Kabar

Jelang Lebaran Teror Bom Guncang Kartasura; Begini Pesan Ganjar

Padasuka.id,– Sehari menjelang lebaran Idul Fitri 1440 H tiba, Senin malam (3/6/2019) sekitar pukul 22.30 WIB, Pos Polisi yang berada di Tugu Kartasura, Jl Ahmad Yani Bundaran, Kartasura, Jawa Tengah, diserang teror yang diduga bom bunuh diri. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, tujuh orang polisi yang sedang bertugas di lokasi kejadian dikabarkan selamat. Sebaliknya, terduga pelaku peledakan, menjadi korban dari aksinya sendiri hingga mengalami kritis –namun tidak sampai meninggal dunia.

Lokasi peristiwa peledakan

Mengenai terduga pelaku peledakan, seperti dilansir dari berbagai sumber, adalah seorang lelaki berinisial RA yang dikabarkan tinggal di daerah Kranggan, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, atau sekitar 1,5 kilo meter dari lokasi kejadian. Hal ini diketahui ketika pihak kepolisian melakukan penggeledahan rumah orang tua RA di alamat tersebut. Diduga, penggeledahan itu dilakukan terkait kasus peledakan yang baru saja terjadi.

Melansir dari detik.com, salah seorang warga sekitar bernama Endang, membenarkan bahwa rumah yang digeledah adalah tempat tinggal RA atau Rofik Asharuddin, pria kelahiran 1997. Endang juga membenarkan, RA adalah orang yang fotonya tersebar sebagai korban peledakan di Pospol Tugu Kartasura.

Iya benar (namanya Rofik Asharuddin),” tutur Endang, Selasa (4/6) dini hari.

Sementara itu, penggeledahan rumah orang tua RA berlangsung tertutup. Jalan gang rumah tersebut ditutup dengan garis polisi dan hingga pagi ini masih dijaga oleh aparat keamanan.

Berkenaan dengan aksi peledakan di wilayahnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan gambar-gambar yang tidak semestinya. Kepada awak media, Ganjar mengatakan, setelah terjadi peledakan, dirinya mendapati sejumlah foto dan video yang dibagikan melalui media sosial dan aplikasi percakapan berantai.

Lokasi ledakan di Pospol Kartasura (Foto: SS dari CCTV Dishub Sukoharjo)

Beberapa informasi sudah masuk. Bahkan masyarakat telah memiliki gambar dan video. Barangkali lebih baik masyarakat tidak perlu me-share dulu agar masyarakat tidak mendapatkan gambar-gambar atau visual mengerikan,” ungkap Ganjar kepada awak media, Selasa (4/6/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, “Biar aparat bekerja, dan mohon masyarakat untuk tidak mendekat ke area itu agar kepolisian bisa bekerja dengan baik.”

Dikatakan pula, aparat TNI dan kepolisian sudah bekerja dengan baik untuk keamanan masyarakat agar bisa berlebaran dengan tenang dan nyaman. Oleh sebab itu, Ganjar juga berpesan agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top