Kabar

Mengintip Kembali Kegiatan PADASUKA Blitar; Tentang Apa Saja?

Padasuka.id – Blitar. Seperti telah diberitakan sebelumnya, sesepuh Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kiai Nyono Asip Putro, Miggu (2/12/2018) telah berpulang ke Rahmatullah. Untuk mengenang perjuangan almarhum dalam upaya mengislamkan warganya, pada edisi yang lalu telah diulas. Berikut ini akan ditampilkan kembali beberapa hal berkenaan dengan kegiatan Majelis Munajat PADASUKA di sana. Hal ini, sebagai salah satu bukti kegigihan almarhum sebagai kiai yang sangat peduli terhadap dakwah islamiyah. Meskipun Koordinator PADASUKA Blitar adalah putra almarhum, yakni Dino Amir Baskoro, tentu saja tidak akan lepas dari kegigihan sang ayah dalam meletakkan pondasi dakwah pada generasinya.

Dalam pengembangan aktifitas PADASUKA di Kabupaten Blitar, selain mengistikomahkan pembacaan Kitab Munajat secara berjamaah, untuk menambah gairah para generasi muda, dalam kegiatan tertentu juga dirangsang dengan dunia seni. Besama para penggerak dakwah yang lain, Mas Dino, sapaan akrab Dino Amir Baskoro, berhasil membentuk satu group shalawat yang diiringi oleh musik dangdut; jenis musik yang paling digemari oleh masyarakat setempat. Group ini menerima panggilan pentas dan sudah tampil di berbagai acara, seperti di Masjid Agung Wlingi, Radio RGMJ, dan lain-lain.

“Jadi, di antara kegiatan kami di sini, selain mengamalkan Kitab Munajat rutinan secara berjamaah, kami juga latihan shalawatan. Tetapi bukan diiringi musik hadrah seperti umumnya, melainkan kami menggunakan musik dangdut,” papar Mas Dino kepada Padasuka.id (27/5/2018) lalau.

Lanjutnya lagi, “Kami latihan di base camp PADASUKA, setiap malam Minggu… Untuk shalawat dikoordinir oleh Mas Bambang Setyawan. Beliau santri kalong yang aktif dalam kegiatan PADASUKA.”

Selain mengisi acara-acara dalam undangan, ungkap Mas Dino, setiap satu bulan sekali mereka mengiringi rutinan Munajat yang diselenggarakan dari rumah ke rumah. Seusai acara Munajatan berjamaah, dilanjutkan dengan pementasan shalawat. Dalam kegiatan ini, pada saat itu, Kiai Nyono biasanya juga ikut terlibat dan melantunkan tembang Pepiling; Siksa Kubur, versi mocopat.

Atas kreatifitas mereka, Pendiri dan Ketua Umum PADASUKA, KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, melalui sambungan WhatsApp-nya mengungkapkan, “Subhanallah, tunas-tunas Islam Nusantara bermekaran. Semoga Allah sirami mereka dengan keberkahan. Amin.”

Selain itu, di dalam dunia ekonomi kreatif, PADASUKA Blitar telah memproduksi kopi khas setempat yang diberi merk, “Kopi Padasuka.” Mereka juga memproduksi minyak oles multi manfaat berbahan baku utama daun cengkeh, yang diberi merk ” Minyak Cengkeh Munajat Nusantara.”

Dari paparan ini membuktikan bahwa mereka sangat kreatif serta senantiasa aktif. Dan, kini sesepuh yang menjadi pemantik semangat mereka telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Semoga, nyala api juangnya tetap berkobar pada dada setiap generasinya. Bersama Munajat, semoga pula, langkah-langkah dakwah mereka senantiasa istikomah serta berada di bawah naungan ridho-Nya. Amin. (SM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top