Kabar

Sepenggal Kisah Gus Dur Jelang Akhir Hayatnya

Padasuka.id – Jawa Timur. Minggu pagi (14/4/2019) Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA), KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, menyempatkan diri berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Komplek Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Kali ini, ziarah ke makam Presiden Republik Indonesia ke-4 itu dilakukan di sela-sela mengisi acara ‘Wisuda Al-Qur’an Bil Ghoib XIX, Bin Nadhor XXVIII, dan Syu’bah Al-Lughoh Al-‘Arobiyah XII’ di Pondok Pesantren Putri Walisongo, Cukir, Jombang. Yang mana, letak kedua pesantren tersebut berdekatan.

Saat ziarah di makam Gus Dur

Berziarah ke makam Gus Dur, bukan kali ini saja dilakukan oleh kiai yang akrab disapa Kanjeng Sunan tersebut, melainkan sudah berkali-kali, termasuk pula dengan jamaah PADASUKA. Secara pribadi, Kanjeng Sunan agaknya memiliki kedekatan batin secara khusus terhadap Gus Dur. Hal ini, antara lain dapat dilihat dari kebiasaan Kanjeng Sunan melantunkan Syair Gus Dur (Syi’ir Tanpo Waton), menceritakan contoh-contoh keteladanan Gus Dur dalam beberapa ceramahnya, dan lain-lain. Bahkan ada kisah spiritual yang tidak banyak diketahui secara umum berkenaan dengan Gus Dur. Salah satunya adalah isyarah menjelang wafatnya cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Buku ‘Syair Gus Dur

Terkait dengan isyarah yang dimaksud, dalam buku “Syair Gus Dur; Kenangan Manis dari Guru Bangsa,” karya Muhammad Ali Rahman, dikisahkan, lima hari menjelang wafatnya, Kanjeng Sunan sudah mendapat isyarah dalam mimpi akan wafatnya Gus Dur. Di mana, isi mimpi itu lalu disampaikan kepada beberapa orang dekatnya termasuk kepada penulis buku tersebut melalui SMS, bunyinya: “Semalam (26/12/2009) saya mimpi Gus Dur berziarah kubur para wali dan berdialog dengan mereka dan masuk istana Jogja. Saya di sampingnya. Ada apa ya? Wassalam.”

Isyarah dari mimpi itu, oleh beberapa orang yang menerima SMS Kanjeng Sunan, ditafsiri bahwa Gus Dur sepertinya akan berpulang ke Rahmatullah, walau disampaikan dengan bahasa yang halus. Mungkin juga demikian apa yang dirasa oleh Kanjeng Sunan, namun ditanyakan kepada beberapa orang dekatnya demi mendapat jawaban yang obyektif. Kebetulan pula, saat itu Gus Dur memang sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada hari Rabu, 30 Desember 2009, pukul 18.45 WIB, Gus Dur wafat, menghadap ke haribaan Allah SWT.

Di bawah ini beberapa foto saat Kanjeng Sunan berada di Cukir dan Tebuireng, Jombang (14/4).

 

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top