Kabar

Mahfud MD Dikatakan Keturunan Penghianat; Begini Faktanya

Padasuka.id,- Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Dr Mohamad Mahfud MD, kembali jadi sesaran hoax. Kali ini, ia dikatakan sebagai keturunan penghianat negara. Kabar ini awalnya disebar di media sosial yang kemudian beredar melalui jaringan WhatsApp (WA). Dikatakan, bahwa tokoh asal Madura ini adalah keturunan seorang pribumi yang menjadi kaki tangan penjajah Belanda bernama Aryo Omong Koro. Dalam sebarannya dilengkapi pula dengan foto orang yang disebut sebagai penghianat tersebut.

Prof Dr Mahfud MD bersama KH Abuya Muhtadi dalam acara meneliti terbitan kitab-kitab kuning di Banten (Juli 2018)

Lebih lengkapnya, dalam sebaran di beberapa grup WA, di atas foto orang yang disebut sebagai Aryo Omong Koro diberi keterangan:

“Buah jatuh takkan jauh dari pohonnya pantas dia suka nyinyir. Pejuang kebenaran? Rupanya dia ada darah penghianat di DNAnya!
Keciduk loe kan Mpud…
Ini FAKTA.
bukan HOAX.
Rupanya Profesor MAHFUD MD keturunan PENGHIANAT NEGARA..
Ini ARYO OMONG KORO Orang Madura Moyangnya profesor MAHFUD MD. Aryo Omong Koro pribumi kaki tangan penjajah Belanda, dia pernah dikirim ke Aceh oleh Belanda pada tahun 1874 untuk melawan pejuang Aceh hasilnya gagal total, ARYO mati pada tanggal 26 September 1906. Dia dikubur di Bangkalan Madura. Bagi orang Aceh Aryo omong koro Bajingan, Aceh bisa bertahan karena GARIS KERAS.
Info lengkap Check Biografi Mahfud MD.”

Demikian keterangan yang dibuat dilengkapi dengan kalimat, “Info lengkap Check Biografi Mahfud MD,” untuk meyakinkan pembacanya.

Postingan tentang Aryo Omong Koro yang beredar di WA Group

Sebaran itu, menurut bangsaonline.com (8/5/2019) diposting di media sosial atas nama Zain Akbar dengan judul, “Asal Usul Mahfud MD.” Postingan itu dikonek ke akun Kancah Politik.

Menjawab isi sebaran informasi yang memojokkan mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) itu, salah seorang kerabat Mahfud, Firmansyah Ali, menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Kepada Beritalima (8/5/2019), Firman yang merupakan keponakan Prof Mahfud MD menyampaikan klarfikasinya:

“Pertama, Pak Mahfud MD sama sekali tidak ada darah Bangkalan, Pak Mahfud MD total orang Pamekasan yang numpang lahir di Sampang. Jadi kalau di Bangkalan memang pernah ada tokoh bernama Aryo Among Koro antara tahun 1874 s/d tahun 1906, dipastikan itu bukan nenek moyang Prof Mahfud MD. Itupun kalau benar ada tokoh tersebut, jangan-jangan keberadaan dan kisah tentang tokoh tersebut juga hoax. Sebab banyak orang Bangkalan tidak kenal dan tidak tahu.

Kedua, dari jalur ayahandanya, Mahfud MD bin Mahmoddin bin Hasyim dan terus ke atas merupakan orang biasa, bukan tentara Belanda atau ningrat Bangkalan. Mahmoddin ayahandanya adalah petani yang kemudian jadi PNS. Sedangkan Hasyim kakeknya adalah petani sambil ngajar ngaji.

Ketiga, Prof Mahfud dari jalur ibu adalah keturunan Bhujuk (Sunan, Red.) Abdul Qidam Sumenep alias Pangeran Pandiyan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan para bangsawan Bangkalan waktu itu.

Firman Syah Ali (Foto: Dok. Pribadi)

Memang pada masa pra kemerdekaan RI, beberapa pribumi Hindia Belanda alias inlanders bergabung menjadi tentara Hindia Belanda alias KNIL, tentu saja termasuk sebagian orang Madura bergabung ke dalamnya dan disebut Barisan Madura. Pasca kemerdekaan, tepatnya pada periode Republik Indonesia Serikat, Belanda membentuk Pasukan Cakra, yang terdiri dari pribumi Madura, namun setelah Negara Madura bubar, pasukan ini justeru menjadi pejuang negara semua, termasuk ikut memadamkan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS).

Namun baik Barisan Madura maupun Pasukan Cakra di atas, sama sekali tidak ada satupun yang nenek moyang Prof Mahfud MD. Pihak-pihak yang menyebar hoax tentang Mahfud MD keturunan Aryo Omong Koro semoga segera diberi hidayah oleh Allah, bertaubat atas dosa besarnya menyebarkan fitnah yang keji.”

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top