Kabar

Saat Mudik, di Malam Terakhir Mereka Membuka Majelis Munajat

Padasuka.id,- Bagi masyarakat yang mudik lebaran tahun ini, sebagiannya sudah kembali ke kota tempat asal mereka bekerja (merantau). Namun sebagian yang lain lagi, terutama yang berwira usaha mandiri, masih menikmati indahnya kampung halaman sampai hari ke-7 lebaran, bahkan lebih. Karena, di sebagain wilayah masih ada lebaran kedua, yaitu 7 hari setelah tanggal 1 Syawal –seperti di daerah Madura yang disebut dengan “Telasen Tong Areh.”

 

Sebelum meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib lagi ke kota, pada umumnya para perantau menggelar acara doa bersama dan sejenisnya. Semua ini dilakukan, dengan harapan agar selamat dalam perjalanan serta usaha (pekerjaan) yang akan kembali dijalani bisa berjalan lancar, aman, berlimpah rizki, dan barokah. Hal serupa ini, juga dilakukan oleh sekelompok perantau asal Desa Srengseng, Kecamatan Pager Barang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Seperti pernah diberitakan di media ini, para perantau asal daerah tersebut, di daerah mereka bekerja, yakni di DKI Jakarta dan sekitarnya, membentuk satu majelis pengajian yang diisi dengan pembacaan Kitab Munajat Kumpulan Wirid dan Doa-doa Al-Qur’an, secara berjamaah. Maka, saat mereka mudik, amaliah qur’aniyah itu tetap mereka amalkan secara berjamaah pula di kampung halamannya. Begitu juga ketika akan kembali lagi ke Jakarta, dengan tetap berjamaah mereka menggelar pembacaan Kitab Munajat di Mushalla Baitul Muttaqin, Jl Rimbani, Desa Srengseng, Sabtu malam, 8 Juni 2019.

Sebelum meninggalkan kampung halaman, kami para pemuda dan pemudi perantau Desa Srengseng, Pager Barang, Tegal, melaksanakan doa bersama dengan membaca Kitab Munajat,” ungkap Agus Arif Adha, salah seorang penggiat Majelis Munajat Srengseng, seusai acara di Mushalla Baitul Muttaqin, Sabtu malam (8/6).

Majelis Munajat Srengseng yang biasa aktif di perantauan, yakni di Jakarta dan sekitarnya, malam itu kumpul bareng sesama perantau yang ada di desa tersebut. Tampak para pemuda dan pemudi sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acaranya. Selain para perantau, dalam acara ini juga dihadiri oleh anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), dan para sepuh setempat.

Dalam acara ini, pembacaan wirid Munajat dipimpin oleh Mohammad Iqbal dan pembacaan do’a Munajat oleh Agus Arif Adha. Kemudian dilanjutkan dengan siraman rohani berisi motifasi menuju kebaikan oleh M Ali Sepudin.

Alhamdulillah, selain IPNU dan IPPNU, juga dihadiri oleh sesepuh desa, yaitu Ustadz Mohammad Noeh, pengurus mushalla, dan lain-lain,” tutur Agus lalu melanjutkan.

Selesai acara, alhamdulillah ada respon positif dari sesepuh desa tentang pembacaan Mitab Munajat. Beliau mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan para perantau, khususnya Majelis Munajat Srengseng yang ada di Jakarta dan sekitarnya,” imbuh Agus.

Hal menarik, pada malam pembacaan Kitab Munajat berjamaah yang terakhir bagi para perantau di desanya, malah menjadi momentum pembukaan Majelis Munajat di mushalla tersebut.

Jadi, ini merupakan malam terakhir dan malam pertama. Kami yang perantau merupakan malam terakhir karena akan segera berangkat, sekaligus juga menjadi malam pertama dalam pembukaan Majelis Munajat di Mushalla Baitul Muttaqin ini,” pungkas Agus.

Sebagai informasi tambahan, pada malam sebelumnya, yakni Jum’at malam Sabtu, 7 Juni 2019, pembacaan Kitab Munajat berjamaah dilaksanakan dalam acara Forum Silaturahim Perantau Srengseng, di kediaman Cang Ali yang lokasinya berdekatan dengan Mushalla Baitul Muttaqin. (SM/AA)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top