Kolom

MEMAKNAI PUASA DARI UJUNG AYAT

Oleh Abdul Hakim Abu Bakar

Ayat berbicara yang berkaitan tentang puasa Romadan terdapat dalam surat Al Baqoroh ayat 183 sampai 187. Dalam ayat tersebut saya Santri Kanjeng Sunan mengajak pembaca untuk memahami dari ujung ayat.

Ujung ayat 183 berbunyi لعلكم تتقون yang artinya agar kalian bertaqwa. Derajat ketakwaan diperuntungkan bagi orang orang yang beriman, sudah barang tentu orang beriman yang menjalankan ibadah puasa. Apakah semua orang berpuasa mendapatkan derajat taqwa? jawabannya adalah tergantung bagaimana mereka menjalankan ibadah puasanya, kalau puasanya hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja, sementara maksiat jalan terus, berdusta, menggibah, marah marah dan menggubar nafsu. Yang akan mendaptkan derajat taqwa adalah orang beriman yang benar benar puasa, seluruh anggota tubuhnya berpuasa dan selalu beribadah kepada Allah.

Ujung ayat 184 ان كنتم تعلمون، Jika kalian memahami. Yang di maksud dengan jika kalian memahami dari ujung ayat ini adalah dapat di fahami dari kalimat sebelumnya. Kalimat sebelumnya adalah وان تصوموا خيرلكم, Jika kalian berpuasa itu lebih baik bagi kalian. Artinya bahwa yang mau berpuasa adalah mereka yang faham akan puasa tersebut, karna puasa itu baik bagi yang menjalankannya. Baik dari sisi spiritual, baik bagi Sosial dan juga baik bagi medical.

Ujung ayat 185 لعلكم تشكرون، agar kalian bersyukur. kenapa orang yang beriman harus bersyukur? lihat ayat sebelumnya. يريد الله بكم اليسر ولايريد بكم العسر ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهدكم، Allah menghendaki kalian kemudahan dan Allah tidak menghendaki kalian kesusahan.

Perhatikan kalimat diatas, Allah menginginkan orang beriman selalu mendapatkan kemudahan bukan kesulitan. Kemudahan dalam berkarir, kemudahan dalam berbisnis dan berusaha, kemudahan dalam bekerja, kemudahan meraih jabatan, dan kemudahan dalam menjalankan aktifitas sehari hari serta kemudahan dalam berpuasa, maka bersyukurlah kepada Allah. Orang yang bersyukur adalah yang menyelesaikan bilangan puasanya selama satu bulan, dianggap tidak bersyukur kalau puasanya kurang dari satu bulan. Juga orang yang bersyukur adalah orang yang bertakbir me Maha Besarkan Allah, selepas puasa selama satu bulan lalu bertakbir. inilah waktunya bertakbir yang di tentukan Allah. bukan membuat waktu sendiri, apalagi takbirnya untuk menakut nakuti atau takbirnya untuk menutupi amarah dan kesalahannya.

Akhir dari ayat 186 لعلهم يرشدون agar mereka mendapat bimbingan. Siapakah yang akan mendapatkan bimbingan dari Allah? perhatikan kalimat sebelumnya, فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي maka hendaklah kalian memenuhi seruan Ku dan beriman kepada Ku. Puasa adalah perintah Allah, maka orang yang beriman akan memenuhi seruan Allah untuk berpuasa, berpuasa dengan iman dan mengharapkan imbalan dari Allah, maka mereka akan mendapatkan bimbingan langsung dari Allah.

Akhir dari ayat 187 adalah لعلهم يتقون agar mereka bertakwa. sebelum kalimat ini terdapat sesuatu yang berkaitan dengan i’tikaf di Masjid, artinya bahwa orang beriman yang berpuasa dan selalu i’tikaf di masjid, mereka juga akan di jadikan orang bertaqwa.

Oleh karenanya, selayaknya terus kita mengamalkan perintah Allah, supaya mendapatkan balasan dari Allah, sebagaimana yang di firmankan oleh Allah dalam ayat diatas, Ada amalanya maka Allah juga menyediakan balasannya.

Santri Kanjeng Sunan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top