Kabar

Atas Tudingan Tengku Zul Soal RUU PKS, Waketum MUI Angkat Bicara

Padasuka.id,- Seperti telah diberitakan, Ust. Tengku Zulkarnain menyampaikan pernyataan yang tidak sesuai data terkait dengan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini bahkan terkesan menuduh pemerintah akan melegalkan perzinahan sehubungan dengan satu pasal yang katanya sangat mengerikan.

Terlepas dari tuduhannya yang kemudian ia mengaku bersalah dan meminta maaf, dalam menyampaikan pernyataannya ia mengatasnamakan MUI.

Satu minggu ini Majelis Ulama Indonesia berduka cita, karena pemerintah telah mengajukan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual...” Papar Tengku Zulkarnain.

Tengku Zulkarnain (Foto: Istimewa)

Pada bagian berikutnya ia mengatakan: “Majelis Ulama sikapnya tegas, kita sudah sidang kemarin, menolak! Karena isi pasal-pasalnya mengerikan. Ada satu pasal yang sangat membuat saya menangis di rumah. Pelajar dan mahasiswa dan pemuda yang belum nikah yang ingin melakukan hubungan seksual maka pemerintah mesti menyediakan alat kontrasepsi untuk mereka. Anak-anak muda yang belum nikah kepingin berzinah pemerintah mesti menyediakan kondomnya supaya jangan hamil di luar nikah…

Lantas benarkah pernyataan Tengku Zul itu adalah sikap MUI? Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Pusat, KH Zainut Tauhid Saadi, mengatakan, pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi, tidak mewakili MUI.

Apa yang disampaikan oleh Ustadz Tengku Zulkarnain tentang pemerintah akan melegalkan zinah lewat RUU PKS adalah bentuk pernyataan pribadi dan tidak mengatasnamakan organisasi MUI,” terang Kiai Zainut di Jakarta, Rabu (13/3/2019) seperti dilansir dari Antara.

Oleh karena itu, Kiai Zainut menegaskan, MUI tidak bertanggung jawab atas pernyataan Tengku Zul. Ia pun membantah bahwa apa yang disampaikan oleh Tengku Zul bersumber dari hasil kajian staf ahli MUI atau Komisi Hukum dan Perundang-undangan (Kumdang).

Lanjutnya lagi, Tengku Zul, menyebut dalam kajian MUI bahwa dalam RUU PKS ditemukan pasal kewajiban pemerintah untuk menyediakan alat kontrasepsi untuk pasangan remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan seksual.

Sehingga apa yang disampaikan oleh TZ sama sekali tidak berdasar dan merupakan bentuk kecerobohan,” imbuh Kiai Zainut.

Kiai Zainut mengatakan, MUI memiliki perhatian serius terhadap RUU PKS. Untuk hal tersebut MUI menugaskan kepada Komisi Kumdang dan Komisi Fatwa untuk melakukan pengkajian dan pendalaman terhadap RUU PKS. Dan, hasil kajian itu akan direkomendasikan kepada DPR dan pemerintah untuk dijadikan masukan dan perbaikan agar RUU PKS isinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan Pancasila.

KH Zainul Tauhid Saadi (Istimewa)

Dalam pada Ini Kiai Zainut mengatakan MUI menghimbau kepada semua pihak khususnya tokoh agama, masyarakat dan elit politik untuk lebih bijaksana, cermat dan berhati-hati dalam menyampaikan pendapat kepada masyarakat.

Atas kesalahannya itu, sebelumnya, Tengku Zul telah meminta maaf melaui akun Twitter-nya, @ustadtengkuzul: “Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah.

Sementara itu, lawan dialog Tengku Zul dalam salah satu acara di televisi swasta nasional, Ace Hasan Syadzily mengatakan, Tengku Zul menjadi sumber berita bohong (hoax). Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf ini juga menduga, Tengku Zul berupaya untuk menggiring opini dan menyesatkan terhadap pemerintahan Jokowi yang dianggap melakukan legalisasi perzinahan dan lain-lain.

Ace Hasan juga mengingatkan, tuduhan Tengku Zul merupakan bagian dari politisasi di Pilpres 2019.

Ingat bahwa @ustadtengkuzul ini merupakan bagian dari Badan Pemenangan Nasional (BPN).Maka setiap aktivitasnya juga tidak bisa dilepaskan dari konteks politik. Menebarkan fitnah spt itu jelas ada maksud politiknya untuk mendegradasi Pak @jokowi,” tulis Ace (12/3/2019) melalui akun Twitter-nya (SM)

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top