan berfoto-foto dengan latar belakang TPS tersebut. Cara unik ini juga cukup berhasil memikat masyarakat untuk datang mengikuti pencoblosan. Tentu saja sangat berhasil memenuhi halaman berbagai media massa dan media sosial.

Kalau di atas mengulas keunikan yang dikesankan menyeramkan, yang berikut ini unik dan menyenangkan. Pasalnya, keunikan terjadi pada pemilih yang datang ke TPS dengan mengenakan baju pengantin. Mereka ini bukan sedang cari sensasi, melainkan memang sedang melangsungkan acara pernikahan. Hal ini antara lain dilakukan oleh pasangan Ade Fauziah dengan Abdul Idris, yang mencoblos di TPS 12, Kampung Bulu, RT 04/03, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Selain terjadi di Bekasi, pasangan pengantin yang melakukan pencoblosan mengenakan baju pengantin lengkap juga terjadi di Tegal dan Pati (Jawa Tengah), serta di wilayah lainnya

Kemudian, yang berikut ini bukan keunikan terkait Pilkada, melainkan salah satu resiko pengabdian. Di mana, seorang petugas di TPS 01, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Pontianak Barat, Kalimantan Barat, keliru meminum tinta Pemilu yang dikira kopi, akibat ngantuk berat. Pak Mustofa, demikian nama petugas TPS tersebut, dari sehari sebelumnya ia memang kurang tidur karena mengerjakan berbagai persiapan berkenaan dengan tugasnya.

“Saya kantuk, lalu pingin minum kopi. Gelas kopi di samping wadah (bekas gelas air mineral, red.) yang berisi tinta. Karena saya kantuk dan sambil pandang ke jalan, ada pemilih yang datang, saya terpegang wadah tinta. Lalu terminum lah. Ada seteguk,” papar Mustofa yang mengatakan peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 11.00 WIB, saat kondisi TPS tengah ramai pemilih.

Akibat minum tinta celup jari pemilih, yang merupakan cairan mengandung kimia dan zat pewana, ia sempat merasa mual walaupun seketika itu langsung dimuntahkan. Namun, terangnya lagi, sebagiannya masih terasa di tenggorokan. Alhasil, benar-benar langsung hilang rasa ngantuknya.

Sabar ya Pak Mus, semoga tidak berimbas pada kesehatan. (SM/BS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top