Kabar

Inilah Alat Tradisional Penghalus Jamu Tinggalan Leluhur Nusantara

Padasuka.id – Madura. Di era digital seperti saat sekarang ini ternyata tidak serta merta memberangus semua hal yang tradisional. Pergeseran waktu dengan kemajuan teknologi yang nyaris membuat semua bahan bisa dikerjakan oleh peralatan bermesin, ternyata juga, peralatan manual tinggalan masa lalu masih ada dan sebagiannya masih difungsikan. Dari sekian peralatan masa lampau yang masih dipakai itu, satu di antaranya adalah alat penumbuk (penghalus) obat-obatan atau jamu tradisional. Hal ini, setidaknya Padasuka.id masih bisa jumpai di Kampung Gumong, Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan (Madura), Jawa Timur.

 

Pada satu sore (Rabu, 5/12/2018), Hamiyah, seorang ibu paruh baya tengah asyik menghaluskan beberapa bahan ramuan yang terdiri dari jahe, daun kecubung, dan sirih temu ruas, menggunakan alat penghalus tradisional berupa dua buah bilah batu. Racikan ini, katanya, untuk obat balur bagi suaminya yang sedang mengalami sakit terkilir. Selain untuk obat luar, alat tersebut, jelasnya lagi, biasa untuk menghaluskan bahan-bahan jamu tradisional lainnya.

Dalam bahasa Madura, alat tersebut dinamakan, “Legen.” Sedangkan cara menghaluskannya disebut “mepes,” dalam bahasa Jawa disebut “mepis.” Alat tradisional tinggalan masa lampau ini terdiri dari buah batu berbentuk persegi panjang; dengan panjang sekitar 40 cm dan lebar sekitar 20 cm. Yang satu berbentuk bulat panjang sebagai alat penumbuk –dalam bahasa Jawa disebut “gandik.” Sedangkan yang rata (persegi panjang) dijadikan sebagai landasan, disebut, “Pipisan.” Mungkin diambil dari nama landasannya inilah, maka menumbuk atau menghaluskan obat (jamu) disebut mipis atau mepes.

Adapun cara menghaluskan bahan jamu dengan peralatan ini, ketika bahan-bahan ramuan masih utuh diletakkan di atas landasan lalu ditumbuk dengan ujung gandik. Setelah agak halus kemudian digerus dengan pola digulung-gulung (dipipis) menggunakan badan gandik tersebut sampai benar-benar halus. Berikutnya, setelah bahan-bahannya sudah halus, ramuan siap dibalurkan atau diminum. Sebagai obat tradisional tentunya tanpa bahan pengawet, karena bahan ini, umumnya hanya sekali pakai. Ada yang ingin mencobanya? (SM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top