Kabar

Gegara Ini, Doa Seseorang Terhalang; Satu Kajian dalam Majelis Munajat

Padasuka.id,- Meskipun Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya berdoa dan niscaya akan dikabulkan, namun ada beberapa hal yang bisa menjadi penghalang terkabulnya suatu permohonan kepada-Nya. Hal ini adalah salah satu bahasan dalam Majelis Munajat di Masjid Jami’ As-Salam, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/3/2019).

Dalam acara rutinan mingguan yang digelar seusai shalat Maghrib tersebut, Ustadz Abdul Hakim Abubakar, S.Pd.I, selaku imam Munajat dan pengisi kajian, mengupas tentang rahasia doa. Kali ini ia lebih fokus pada penyebab terhalangnya doa akibat perbuatan si pendoa itu sendiri.

Ustadz Abdul Hakim Abubakar, S.Pd.I

“Para jamaah sekalian, barangkali ada di antara kita yang bertanya-tanya dalam diri, ‘Selama ini saya berdoa, meminta, dan selalu bermohon setiap habis shalat serta seminggu sekali membaca Kitab Munajat, kenapa hidup gini-gini saja, seakan-akan nggak ada perubahan,’ coba ibu bapak, kita muhasabah diri,” ungkap Ustadz Hakim membuka kajian.

Berkenaan dengan hal itu, alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta tersebut lalu merujuk pada sebuah kisah dalam Hadits Nabi Muhammad SAW.

“Dalam sebuah Hadis, Rasulullah SAW mengkisahkan: Dulu ada seorang musafir yang menggunakan pakaian compang camping, rambutnya kusut, dan penampilan kusam. Musafir ini berdoa dan memanggil Allah, “Ya Rabbi, ya Rabbi..” Sementara pakaiannya dari barang haram, yang dimakan dari barang haram, yang diminum dari barang haram bahkan perutanya kenyang dari barang haram, bagaimana mungkin doa dan ibadahnya diijabah oleh Allah SWT,” urainya, mengisahkan peristiwa dalam sabda Nabi SAW.

“Perhatikan ibu bapak sekalian, doa seorang musafir tidak diterima Allah SWT, padahal doa musafir itu tidak ada hijab dengan Allah SWT, tapi kenapa musafir ini doanya tidak diijabah Allah SWT? Karna dalam dirinya terdapat sesuatu yang diharamkan Allah SWT,” tandas Ustadz Hakim.

Pada bagian berikutnya ia mengelaborasi peristiwa itu terhadap para jamaah yang hadir. Untuk kemudian mengupas tentang pengertian barang haram yang dimaksud.

“Jamaah yang hadir pada malam hari ini tidak mungkin menggunakan barang haram, dan makan minum yang diharamkan Allah SWT. Ini kan orang-orang shaleh semua. Haram itu ada dua, ada haram ‘dzatihi’ dan haram ‘ghairihi.’ Misalkan, babi, anjing, binatang yang bergigi taring, berkuku tajam, dan binatang yang disembelih bukan atas nama Allah, itu haram dzatihi. Khomer, narkoba dan sejenisnya nggak mungkin jamaah di sini mengkonsumsinya. Tetapi ada haram ghairihi, contoh: ayam dan kambing itu halal tetapi cara mendapatkannya dengan mencuri, korupsi, menipu, alias cara mendapatkannya melanggar syariat, maka yang demikian itu haram. Lagi-lagi jamaah di sini nggak mungkin juga melakukan ini,” urainya lagi yang disambut tawa renyah oleh sebagian jamaah.

Jemaah Majelis Munajat di Masjid Assalam, Cengkareng Jakarta Barat.

Masih seputar terhalangnya doa akibat perilaku si pendoa, Ustadz Hakim melanjutkan, bisa jadi juga karena tidak sesuai dengan ketentuan yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an.

“Dalam Surat Al-Fatihah terdapat kalimat
اياك نعبد واياك نستعين
‘Hanya kepadamu kami beribadah dan hanya kepadamu kami meminta.’ Nah, ayat ini mengisyaratkan bahwa sebelum meminta kepada Allah SWT harus beribadah dulu. Kira-kira selama ini kita kebanyakan mintanya apa ibadahnya? Jangan-jangan minta melulu, ibadah kurang. Bisa jadi inilah yang membuat doa-doa kita belum diijabah Allah SWT. Oleh karenanya mari kita kencangin lagi ibadah kepada Allah SWT,” pungkas Ustadz Hakim lalu memulai pembacaan Kitab Munajat.

Sebagai informasi tambahan, dalam hal ini, Munajat adalah nama kitab yang berisi kumpulan wirid dan doa-doa Al-Qur’an. Kitab susunan KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA tersebut diterbitkan sejak 1995 yang silam. Karena amalannya menggunakan Kitab Munajat, maka kumpulan jamaah yang mengamalkannya disebut dengan “Majelis Munajat.” Sampai saat ini, sudah ratusan Majelis Munajat yang terbentuk di seluruh Indonesia, yang pada umumnya bernaung di bawah Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) yang didirikan oleh penyusun kitab yang berisi untaian mutiara Al-Qur’an tersebut. (SM)

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top