Kabar

Hidupkan Bulan Al-Qur’an dengan Wirid dan Doa-doa Al-Qur’an

Padasuka.id – Jakarta. Bulan Ramadhan disebut pula Bulan A-Qur’an, karena di bulan suci ini Al-Qur’an diturunkan. Sebagai bulan yang penuh keistimewaan, sekalian kaum muslimin-muslimat di seluruh dunia umumnya tidak menyia-nyiakannya. Mereka mengisi bulan penuh ampunan ini dengan berbagai rangkaian ibadah. Selain diisi dengan shalat sunnat Tarawih pada malam harinya, umum pula dilakukan tadarrus Al-Qur’an, baik di masjid-masjid, di langgar, atau pun di majelis-majelis.

Sabtu malam (11/5/2019) selepas shalat Tarawih, Majelis Munajat Nurul Falah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar acara rutinannya. Yakni, pembacaan Kitab Munajat Kumpulan Wirid dan Doa-doa Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan pengajian kitab kuning, “Kasyifatus Saja” karya Syaikh Nawawi Al-Bantani.

Walau bulan Ramadhan, saya tidak liburkan kegiatan ini. Sayang-sayang di bulan suci ini kalau rutinan kita dihentikan. Jadi, rutinan kami tetap jalan setiap Sabtu malam atau malam Minggu setelah shalat Tarawih. Tapi, ya saya maklum, mungkin sebagian jamaah ada kesibukan, terlalu lelah karena puasa, seberapapun yang hadir, nggak masalah. Yang penting di majelis ini rutinan tetap istikomah,” ungkap pimpinan majelis Nurul Falah, Ustadz Mukhlis, seusai acara.

Dalam pantauan Padasuka.id di arena acara, di malam Minggu pertama bulan Ramadhan 1440 H ini, memang jamaah tidak sebanyak seperti biasanya di luar Ramadhan; tetapi setidaknya, lebih dari separuh mereka yang hadir. Penuh kekompakan bait demi bait kalimat wirid Al-Qur’an itu mereka bancakan, demikian pula ketika mengaminkan saat pembacaan doanya.

Selepas pembacaan Kitab Munajat yang ditutup dengan lantunan Shalawat Asyghil mereka masih semangat mengikuti pengajian kitab fiqih (Kasyifatus Saja). Kali ini masuk pada Bab Rukun Membaca Surat Al-Fatihah. Di dalam kitab karyanya itu, Syaikh Nawawi menjelaskan, terdapat 10 syarat dalam membaca Al-Fatihah, bahkan menurutnya bisa lebih. Di antara sepuluh syarat yang dimaksud adalah: tertib, yakni sesuai urutan ayat dalam surat, dibaca secara terus menerus alias tidak terputus-putus, menjaga makharijul hurufnya, menjaga tasydidnya, tidak boleh berhenti dengan msksud memutus bacaan Al-Fatihah, dibaca secara keseluruhan, yakni dengan basmalahnya, tidak boleh dibaca dengan main-main, di dalam shalat dibaca saat berdiri dan terdengar oleh telinga sendiri, dan seterusnya.

Selepas pengajian fiqih, Ustadz Mukhlis menyarankan kepada para jamaah untuk mempertebal keimanan kepada Allah SWT. Beriman atau yakin kepada Allah SWT dengan segala ketetapannya adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang hamba. Hanya saja, tandasnya, sering kali kita terkecoh oleh pikiran sendiri sehingga mengurangi keyakinan pada ketentuan Allah SWT. Ia mencontohkan, yakin doa akan dikabulkan, maka berdoalah sepenuh hati dan jangan terselip keraguan.

Saya kasih contoh, dalam Kitab Munajat ini, mau permohonan apa saja ada; semuanya lengkap. Persoalannya, yakin tidak kita dengan doa-doa yang merupakan firman Allah ini? Yakin tidak, bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT? Seringkali kita terkecoh oleh pikiran kita sendiri hingga akhirnya mengurangi kadar keyakinan kita kepada Allah SWT, alias ragu-ragu. Kalau yakin, kenapa ragu? Maka bisa jadi, jika permohonan kita tidak dikabulkan, atau belum dikabulkan, itu akibat dari keraguan kita sendiri. Sebab Allah SWT apa kata prasangka hamba-Nya. Maka itu, melalui momentum bulan suci ini, bulan yang penuh limpahan rahmah, mari tingkatkan ketakwaan dan keyakinan kita kepada Allah SWT,” ungkap Ustadz Mukhlis di hadapan jamaahnya.

Demikian, di malam Bulan Al-Qur’an mereka menghidupkannya dengan rangkaian wirid dan doa-doa Al-Qur’an. Kebetulan pula, saat pengajian kitab fiqih, masuk dalam bab yang membahas Ummul Qur’an. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top