Kabar

Menyingkap Satu Rahasia dalam Kitab Munajat; Ada Nilai Spiritual di Sana

Padasuka.id – Jawa Barat. Kamis malam (14/3/2019) dalam acara Yasinan dan Munajatan, diurai salah satu pesan tersirat dari yang tersurat dalam Kitab Munajat. Hal ini disampaikan langsung oleh KHR Syarif Rahmat RA, SQ MA, sebagai penyusun kitab kumpulan wirid dan doa-doa Al-Qur’an tersebut,

Uraian di atas disampaikan pada rangkaian akhir acara rutinan malam Jum’at di lingkungan Perumahan Vila Bukit Pamulang, Pondok Petir, Depok, Jawa Barat, yang kali ini bertempat di kediaman Ustadz Muhammad Alif, Jl Bukit IV, DF 9/17. Rangkaian acara diawali dengan shalawatan lalu dilanjutkan dengan tawassul, pembacaan Surat Yasin, kemudian disambung dengan pembacaan Kitab Munajat.

Ustadz Muhammad Alif (kedua dari kiri)

Di samping acara rutinan, pada kesempatan kali ini, sekaligus juga untuk mendoakan ibunda Ustadz Alif (Ibu Namroh) beserta sang istri (Diana Rasyid) yang akan menunaikan ibadah umroh ke tanah suci, 20 Maret mendatang. Hal yang sangat membahagiakan, tutur Ustadz Alif, dalam momentum kebahagiaan ini, penyusun Kitab Munajat berkesempatan hadir untuk mendoakan serta memberikan wejangan.

KHR Syarif Rahmat RA, SQ MA (Kanjeng Sunan), saat memberikan tausiyah.

Saat memberikan wejangan, Kanjeng Sunan, sapaan akrab Kiai Syarif, langsung membuka lembaran Kitab Munajat halaman ke-21, yang diikuti pula oleh sebagian jamaah. Dijelaskan, pada halaman itu ada dua kalimat (ayat) beda surat, bahkan satu sama lain jauh urutannya dalam Al-Qur’an, namun di dalam Kitab Munajat disusun secara berurutan. Dan, pada bagian ujung kedua ayat tersebut memiliki subtansi yang sama, yakni bersyukur.

Yang pertama adalah akhir ayat ke-189 Surat Al-A’raf:

لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang shaleh tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.”

Adapun yang kedua adalah akhir ayat ke-22 Surat Yunus:

لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.”

Dari sini Kanjeng Sunan mengurai, bahwa ada dua hal yang menjadi harapan manusia dalam hidup, yakni memiliki anak yang shaleh serta selamat dari marabahaya. Anak shaleh akan menjadi perantara serta investasi kebahagiaan orang tua, baik di dunia maupun di akhirat. Sedangkan selamat dari marahabahya, merupakan harapan semua orang dalam segala hal. Maka dari itu kita harus bersyukur jika berhasil meraih keduanya. Atau, kita harus banyak bersyukur jika ingin meraih keduanya.

Jemaah Bapak-Bapak

Jemaah Ibu-Ibu

Di sisi lain, secara implisit menyiratkan pesan bahwa kedua ayat tersebut di atas menyimpan keutamaan yang akan diraih para pengamalnya, untuk memiliki anak yang shaleh serta selamat dari marabahaya.

Berkenaan dengan keberangkatan Ibu Namroh dan Diana Rasyid ke tanah suci, Kanjeng Sunan berpesan agar mengikuti semua ketentuan yang ada serta sempatkan membaca Kitab Munajat di sana. Kemudian, bagi para jamaah yang belum berkesempatan beribadah ke tanah suci, disarankan agar istikomah membaca Kitab Munajat, insya Allah pada saatnya nanti akan “ditarik” ke tanah tempat turunnya ayat-ayat yang terangkum dalam kitab tersebut. (AF)

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top