Kabar

Terciduk..!! Merubah Ayat Al-Qur’an Saat Mengajak Mujahadah Tingkat Tinggi

Padasuka.id,- Belakangan ini di media sosial (medsos) banyak didapati seseorang yang disebut ustadz atau ustadzah salah membaca ayat Al-Qur’an. Kesalahannya sangat fatal, sebab bukan hanya salah pada tataran sifat dan hukum-hukum huruf secara ilmu Tajwid, yang tidak merubah makna, tetapi sudah masuk kategori “merubah” susunan kalimat pada ayat yang dibacanya. Salah satu misal, merubah bunyi harakat dhammah menjadi fathah atau sebaliknya, bahkan sampai ada yang menambah dan mengurangi kata atau kalimat. Yang tentu saja hal itu telah merubah arti dan maksud dari kandungan ayat tersebut.

Setelah beberapa ustadz dan satu ustadzah, terciduk –meminjam istilah di medsos– melakukan kesalahan sebagaimana diungkap di atas, baru-baru ini kembali didapati seorang ustadz melakukan kesalahan serupa, yakni merubah susunan kalimat.

Ust. Zulkifli Muhammad Ali, LC, MA (kiri)

Dalam sebuah tayangan video yang diunggah di medsos dan beredar pula di group-group WhatsApp (WA), tampak seorang ustadz duduk bersama Habib Rizieq Shihab, sedang menyampaikan pesan kepada penonton video tersebut. Pada bagian bawah layar, tertera nama: Ust. Zulkifli Muhammad Ali, LC, MA.

Inti dari apa yang disampaikannya adalah seruan untuk tetap semangat dan berupaya memenangkan salah satu pasangan calon terkait dengan pemilihan presiden yang akan datang.

“Alhamdulillah hari ini adalah Hari Kamis tanggal 7 Maret 2019, saya kunjungan dengan imam kita, Habib Rizieq Shihab….” Demikian awal kalimat sang ustadz sesudah menyampaikan salam.

“Sauadara-saudara seiman, ini adalah salah satu di antara cara kami untuk mendapatkan informasi terbaik dan ngecas semangat kami. Dan, juga ingin kami tularkan ini kepada seluruh ummat Islam se-Indonesia dari Sabang sampai Merauke bahkan di seluruh dunia di mana pun yang mengikuti acara-acara dakwah kita. Ee.. Penggambaran daripada kita adalah, ini adalah saat-saat puncak perjuangan kita, hanya menunggu hitungan hari, jika tidak salah, 40 hari lagi ke depan. Kita ingin memaksimalkan kerja keras kita, pengorbanan kita, doa kita, tawakkal kita, yang dibarengi dengah mujahadah tingkat tinggi. Maka, *’Man jahada fiinaa lanahdiyannahum subulanaa.’* Jalan-jalan Allah itu akan Allah bukakan, syaratnya kita bermujahadah,” Seru sang ustadz sambil mengutip ayat, lalu melanjutkan.

“Saudara-saudara seimanku, saat-saat pertolongan Allah sudah sangat dekat dan itu biasanya di ketika kita tidak melihat ada peluang-peluang kemenangan, di mana syarat-syarat kemenangan secara dhohir ada di tangan musuh-musuh Allah SWT…”

Sampai batas ini, setidaknya ada dua hal yang menjadi catatan netizen, termasuk di beberapa group WA. Pertama, tentang ayat yang ia baca, yakni: *’Man jahada fiinaa lanahdiyannahum subulanaa.’* Kalimat ini berasal dari Surat Al-‘Ankabut ayat 69:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Setelah kita melihat ayatnya secara utuh, maka terlihat kesalahannya. Kalimat, “Walladziina jaahadu,” dirubah menjadi, “Man jahada,” Kedua kalimat ini memiliki arti yang berbeda.

Adapun catatan yang kedua, pada kalimat sang ustadz yang mengatakan, “…di mana syarat-syarat kemenangan secara dhohir ada di tangan musuh-musuh Allah SWT…” Secara gamblang, pernyataan ini telah memvonis lawan politiknya sebagai musuh Allah SWT. Satu tuduhan yang menurut netizen, dikatakan sebagai ‘takfiri politik’ dan sangat ngawur.

Sampai berita ini disusun, belum didapati klarifikasi atau koreksi dari pihak pengunggah video tersebut. (SM)

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top