Kabar

Hiasi Malam Ganjil Terakhir Ramadhan dengan Shalat Tasbih

Padasuka.id,– Minggu malam (2/6/2019) bertepatan dengan malam tanggal 29 Ramadhan 1440 H. Dengan demikian malam tersebut merupakan malam ganjil terakhir pada Ramadhan tahun ini.

Bilangan ganjil pada malam-malam bulan Ramadhan dalam khazanah Islam Nusantara dinilai memiliki keistimewaan tersendiri. Maka itu, terhitung dari malam tanggal 11, 17, 21, 25, 27, dan 29 Ramadhan, di beberapa daerah di Nusantara, selain diisi dengan ibadah-ibadah yang biasa juga dilengkapi dengan tradisi keagamaan (ibadah) lainnya yang bersifat khusus, hingga menjadi ciri khas dari malam-malam ganjil tersebut. Terlebih lagi setelah memasuki malam ke-25 ke belakang yang umumnya dikaitkan dengan satu anugerah bertatah keajaiban yang disebut ‘Lailatul Qadar’.

Kembali lagi pada malam ganjil terakhir Ramadhan tahun ini, Majelis Munajat ‘Infarul Ghoy’, Demangharjo, Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menghiasinya dengan shalat Tashbih berjamaah. Pelaksanaan shalat sunnat ini dimulai setelah pukul 00.00 WIB hingga selesai. Selain diisi shalat Tashbih juga dilengkapi dengan pembacaan dzikir.

Kepada Padasuka.id, pemimpin majelis ini, Gus Ali Mahmudi, mengungkapkan apa yang dilakukan bersama jamaahnya sebagai bagian dari menghidupkan malam Ramadhan. Kecuali itu, juga sebagai upaya syiar kepada masyarakat di lingkungannya.

Intinya yang penting biar kita semangat aja dulu dan betah shalat Tashbih berjamaah. Kalau sudah pada nikmat dan enjoy, insya Allah kita ajakin lebih lagi,” tutur Gus Ali dalam membina jamaahnya dengan shalat Tashbih berjamaah. Walau sebenarnya, sejak Isya’ kegiatan di majelis ini sudah maraton.

Seperti biasanya, setelah shalat Isya’, di majelis ini diisi dengan shalat Tarawih dan witir 23 rakaat. Setelah istirahat sejenak, dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Munajat. Pembacaan kitab yang berisi kumpulan wirid dan doa-doa Al-Qur’an ini usai, disambung dengan pengajian kitab kuning yang dibawakan secara santai oleh Gus Ali, hingga tidak membuat jamaah jadi jenuh. Dan, ketika memasuki pukul 00.00 WIB, shalat Tashbih lalu dilaksanakan secara berjamaah.

Nyuwun selalu pangestunipun dari para guru dan saudaraku semua di Majelis Munajat. Mugi kita bisa selalu istikomah,” tutur Gus Ali di akhir perbincangan dengan Padasuka.id, Senin pagi (3/6/2019).

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top