Anekdot

KH Hasyim Muzadi: Nanti Saya Bayar Penuh Jika Sudah Kuno

Padasuka.id,- Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial terdapat kisah humor mengandung hikmah yang disampaikan oleh almarhum KH Hasyim Muzadi. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, dalam rekaman tersebut menjelaskan tentang nilai-nilai Islam yang menjadi peraturan di beberapa negara yang non Islam. Salah satunya ia mencontohkan Negara Taiwan. Di sana, kata Kiai Hasyim, apabila kita ketinggalan barang di Bandara atau pesawat terbang, pasti akan dikembalikan. Jadi tidak perlu khawatir hilang. Kenapa? Karena, mengembalikan (menyerahkan) barang itu pada pemiliknya dibiayai oleh pemerintah, sementara jika tidak mengembalikan, adalah kriminal.

KH Hasyim Muzadi (Foto: Istimewa)

“Nah, ini kan Islam.. Walau negaranya bukan Islam,” antara lain demikian ungkap Kiai Hasyim di hadapan jamaah.

Kiai Hasyim lalu mencontohkan perilaku orang Islam sendiri yang malah seringkali berbalik dengan perilaku non muslim. Dari sini ia lalu mengisahkan pengalamannya saat berbelanja di toko barang-barang kuno di Jl Surabaya, Jakarta. Saat itu ia mau membeli lampu kuno. Ketika ditanya, yang kuno asli, harganya di atas 2 juta, sedangkan yang tiruan cuma Rp 650.000. Maka dipilihlah yang kuno. Ketika lampunya diserahkan ternyata barang baru alias tiruan.

“Setelah saya terima, yang dikasih malah barang baru. Kan kelihatan, barang kuno atau baru. Saya tanya, ‘Ini kok barang baru, saya kan beli yang kuno.’ Yang jual jawab, ‘Nanti lama-lama juga kuno, Pak..’ Rupanya dia nggak tahu siapa yang beli. Kemudian saya bayar 650.000. Yang jual tanya, ‘Ini uangnya kurang, Pak?’ Saya jawab, “Kekurangannya nanti saya bayar jika barang ini sudah kuno…” Tutur Kiai Hasyim yang disambut tawa jamaah.

Pasar barang-barang kuno (ilustrasi)

Selanjutnya terjadi dialog antara si penjual dengan Kiai Hasyim. “Bapak ini dari Sidoarjo ya?” Tanya si penjual. “Bukan, saya dari Malang,” jawab Kiai Hasyim. “Malangnya di mana?” Kejar si penjual. “Itu, di Malang itu kan ada Pondok Pesantren Al-Hikam, saya pengasuhnya.” Mendengar jawaban itu si penjual kaget. “Berarti Bapak ini Kiai Hasyim Muzadi ya? Waduh Pak Kiai… Bilang-bilang dong kalau Bapak ini Kiai Hasyim Muzadi, kan jadi malu saya…”

Dari kisah di atas Kiai Hasyim lalu menyampaikan, bahwa di kita, seringkali malu dan patuh pada orangnya, bukan pada ketentuan yang telah disyariatkan oleh Allah SWT. (AR)

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top