Kabar

Setelah Tengku Zulkarnain, Ustadz Penyebar Hoax di Banyuwangi Minta Maaf

Padasuka.id,- Setelah Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ust. Tengku Zulkarnain meminta maaf atas kesalahannya terkait dengan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), kemudian disusul oleh seorang ustadz di Banyuwangi, Jawa Timur yang melakukan hal serupa.

Ust. Tengku Zulkarnain (Foto: SS dari video yang dimaksud)

Sebelumnya beredar video ceramah Ustadz Tengku yang mengatasnamakan MUI menyudutkan pemerintah berkenaan dengan RUU PKS tersebut.

“Satu minggu ini Majelis Ulama Indonesia berduka cita, karena pemerintah telah mengajukan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan
Seksual, disingkat RUU P strip KS. Dibacanya RUU PKS. Bukan Partai Keadilan Sejahtera, tetapi Penghapusan strip Kekerasan Seksual. Majelis Ulama sikapnya tegas, kita sudah sidang kemarin, menolak! Karena isi pasal-pasalnya mengerikan. Ada satu pasal yang sangat membuat saya menangis di rumah. Pelajar dan mahasiswa dan pemuda yang belum nikah yang ingin melakukan hubungan seksual maka pemerintah mesti menyediakan alat kontrasepsi untuk mereka. Anak-anak muda yang belum nikah kepingin berzinah pemerintah mesti menyediakan kondomnya supaya jangan hamil di luar nikah. Kalau ini disahkan berarti pemerintah telah mengesahkan perzinahan, bahkan menyediakan kondom… Sialnya nanti, mahasiswa- mahasiswi berboncengan mau berzinah belok ke Puskesmas minta kondom sekotak. Untuk apa? Mau main dulu kami.. Suster nggak ngasih, susternya dituntut bisa masuk penjara karena melanggar undang-undang. Ini negara sudah gila. Yang membuat saya sedih kok pemerintah tega mengajukan Rancangan Undang-Undang serusak ini..” Demikian bagian dari ceramah Ustadz Tengku Zul.

Singkatnya apa yang disampaikan tersebut di atas semuanya tidak sesuai fakta. Bahkan dalam satu acara di sebuah TV swasta, Tengku Zul tidak bisa membuktikan perkataannya dan dia pun baru sadar bahwa RUU itu diajukan oleh DPR ke pemerintah, bukan sebaliknya.

Atas kesalahan itu, Selasa (12/3/2019) melalui akun Twitter-nya, Tengku Zul meminta maaf, cuinya: “Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah.”

Di sisi lain, video Tengku Zul yang viral itu malah menjadi referensi seorang ustaz di Banyuwangi menyampaikan hal senada kepada ibu-ibu di sebuah masjid.

Ust. Supriyanto saat memberikan ceramah (Foto: SS dari video yang dimaksud)

“…undang-undang pelegalan perzinahan. Kalau sampai lolos, hancur negara kita. Ini, sedang digodok ini, kalau sampai pemerintah mengesahkan undang-undang perzinahan maka hancur Indonesia yang berdasarkan Pancasila; sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka dari itu, mari kita berjuang kepada Allah, setelah itu kita berdoa kepada Allah mudah-mudahan paslon 02 akan diberikan kemenangan. Sekian, mudah-mudahan mari kita ajak saudara kita, keluarga kita, baik yang mau, yang tidak mau kita motivasi saja; kalau tidak mau jangan dipaksa… Kita berjuang menangkan paslon 02 dan mudah-mudahan mendapat ridho dari Allah SWT,” demikian potongan kalimat seorang ustadz yang videonya juga viral.

Belakangan diketahui ustadz yang dimaksud bernama Supriyanto. Dan, ceramahnya itu bertempat di Masjid Al-Ihsan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

Ust. Supriyanto saat di Mapolres Banyuwangi (Foto: Istimewa)

Atas beredarnya video viral yang meresahkan itu, aparat setempat bekerja cepat dengan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran pelakunya, tempat kejadian, dan lain-lain.

Terkait dengan hal ini, Kapolsek Kalibaru, AKP Jabar, mengatakan video viral itu direkam setelah shalat Dhuhur pada hari Sabtu (9/3/2019). Saat itu, sejumlah jamaah Masjid Al-Ihsan meminta ceramah dan doa pada sang ustadz. Nah, dalam kesempatan itulah kemudian muncul kalimat kampanye hitam tersebut.

“Itu (kalimat Ust.Supriyanto) referensi dari video ceramah dengan Ustadz Zulkarnain, kemudian dari orang PKS, Jazuli dan Hidayat Nur Wahid, bahwa saat ini katanya pemerintah sedang menggodok undang-undang pelegalan perzinahan. Padahal hal itu tidak ada,” ungkap AKP Jabar kepada awak media.

Dari Polsek Kalibaru, persoalan ini kemudian dilimpahkan ke Mapolres Banyuwangi. Singkat cerita, atas kesalahannya itu, Supriyanto akhirnya minta maaf, setelah ia usai dipemeriksa di Mapolres Banyuwangi, Selasa (12/3/2019

“Kepada rekan-rekan pers secara pribadi saya minta maaf apa yang sudah saya sampaikan jadi statemen sampai viral di media dan medsos… Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang berikutnya,” ungkap Supriyanto di depan Mapolres Banyuwangi, untuk kemudian ia pulang karena statusnya masih sebagai saksi.

Terkait dengan tindakan hukum selanjutnya, pihak kepolisian masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang lain. Untuk sementara belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, demikian ungkap Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zainardi, kepada awak media. (SM)

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top