Kabar

Belajar dari Lebah dalam “Mengawal Generasi Membangun Karakter Rabbani”

Padasuka.id – Jawa Barat. Lebah atau tawon adalah jenis binatang menyengat yang namanya menjadi nama salah satu surat dalam Al-Qur’an, yakni An-Nahl. Banyak kisah hikmah yang dapat dipetik dari karakter dan pola hidup lebah yang layak dicontoh oleh manusia. Inti utama dari karakter lebah adalah konsisten terhadap perintah Allah SWT yang di-“wahyukan” –secara umum disebut, diilhamkan– kepadanya. Oleh karena itu, lebah memberikan manfaat yang luar biasa kepada manusia. Hal ini adalah salah satu uraian ceramah KHR Syarif Rahmat dalam acara Tabligh Akbar di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Sina, Cibening, Bogor, Jawa Barat, Sabtu pagi (9/3/2019)

Uraian kiai yang akrab disapa Kanjeng Sunan ini sejalan dengan tema acara tabligh, yakni: “Mengawal Generasi, Membangun Karakter Rabbani,”

Dalam membahas karakter lebah, Kanjeng Sunan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, Surat An-Nahl ayat 68 — 69:

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Artinya: “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.”

Kanjeng Sunan bersama Para Sepuh, Ustadz dan Perangkat Desa.

Kanjeng Sunan bersama Para Sepuh dan Ajengan.

Dari penjelasan ayat di atas jelas betapa lebah adalah makhluk yang patuh pada perintah Allah SWT sehingga kehidupannya selalu berada dalam kemudahan, sebagaimana diisyaratakan, “…tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Maka, di mana pun lebah berada, mereka akan dapat membangun rumah serta mendapatkan penghasilan yang baik (madu).

Lebih lanjut Kanjeng Sunan menjelaskan, lebah adalah binatang yang jujur dan patuh pada konstitusi, termasuk dalam memilih pemimpin. Sesuai dengan ketentuan negara lebah; siapa pun yang terpilih menjadi presiden mereka sesuai dengan kriterianya, maka seluruh masyarakat lebah akan patuh kepadanya. Tidak ada yang membangkang apalagi berdemo. Hebatnya lagi, semua hasil pencarian masyarakat lebah untuk menghasilkan madu, tidak ada satu pun yang disimpan di luar sarangnya.

Nah, apablila pola hidup lebah itu diikuti oleh penduduk negeri ini, lanjut Kanjeng Sunan, maka tidak akan ada kericuhan terkait dengan kepemimpinan, asalkan semuanya sesuai dengan konstitusi yang ada. Serta, tidak akan ada orang yang menumpuk kekayaannya di luar negeri. Semua hasil kerja keras di mana saja, termasuk dari luar negeri sekalipun, akan dibawa ke dalam negeri untuk kemanfaatan penduduk dalam negeri yang lainnya. Namun faktanya, sikap nasionalisme manusia ternyata masih kalah dengan lebah.

Jemaah Ibu-ibu dalam acara pengajian.

Kemudian, dalam rangkaian ayat itu dijelaskan, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan…” Demikianlah semestinya manusia, dapat menjadi obat atau penyembuh, bukan malah sebaliknya. Namun, lagi-lagi, sebagian dari manusia malah berlaku sebaliknya, bukannya menyembuhkan persoalan yang ada, malah menambah rumitnya persoalan, bahkan mencipta persoalan.

Kembali pada pokok bahasan terkait dengan karakter lebah, ia adalah makhluk yang dalam hidup dan perilakunya selalu mengikuti wahyu Allah SWT. Sikap inilah yang harus kita lakukan sebagai manusia yang berakal dan diciptakan untuk mengabdi kepada-Nya. Sederhananya, dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, tandas Kanjeng Sunan, kita harus selalu berlandaskan wahyu Allah SWT. (SM)

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top