Kabar

Memasuki 2019: Da’i PADASUKA Gelar Munajat & Tabligh Akbar

Padasuka.id – Tangerang Selatan. Kamis malam (3/1/2019) selepas shalat Isya’, Majelis Munajat Nurul Iman bersama sejumlah da’i Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) menggelar acara Munajat dan Tabligh Akbar. Acara ini digelar di Mushalla Nurul Iman, Jl Cabe III, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Para jamaah yang hadir tampak memenuhi ruangan mushalla, bahkan sebagiannya menempati area bagian luar dan halaman.

Menurut panitia, acara ini digelar dengan harapan agar di tahun 2019 ini, berkah keluarga, berkah lingkungan, dan berkah Indonesia. Mengingat 2019 adalah tahun politik, yakni tahun pemilihan presiden dan wakilnya; anggota legislatif dari daerah sampai ke pusat, diharapkan hati tetap damai, suasana rukun penuh persaudaraan sesama anak bangsa.

Sebagaimana nama acaranya, gelaran ini didahului dengan pembacaan Kitab Munajat (kumpulan wirid & doa-doa Al-Qir’an). Dalam pembacaannya, dipimpin oleh Ust. Syahruddin dan Ust. Rijaluddin. Berikutnya, dilanjutkan dengan gema kalam Ilahi, oleh qari’, Ust. Khairul Anwar.

Setelah sambutan dari ketua DKM dan Ketua RT/RW, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang dipandu oleh Ust. Abdul Hakim Abubakar, S.Pd.I. Dalam kata pengantarnya, da’i yang akrab disapa Santri Kanjeng Sunan tersebut menyampaikan, bahwa Da’i PADASUKA mempunyai semboyan, “Tidak Bertarif tapi Sikapi dengan Arif.” Maka itu, paparnya, “Apabila ada jamaah yang meminta untuk memberikan ceramah kepada mereka, jangan sungkan-sungkan, silahkan undang kami, insya Allah kami akan datang.”

Ust. Abdul Hakim Abubakar S.Pd.I

Ia melanjutkan, “Di tahun politik ini para jamaah, diharapkan untuk saling menjaga kerukunan dan akhlak, jangan saling memfitnah, mengolok-olok dan menyebarkan berita hoax. Dan, juga jangan mengikuti kiyai, habib, serta ulama yang kerjaannya hanya mengutuk dan sumpah serapah. Sebab, kecelakaan besar bagi siapapun yang selalu mengutuk dan mencela. Demikian firman Allah SWT dalam Surat Al-Humazah ayat 1: وَيْلٌ لِّـكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ : Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela.”

Ust. Ahmad Faujih, S.Pd.I

Tampil sebagai penceramah pertama adalah Ust. Ahmad Faujih, S.Pd.I. pimpinan pesantren dan Majelis Munajat daerah Prepedan, Jakarta Barat. Dalam paparannya, antara lain ia menyampaikan, bahwa nikmat Allah SWT itu sangat berarti apabila sudah kena sakit, mata sakit, perut sakit, badan meriang dan lain lain.

“Oleh karena itu, di tahun 2019 ini, mari kita sama-sama banyak bersyukur kepada Allah SWT. Jaga kesehatan, dan jangan nunggu sakit untuk bersyukur atas nikmat kesehatan,” pesannya.

Ust. Mukhlis

Penceramah selanjutnya adalah Ust. Mukhlis, pimpinan Majelis Munajat Nurul Falah, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Dalam uraiannya ia menyampaikan, bahwa di dalam hidup ini harus selalu ingin cari tahu.

“Shalat harus cari tahu ilmunya, cari tahu ilmu zakat, cari tahu ilmu haji, dan cari tau ilmu thaharah; terutama cari tau ilmu wudhu. Cari tahunya sama siapa? Cari tahulah sama orang yang sudah tahu, yakni para ulama. Oleh karnanya ibu bapak sekalian, belajarlah ilmu fiqh. Karena dengan itu, kita tahu cara beribadah yang benar kepada Allah,” tandas Ustadz Mukhlis.

Ust. Triyono Anshori

Ceramah ketiga, disampaikan oleh Ust. Triyono Anshori, pimpinan Majelis Munajat Radio Dalam, Jakarta Selatan. Dalam ceramahnya, di antaranya ia menyampaikan, bahwa nanti pada hari kiamat semua perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

“Nanti mulut ini akan dikunci, tapi yang bersaksi adalah tangan dan kaki. Tangan yang sering sebarin berita hoax make HP, akan bicara di hadapan Allah SWT. Makanya, jangan sembarangan sebarin berita hoax. Kaki juga akan bicara, ke manakah kaki selama hidup? Ke tempat- tempat ibadah atau ke tempat-tempat maksiat? Maka, alhamdulillah malam ini kita melangkahkan kaki ke tempat pengajian Munajat ini,” urainya.

Ustadz Arfan Widadi

Berikutnya, ceramah ke empat disampaikan oleh Ustadz Arfan Widadi. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa hidup ini harus memberikan manfaat buat diri, keluarga, lingkungan, dan negara.

“Hidup jangan nyusahin orang, apalagi sering kali membuat masalah di tengah masyarakat. Lihatlah banci, hidupnya buat masalah, magang di lampu merah dikejar-kejar Satpol PP. Bahkan, sampai mati, itu banci nyusahin orang yang mau ngerawat jenazahnya karena nggak jelas, ia laki apa wadon…. Oleh karnanya, di tahun 2019 ini, niatkan dalam diri, hidup manfaat untuk orang banyak,” urai Ust. Arfan.

KH. Nasuha Abu Bakar, MA

Penceramah yang kelima, adalah KH Nasuha Abu Bakar, MA, Pimpinan Pesantren Sabiluna, Ciputat, Tangerang Selatan. Kiai Nasuha, panggilan akrabnya, menyampaikan bawa di tahun 2019 ini, berarti umur kita makin pendek dan makin dekat dengan kematian.

“Oleh karnanya, Ibu-Bapak sekalian, mari kita giatkan ibadah kepada Allah dengan harapan, saat kita mati dalam keadaan ibadah.”

Pada bagian lain, Kiai Nasuha mengungkapkan, ada tiga golongan yang tidak bisa masuk surga. Pertama, pendurhaka kepada kedua orang tua. Kedua, pemutus silaturrahmi. Ketiga, istri yang galak sama suaminya.

Setelah semua da’i rampung menyampaikan materi ceramahnya, Ustadz Hakim (Santri Kanjeng Sunan) lalu menyampaikan simpulannya. Sebagai pamungkas paparannya, ia kembali menghimbau agar senantiasa menjaga akhlak dan persaudaraan. Terkait dengan tahun politik, ia pun menghimbau agar senantiasa berdoa: semoga akan terpilih pemimpin yang beriman, pemimpin yang bisa membaca Al-Qur’an, yang siddik, tabligh, fatonah dan amanah.

Rangkaian akhir acara adalah doa penutup yang dibacakan oleh Ust. Adityo Januar, seorang penggiat Majelis Munajat PADASUKA.

Memasuki tahun 2019, di malam Jum’at yang pertama, mereka telah membukanya dengan keindahan kalam-kalam Tuhan serta berbagi pengetahuan di majelis ilmu. (SM)

 

Editor : Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top