Kabar

Tujuh Poin Himbauan MUI Menjelang Penetapan Hasil Pemilihan Umum

Padasuka.id,- Menjelang pengumuman penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) pada 22 Mei 2019 mendatang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan tujuh poin himbauan. Yang intinya, demi suasana kondusif tetap terjaga, semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan jika ditengarai terjadi pelanggaran agar menempuh jalur hukum yang telah ditentukan sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku.

Melansir dari situs resmi MUI (mui.or.id) diungkapkan, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Zainut Tauhid Saadi, lewat taushiyahnya mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan perdamaian.

Dari kiri, Buya Yusnar Yusuf, KH Zainut Tauhid Sa`adi, KH Abdullah Jaidi, dan Buya Amirsyah Tambunan (Foto: mui.or.id)

MUI menengarai munculnya kerawanan terjadinya gesekan sosial yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpercahan di kalangan komponen bangsa,” ungkap Kiai Zainut dalam acara buka bersama di Aula Buya Hamka, Jum’at (17/5/2019).

Terkait dengan kemungkinan tersebut, Kiai Zainut menuturkan, MUI sebagai wadah berhimpun para ulama dan cendekiawan muslim, memiliki tanggung jawab dalam menjaga, melindungi, dan menyelamatkan bangsa dan negara dari berbagai faham dan gerakan yang dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berikut ini tujuh poin himbauan MUI yang dibacakan oleh Ketua Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama, Buya Yusnar Yusuf, dalam kegiatan buka bersama itu:

1.Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dilandasi semangat persaudaraan (ukhuwah) sejati sebagai bentuk tanggung jawab dan komitemen dalam keagamaan dan kebangsaan (mas’uliyyah diniyyah wa masuliyyah wathaniyyah).

2.Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terperovokasi ajakan mengikuti dan melakukan gerakan people power karena hal tersebut akan membawa kerusakan (mafsadat) yang sangat besar dan mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI. (Dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih)

3.Meminta kepada Komisi Pemlihan Umum (KPU) untuk menyelesaikan tahapan pemilu sesuai dengan amanat UU dengan terus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, transparan, dan profesional, sehingga semua pihak dapat menerima hasil pemilu sesuai dengan pilihan dan aspirasi politiknya.

4.Meminta kepada para peserta Pemilu untuk menempuh jalur hukum apabila hasil pemilu dinilai ada kecurangan dan dugaan pelanggaran lainnya, karena jalur hukum merupakan pilihan bagi masyrakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan konstitusi serta paling ringan tingkat mudharatnya (akhafu al-dlaraini).

5.Meminta kepada masing-masing pasangan calon untuk menaati komitmen bersama yaitu menerima hasil Pemilu dengan semangat “siap kalah siap menang.” Bagi pasangan calon yang menang diminta untuk tidak mengungkapkan ekspresi kemenangan berlebihan, dan bagi pasangan calon yang kalah diminta untuk menerima dengan sabar dan lapang dada.

6.Kepada elit politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan media masa diharapkan dapat memerankan diri sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Ikut serta membantu mendinginkan suasana agar proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman.

7.Kepada aparat Kepolisian diminta untuk bertindak tegas, adil, transparan, dan profesional. Penegakan hukum harus dilakukan kepada siapa pun tanpa membedakan status dan kedudukan sosialnya, sehingga masyarakat mendapat jaminan perlindungan dan kepastian hukum dalam menunaikan hak-hak konstitusionalnya.

Demikian tujuh poin himbauan MUI terkait dengan proses Pemilu yang sebentar lagi penetapan pemenangnya akan diumumkan. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top