Kolom

PROVOKATIF BUKAN AKHLAK ISLAMI

Oleh Abdul Hakim Abu Bakar

Padasuka.id,- Orang yang beriman adalah orang yang benar benar meyakini Allah dalam hatinya, diucapkan oleh lisannya dan diamalkan oleh anggota badannya. Apabila berkaitan dengan akhlak, maka orang beriman adalah baik sangkaan yang keluar dari hatinya, baik tutur katanya dan baik amalannya yang dilakukan oleh anggota tubuhnya.

Apabila terjadi pertikaian dan keributan antara perorangan, antara kampung dan antara kelompok, maka pribadi pribadi yang beriman kepada Allah harus hadir untuk mendamaikan antara mereka bukan memperkeruh kondisi dan memprofokasi, pada akhirnya pertikaian dan keributan makin besar sampai makan korban, yang menyebabkan kerugian yang amat besar.

Yang menjadi politisi jadilah politisi yang mendamaikan, yang menjadi pengamat jadilah pengamat yang mendamaikan, yang menjadi pengusaha, jadilah pengusaha yang mendamaikan, yang menjadi pejabat jadilah pejabat yang mendamaikan bahkan yang jadi kiyai, habib dan ustadz sekalipun jadilah yang mendamaikan, sebab yang demikian adalah akhlak bagi orang yang beriman kepada Allah. Perhatikan pesan moral Allah dalam ayat ayat Al Qur an sebagai berikut:

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ طَآئِفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا ۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰٮهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْٓءَ اِلٰۤى اَمْرِ اللّٰهِ ۚ فَاِنْ فَآءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya: “Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat: 9)

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Allah SWT berfirman:

لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰٮهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ ۗ وَمَن يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُـؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Artinya: “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’: 114)

Ayat ayat Al Qur an diatas, memberikan pesan moral kepada orang orang yang beriman serta orang yang mengharapkan kebaikan serta pengamal kebajikan agar selalu mendamaikan antara individu dan kelompok yang saling bertikai dan dan berselisih pandangan.

Mereka profokator, penganjur kemungkaran dan kemaksiatan dari kalangan manapun menanggung dosa dan kesalahan yang dilakukan oleh masyarakat sampai jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang dirasakan oleh masyarakat.

Oleh karenanya, jadilah penganjur kebaikan yang mendamaikan dan mencegah kemungkaran dengan jalan yang baik dan mulia. Semoga bisa kita lakukan dalam hidup sebagai bekal dikemudian hari.

Hasbunallah
Santri Kanjeng Sunan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top