Kabar

Mudik Lancar, Warganet Sebut Jokowi Rezim Paling Zalim

Padasuka.id,- Suasana pulang kampung dalam rangka Hari Raya Idul Fitri tahun ini, atau yang disebut mudik, berbeda dengan tahun sebelumnya. Secara umum perjalanan mudik tahun ini lebih lancar, hingga lebih cepat sampai ke kampung halaman. Kenyataan ini juga disampaikan Prof Dr Mohamad Mahfud MD, saat ia mudik ke kampung tempat kelahirannya di Pulau Madura. Pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini disampaikan dalam acara talk show di salah satu stasiun TV swasta nasional, baru-baru ini. Mahfud mengapresiasi kerja keras pemerintah yang dari tahun ke tahun selalu ada kemajuan, terutama kaitannya dengan transportasi dan infrastruktur serta upaya lainnya yang telah dilakukan.

Mahfud MD dalam acara di Kompas TV (Foto: SS dari video acara tersebut)

Lancarnya arus mudik tahun ini antara lain karena adanya beberapa ruas jalan tol baru, semisal Tol Trans-Jawa dan Tol Trans-Sumatera. Sehingga dengan demikian dapat mengurangi kepadatan di jalur arteri. Kecuali itu, ditopang pula dengan upaya lainnya, semisal rekayasa lalu lintas khusus pemudik, pengadaan armada bus untuk mudik gratis jauh-jauh hari sebelum hari raya, dan lain sebagainya.

Lebih lancarnya arus mudik tahun ini juga disikapi oleh sejumlah warganet dengan guyonan segar di media sosial. Satu misal, pernyataan Prastowo Yustinus, seorang ahli perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) yang menulis di akun Twitter-nya, @prastow, tentang mudik yang ia jalani tahun ini hanya ditempuh dalam waktu 6 jam dari Cibubur menuju Semarang, Jawa Tengah.

Dalam cuitannya yang diunggah pada Minggu (2/6/2019) pukul 21.44 WIB, Prastowo menulis:

Pak @jokowi, bagaimana ini? Saya mudik Cibubur-Semarang 6 jam, sudah termasuk dua kali istirahat di rest area. Apa nggak bisa lebih lambat gitu Pak?

 

Pernyataan Prastowo dengan kalimat guyonan atas mudik yang dijalaninya itu, disuka dan di-retwitt oleh ribuan warganet yang lain serta mengundang beragam komentar. Sebagian besar adalah komentar senada yang juga disampaikan dengan kalimat guyonan. Satu di antaranya komentar dari akun @wakadol2012 yang menyebut pemerintahan Jokowi sebagai rezim yang paling zalim.

Merespon cuitan Prastowo, @wakadol2012 selengkapnya menulis:

ini rezim paling dzalim. kemacetan itu tradisi. koq dihilangkan sih?

Sementara itu, warganet yang lain bernama Arif I. Mahmud, melalui @aarifimam, membalas @prastowo dengan komentar: “ini bukan budaya kita!!! mudik kok ga macet…apa apaan ini…”

Lalu, Ana Natalia @prue_annat, mengomentari: “Mudik lancar ini pasti budaya barat.

Kemudian, Taufiq Maulana melalui @taufiqmaulana23 berkomentar:
Ini pasti mudiknya curang, terstruktur, sistematis dan masif. Harus dilakukan pembatalan mudik atau mudik ulang..

Sedangkan seorang warganet yang lainnya lagi, Cak Awan, melalui @whaonekun, mengisahkan perkataan tetangganya yang sebelumnya, mungkin, suka nyinyir; tapi kini ia merasa nyaman saat mudik.

Betul ini.. Barusan aja tetanggaku keceplosan, enak skrg bawa mobil dr jkt cepet biasanya males bawa.. Wkwkwkwk… Mau tak ingetin postingan yg dulu2 kok kesian,” demikian tulis Cak Awan.

Sementara itu, akun @AzmiFaiqoh
membalas @prastow dengan kalimat: “Tegal-Weleri, jaman dulu minimal 3 jam. Sekarang cukup 50 menit, ini beneran kaya beli waktu. Bayar 100rb an masih kejangkau lah. Dari pada gelisah karenJot di pantura. Semoga arus balik juga tetap lancar.

Membalas cuitan @AzmiFaiqoh, Andi Signori melalui akun @andisubagyo3 berkomentar: “Baca kata “bayar” artinya pembangunan jalan tol adalah murni bisnis.. jika bicara bisnis maka kenaikan harga tol pasti akan terjadi..

Di luar komentar para warganet tentang arus mudik kali ini, dari pengalaman Padasuka.id saat menyusuri ruas Tol Trans Jawa, dari Jakarta menuju Surabaya, jauh lebih lancar. Walau ada beberapa titik yang tersendat namun para petugas bekerja keras untuk mengurainya. Hal yang menarik juga, di semua rest area baru yang belum ada SPBU-nya disediakan mobil-mobil tangki BBM, tenaga medis, dan keperluan para pemudik lainnya. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

1 Comment

1 Comment

  1. R. Syarif Rahmat RA

    7 Juni 2019 at 6:32 am

    Allah merahmati pemimpin yang memperhatikan kepentingan rakyatnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top