Kabar

Mahir Jurus hingga Patahkan Hebel, Syarat Menjadi Warga di Sapujagad

Padasuka.id,- Untuk mengetahui kesungguhan seseorang, satu di antaranya adalah dengan memenuhi persyaratan yang menjadi ketentuan. Inilah juga yang diterapkan di Peguron Sapujagad, sebuah perguruan silat yang bernaung di bawah Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama yang membidangi ilmu bela diri, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa. Perguruan yang dipimpin oleh Gus Yusuf Cokro ini, seiring perkembangannya, kini sudah memiliki beberapa cabang di beberapa daerah di Pulau Jawa hingga Sumatera.

Terhitung dari hari Minggu pagi – Senin malam (7–8/4/2019), Cabang Peguron Sapujagad wilayah Bogor, Jawa Barat, menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) tahap tiga di padepokan pusatnya, Jl KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. UKT tahap tiga ini, menurut Ketua Sapujagad Bogor, Nur Okto Viano, S.Pd, adalah sebagai pengesahan warga baru di perguruannya.

Nur Okto Viano

Untuk menjadi warga di perguruan ini, ungkap Okto, harus melalui beberapa tahapan, yakni dengan mengikuti jenjang latihan sesuai tingkatan. Yang mana, setiap tingkatan terdapat UKT-nya. Ketika sudah lulus sampai pada tingkatan yang ketiga, seorang peserta latih akan dibaiat sebagai bukti ia telah sah menjadi warga atau keluarga besar yang siap mengabdi kepada perguruannya, Pagar Nusa, dan NU. Pada tahun 2019 ini, lanjut Okto, adalah pengesahan warga baru angkatan ke-2. Sedangkan pengesahan warga angkatan ke-1 terjadi pada tahun 2017, yang mana latihannya dimulai dari tahun 2015 lalu.

Mengikuti langsung jalannya ujian untuk mendapat pengesahan sebagai warga di Peguron Sapujagad ini, materinya sangat beragam. Mulai dari ketahanan fisik, kemahiran jurus dari semua tingkatan, Ke-Aswaja-an, Ke-NU-an, dan Ke-Pagar Nusa-an, hingga ujian mental spiritual.

Untuk ujian kemahiran jurus, selain setiap peserta memperagakannya masing-masing, juga diuji secara berpasangan atau yang umum disebut ‘sabung.’ Kecuali itu, ada ujian mematahkan tumpukan bata hebel dengan tangan kosong. Sementara untuk ujian mental spiritual, antara lain dilakukan ritus tapa rendam di air mengalir (sungai) pada tengah malam sampai jelang subuh dengan tata lalu tertentu dan konsentrasi penuh –sebagaimana telah diberitakan di link ini.

Ujian mematahkan lima tumpukan bata hebel

Adapun puncak dari rangkaian acara ini digelar pada Senin malam (8/4) pukul 21.00 WIB yang diisi dengan: pembacaan stighatsah, pembacaan prasetia peguruan (pembaiatan), jamasan, penyerahan sabuk oleh guru besar terhadap masing-masing warga yang baru dibaiat, kemudian diakhiri dengan doa bersama dan tasyakkuran.

Kembali pada penjelasan Nur Okto Viano, sebagai Ketua Peguron Sapujagad Cabang Bogor, kegiatan latihan mereka bertempat di Pondok Pesantren Nurul Iman, Parung. Di mana, pelatih dan peserta latih (siswanya) merupakan santri-santri yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren tersebut. Sementara jadwal latihannya dilaksanakan setiap hari Jum’at.

Sejak peguron ini dibentuk pada 2015 lalu, ungkap Okto, sampai ke tahun ini, sudah ratusan santri yang terdaftar sebagai siswa (peserta latih).

Dilihat dari beberapa jenjang latihan yang terus digembleng dari tahun ke tahun hingga tahun 2019 saat ini, siswa yang terdaftar mengikuti latihan silat Pagar Nusa di Ponpes Nurul Iman, Parung, Bogor, sekitar 476 siswa,” ungkapnya.

Penyerahan sabuk oleh Gus Yusuf Cokro seusai baiat

Atas keuletan Okto dan rekan-rekannya dalam melatih serta support dari pihak pesantren dan pihak peguron, sejumlah siswanya berhasil menyabet beberapa medali dalam beberapa ajang kejuaraan pencak silat tingkat regional maupun nasional. Misalkan, dalam ajang Paku Bumi Cup, meraih 4 emas dan 2 perak –dalam kategori tanding prestasi. Kemudian, dalam BNN Cup (tingkat nasional), mereka berhasil meraih 9 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Serta, beberapa raihan medali di beberapa ajang kejuaraan lainnya. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top