Kabar

Mengenal Jamblang, Buah Multi Manfaat yang Mulai Terpinggirkan

Padasuka.id – Madura. Jamblang, yang secara umum di pulau Jawa disebut Duwet dan Juwet, atau Dhuwe’ dalam bahasa Madura, adalah buah yang banyak mengandung manfaat. Satu di antaranya dapat digunakan sebagai obat diabetes. Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh ‘The Complement Ther Med’ tentang efek anti diabetes buah jamblang, secara ilmiah dijelaskan, bahwa buah ini memiliki indeks glikemik rendah. Hal itulah yang membuatnya menjadi pilihan tepat bagi para penderita diabetes. Namun yang terjadi di lapangan, konsumen buah jamblang semakin tahun semakin berkurang, mungkin karena rasanya yang kurang pas di lidah, atau mungkin pula karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat buah ini. Apalagi, pohon jamblang umumnya tumbuh liar di berbagai tempat tanpa pemeliharaan yang khusus, sehingga bisa saja hanya dianggap sebagai buah-buahan pelengkap dan tidak berkelas.

Kamis (6/12/2018) dalam sebuah tugas di pulau Madura, Padasuka.id menjumpai banyak sekali pohon jamblang, baik di pinggir-pinggir jalan raya, di tepian ladang, bahkan di halaman madrasah di sebuah Pondok Pesantren (Ponpes). Yakni di Ponpes At-Tahririyah, Tanjung, Pangpajung, Modung, Bangkalan (Madura), Jawa Timur. Di halaman pesantren yang berada di tepi pantai selat Madura bagian selatan ini, setidaknya terdapat tiga pohon jamblang yang terbilang sudah tua namun masih produktif berbuah. Pada pucuk-pucuk rantingnya terlihat butiran buah menjuntai. Sedangkan di bagian bawah pohon terdapat buah-buah yang rontok akibat terlalu matang, atau karena dimakan burung dan kelelawar.

Kembali pada pemahaman tentang jamblang, dalam bahasa ilmiahnya disebut ‘Syzygium Cumini.’ Dihimpun dari berbagai sumber, jamblang adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan atau dalam istilah ilmiahnya disebut Myrtaceae. Dalam bahasa daerah, selain disebut Duwet, Juwet, dan Dhuwe’, jenis buah yang umumnya terasa sepat masam ini dikenal pula dengan beragam nama, yakni: Jambe Kleng (Aceh), Jambu Kling dan Nunang (Gayo), Jambu Koliong (Riau), Jambu Kalang (Minang) –semuanya adalah daerah di pulau Sumatera. Sedangkan aneka nama lokal di Sulausi Utara, ada yang menyebut Jambulang, Jambulan, Jombulan, dan Jumblang. Sementara di Flores (Nusa Tenggara Timur/NTT) disebut Jambulan, di Ternate (NTT) disebut Jambula. Sementara di Bima (Nusa Tenggara Barat), hampir sama dengan di Madura, diseut Duwe, serta beragam nama lainnya di berbagai daerah dan negara. Adapun penyebutan “Jamblang” adalah yang umum bagi masyarakat Betawi (Jakarta) dan Sunda (Jawa Barat). Kemudian, dalam bahasa Inggris disebut Java plum.

Adapun sebaran pohon jamblang dapat ditemui di daerah Asia tropis, baik yang tumbuh secara liar ataupun yang dibudidayakan. Jenis pohon ini mempunyai daerah persebaran alaminya di Himalaya bagian subtropis, India, Sri Lanka, Malaysia, dan Australia. Saat ini telah ditanam di seluruh kawasan tropika dan subtropika. Sementara di pulau Jawa dan Madura, umumnya tumbuh liar di hutan dan tepian ladang, serta ada yang dibudidayakan di pekarangan rumah dari dataran rendah hingga 500 mdpl. Walaupun demikian, pohon ini dapat tumbuh pada ketinggian 1800 mdpl. Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang bagus adalah lebih dari 1000 mm pertahun dengan musim kering yang nyata.

Pohon jamblag juga dapat tumbuh di dataran banjir atau sebaliknya, karena jenis pohon ini toleran terhadap kekeringan dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah yang tidak subur, lahan basah serta tanah yang berdrainase bagus (tanah lempung, tanah liat berkapur, tanah berpasir, dan tanah-tanah berkapur). Umumnya, jamblang diperbanyak dengan menanam biji nya, namun kultivar-kultivar yang unggul bisa diperbanyak dengan cara dicangkok. Meskipun, yang disebut terakhir ini agak jarang dilakukan.

Setelah kita memahami kilasan tentang pohon jamblang dari beberapa sisi, berikutnya akan diulas berbagai manfaat buah jamblang untuk kesehatan, semisal untuk mengobati diabetes, memperbaiki pencernaan, dan lain-lain. Seperti apa? Ikuti terus di Padasuka.id edisi berikutnya. (AF)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top