Kabar

Mengenang Sosok Sang Pejuang, Kiai Nyono Asip Putro

Padasuka.id – Blitar. Minggu (02/12/2018) kabar duka datang dari Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Kabupaten Blitar; seorang kiai pejuang dalam upaya pengislaman masyarakat di daerahnya, tutup usia. Beliau adalah Kiai Nyono Asip Putro. Melalui sambungan WhatsApp (WA), pukul 14.19 WIB, putra almarhum, Dino Amir Baskoro, menyampaikan kabar bahwa ayah tercintanya telah berpulang ke Rahmatullah. Mas Dino, sapaan akrabnya, memohon kiriman doa buat sang ayah serta memohonkan maaf jika ada kekhilafan atas diri almarhum.

Mas Dino, putra Kiai Nyono saat mengikuti acara Nusantara Bermunajat di Masjid Istiqlal Jakarta (Januari 2018)

Untuk mengenal sosok almarhum, Padasuka.id akan mengulas kembali perjuangan beliau. Kiai Nyono Asip Putro adalah warga Dusun Tlogomulyo, Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Semasa hidupnya, Kiai Nyono adalah salah satu dari sekian tokoh di daerah ini yang berupaya dengan telaten mengislamkan warga setempat yang awalnya mayoritas beragama lain.

Seperti telah disampaikan oleh Mas Dino (Padasuka.id; 27/01/2018) di daerah Wlingi, dalam kurun tahun 1980-an, Islam adalah agama minoritas. Karena sebelumnya, beragam agama telah mendominasi lebih dulu, sedangkan agama Islam baru datang belakangan. Namun demikian, lambat laun, berkat perjuangan Kiai Nyono dan para sepuh yang lain, secara bertahap agama Islam semakin hari semakin berkembang.

Kiai Nyono saat mengikuti acara Munajat dan Shalawat yang dikembangkan oleh putranya

“Mengenai perjuangan untuk menyebarkan Islam di sini, seingatan saya, kalau dari awal, sekitar tahun 1987. Bersama LPLI, pernah mengadakan ijab massal… Sekitar tahun 1990-an, Islam di sini kurang lebih masih 15 prosen. Untuk saat ini yang memeluk agama Islam sudah mencapai sekitar 85 prosen,” ungkap Mas Dino kepada Padasuka.id (27/01) yang lalu.

Meskipun saat ini Islam menjadi agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Wlingi, namun perjuangan untuk menyebarkan Islam dengan cara-cara yang santun dan elegan tetap dilakukan. Perlahan dan pasti upaya itu membuahkan hasil. Salah satu contoh, Jum’at malam (26/01/2018) lalu, seorag remaja putri di daerah ini, Asih Trihandayani, resmi memeluk agama Islam di bawah bimbingan Kiai Nyono serta disaksikan oleh jamaah Majelis Munajat PADASUKA Blitar yang dikoordinir oleh Mas Dino.

“Alhamdulillah di Majelis Munajat PADASUKA Blitar malam ini, saudari kita, Asih Trihandayani binti Suyud, dengan disaksikan oleh para jamaah resmi menjadi muallaf dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Mohon doanya kepada para guru dan semuanya, agar adik kita ini menjadi muslimah yang istikomah dan berkah,” ungkap Mas Dino kepada Padasuka.id (26/10).

Kiai Nyono saat membimbing warganya membaca Syahadat

Lebih lanjut Mas Dino mengugkapkan, “Banyak cara dan upaya dakwah dalam mengenalkan Islam, termasuk melalui seni budaya. Juga melalui doa ketika ada yang terbentur masalah; contoh yang baru tadi msuk Islam, dua tahun yang lalu pernah mengalami gangguan semacam kesurupan atau guna-guna. Sudah diobatkan pada dukun, juga sesepuh agama lain, namun tidak ada hasil. Karena atas hidayah-Nya waktu itu kita doakan, alhmdulillah Allah berikan kesembuhan hingga dia lama-lama yakin kalau Islam itu adalah agama yang benar. Berjalan dua tahun lebih, baru syahadat tadi.”

Adapun kegiatan Majelis Munajat PADASUKA di daerah ini mulai terbentuk pada November 2016 lalu, setelah beberapa tahun sebelumnya, Kiai Nyono menelepon Ketua Umum PADASUKA, Kiai Syarif Rahmat, meminta agar beliau berkenan mengirim da’i ke daerahnya. Melalui sambungan telepon tersebut, Kiai Nyono menyampaikan, bahwa di daerahnya sangat membutuhkan guru pembimbing agama Islam. Untuk itu, pada bulan November 2016, Kiai Syarif kemudian mengutus Ust. Nurulloh agar mengabdi di daerah ini. Kehadiran Ust.Nurulloh, selain mengajar ngaji anak-anak dan sebagian masyarakat, juga mengenalkan Mitab Munajat yang berisi kumpulan wirid dan doa dalam Al-Qur’an. Bersama Mas Dino serta dukungan dari Kiai Nyono dan para sepuh, di daerah ini kemudian dibentuk Majelis Munajat PADASUKA. Di mana, pengamalannya dijalankan secara berjamaah setiap malam Jum’at dengan dipusatkan di masjid setempat. Secara perlahan, Majelis Munajat di daerah ini semakin berkembang.

Kiai Nyono (dua dari kanan) dalam acara Munajat

Dalam satu kesempatan, Kiai Nyono dan keluarga sempat pula mengikuti acara PADASUKA Pusat di Pondok Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Dalam beberapa acara lainnya, Kiai Nyono mengutus putranya untuk menghadiri acara PADASUKA Pusat di Jakarta. Kini, sosok kiai sederhana yang kukuh di jalan perjuangan Islam itu telah tiada. Semoga langkah juangnya tetap diistikomahkan oleh para penerusnya. Semoga pula, di alam sana, beliau dipersatukan dengan para pejuang Islam dan ahli Qur’an lainnya. Al-Fatihah. (AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top