Kabar

Lima Tahun PADASUKA Bandung; Munajat & Haul Mbah Raden

Padasuka.id – Bandung. Terhitung ke bulan November 2018 ini, Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Bandung (Jawa Barat) genap berusia lima tahun. Bilangan ini, menurut koordinator PADASUKA Bandung, Ust. Aom Bugie Kusman Kartanagara, ia hitung sejak dirinya dipanggil pendiri PADASUKA, KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, dalam suatu acara di kediamannya, Komplek Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada November 2013 lalu.

Ust. Aom Bugie Kusman (anak dari H. Aom Kusman) pimpinan wilayah Padasuka Bandung.

“Berdirinya PADASUKA Bandung saya hitung, pas saya pertama datang dipanggil Abi (KHR Syarif Rahmat, Red.) ke Pondok, tanggal 20 November 2013 yang lalu,” papar Ustadz Bugie, sapaan akrabnya, kepada Padasuka.id.

Foto Bersama Jamaah (laki-laki) PADASUKA Bandung.

Foto Bersama Jamaah (wanita) PADASUKA Bandung.

Sementara itu, untuk acara deklarasi PADASUKA Bandung, lanjutnya, dilaksanakan pada 21 Mei 2014, bertempat di Masjid Jami’ Al-Mukmin, Jl Sukamenak Kaler, Sekeawi, Bandung. Dalam acara itu, selain dihadiri oleh Kiai Syarif Rahmat sebagai pendiri dan Ketua Umum, juga dihadiri oleh para penggiat PADASUKA dari Jakarta, Tangerang, dan Jawa Tengah. Hadir pula, dalam acara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bandung, KH Buchori Muslim, dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam memperingati hari jadinya yang ke-5 ini, Ustadz Bugie dan para jamaahnya menggelar acara syukuran yang dilaksanakan di Villa 33 Puncak, Jl Taman Safari, No.101, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Acaranya berlangsung dari tanggal 16–18 November 20018.

Pada acara syukuran tersebut, mereka melaksanakan pembacaan Kitab Munajat secara berjamaah yang diikuti pula oleh masyarakat yang tinggal di sekitar villa, sehingga menambah meriahnya suasana. Selain itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil untuk memperingati hari wafatnya (haul) ayahanda pendiri PADASUKA, yakni Kiai Raden Ahmad (Mbah Raden) yang ke-32. Di luar dua acara tersebut terdapat tambahan acara lainnya, yakni berbagi pada sesama.

“Acaranya intinya, kami bersyukur berada di PADASUKA. Karena, di PADASUKA kami bukan cuma pelajaran yang didapatkan, tapi jadi bisa belajar meluruskan dan memperbaiki tujuan. Ini yang sangat penting bagi kami. Alhamdulillah pada tahun kelima ini ada saudaranya jamaah kami yang menyediakan tempat di Puncak, sehingga acaranya lebih nyaman. Syukur pula, banyak warga sekitar villa yang ikutan Munajat, yang insya Allah tambah berkah,” ungkap Ustadz Bugie.

Dalam rangkaian acara itu pula, putera Ustadz Bugie, R Maulana Aria Kartanagara, yang menurut pengakuannya mengidolakan Kiai Syarif Rahmat, ia berpenampilan layaknya pendiri PADASUKA tersebut. Selain berbusana serba hitam berlogo PADASUKA, ia pun mengenakan blangkon hitam sebagai penutup kepalanya, serta membubuhkan warna hitam di atas bibirnya sebagai kumis buatan.

R Aria Kartanagara, putera Ustadz Bugie, yang menirukan gaya KHR Syarif Rahmat.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan Munajat Berjamaah PADASUKA Bandung, di antaranya digelar secara rutin setiap malam Selasa dan malam Jum’at di kediaman Ustadz Bugie, Jl Kopo Permai 2, Blok A-6, No.7, Sukamenak, Margahayu, Bandung, Jawa Barat.

Selamat kepada PADASUKA Bandung, di usianya yang ke-5 ini semoga semakin sukses dan tambah barokah selalu. Semoga pula, senantiasa istikomah dalam mengemban amanat perjuangan, “Meneguhkan Komitmen Keislaman dalam Bingkai Kebangsaan. (SM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top