Kabar

Mengenal Kitab dan Majelis Munajat ala Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga

Padasuka.id- Tangerang Selatan. Kata “Munajat” yang di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan: “Doa sepenuh hati kepada Tuhan untuk mengharapkan keridhaan, ampunan, bantuan, hidayah, dan sebagainya,” sejak Desember 1995 dijadikan nama buku atau kitab, yakni: MUNAJAT Wirid dan Doa dalam Al-Qur’an –yang kemudian lebih dikenal dengan Kitab Munajat. Sesuai dengan namanya, kitab ini berisi kumpulan wirid dan doa-doa Al-Qur’an, disusun oleh KH Raden Syarif Rahmat RA, SQ, MA, alumni dan sekaligus Dosen Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta.

KH Raden Syarif Rahmat RA, SQ, MA

Seperti telah disitir di atas, isi Kitab Munajat dibagi dua; bagian awal berisi awrad (kumpulan wirid) dari Al-Qur’an; bagian kedua berisi kumpulan seluruh doa yang terdapat dalam Al-Qur’an, mulai dari Al-Fatihah sampai An-Nas.

Dalam kata pengantar kitab tersebut Kiai Syarif menjelaskan: “Semenjak Allah mengizinkanku menghafalkan Al-Qur’an dan mempelajari kandungan-kandungannya terpatrilah di hatiku keinginan untuk ‘hidup’ bersama kalamullah itu dalam segala persoalan. Aku ber’azam untuk selalu membawanya ke manapun kaki melangkah. Bagiku, Al-Qur’an adalah petunjuk yang komplit. Dalam ungkapannya yang penuh ibarat dan isyarat, Al-Qur’an berbicara tentang sosial, politik, ekonomi, dan berbagai macam sepak terjang perjalanan ummat manusia.Kini aku tengah memohon kepada Allah untuk dapat menggunakan penulisan ‘mutiara-mutiara Qur’an,’ sebuah karya yang menampilkan sedikit kemampuan yang dianugerahkan Allah kepadaku dalam memahami kalam suci-Nya itu.”

Munajat Syarah terbitan 1995

 

Kitab Munajat terbitan Ramadhan 1424 H/2003 M

Dijelaskan pula, meskipun Kitab Munajat pertama kali diterbitkan pada Desember 1995, namun penulisannya sudah diselesaikan sejak 1990. Hal lain, Kiai Syarif menjelaskan, penyusunan kitab ini dilandasi oleh keprihatinannya terhadap kenyataan yang tumbuh di tengah-tengah kaum muslimin yang cenderung memilih redaksi doa buatan manusia ketimbang redaksi yang sudah disediakan oleh Sang Maha Pencipta di dalam kitab suci-Nya.

Munajat Syarah; Cetakan ke-7 (2014)

Dalam penerbitannya, Kitab Munajat disusun dalam dua bentuk, yakni susunan yang berisi rangkaian wirid dan kumpulan doanya saja, serta susunan yang dilengkapi dengan penjelasan yang disebut “Munajat Syarah.” Susunan versi pertama, adalah yang rutin diamalkan oleh masyarakat, baik secara pribadi atau pun berjamaah. Sedangkan Munajat Syarah adalah untuk memahami satu persatu doa dalam Al-Qur’an, latar belakang peristiwa, dan hal-hal lainnya.

Kitab Munajat Wirid dan Doa Al-Qur’an; cetakan ke-36 (2018)

 

Seiring dengan perkembangan para pengamalnya, kemudian terbentuklah majelis-majelis yang peristilahannya dinisbatkan pada nama kitab tersebut, yakni Majelis Munajat. Sehingga dengan demikian, Kitab Munajat ada yang diamalkan secara personal sebagai amaliah harian dan ada pula yang diamalkan secara berjamaah sesuai waktu yang telah ditentukan.

Selang bertahun kemudian, sejak Kiai Syarif mendirikan Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA), sebuah perwadahan dakwah kultural, pada 26/11/2011 M, jumlah Majelis Munajat semakin berkembang. Hingga saat ini, sudah terbentuk ratusan Majelis Munajat di beberapa wilayah di Indonesia yang berada di bawah naungan PADASUKA. Oleh karenanya, kata Munajat dan Majelis Munajat begitu melekat pada nama dan kegiatan PADASUKA.

Perwakilan dari beberapa Majelis Munajat dalam acara Nusantara Bermunajat 2019 di Masjid Istiqlal tanggal 20 Januari 2019.

 

Suasana jemaah saat mengikuti Nusantara Bermunajat 2019 di Masjid Istiqlal pada tanggal 20 Januari 2019.

Kecuali itu, PADASUKA juga telah membuat perhelatan Munajat berskala regional dan nasional, semisal “Munajat Anak Negeri” dan “Nusantara Bermunajat.” Untuk yang disebut terakhir telah dihelat dua kali (20/1/2018 dan 20/1/2019) di Masjid Istiqlal Jakarta. (SM)

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top