Kabar

Uji Nyali di PDS dengan Flying Fox; Olahraga Atasi Acrophobia

Padasuka.id,- Rasa takut pada ketinggian atau lazim disebut, ‘acrophobia,’ pada dasarnya adalah salah satu jenis ‘phobia’ yang umum. Namun begitu, jika rasa takut pada ketinggian itu berlebihan maka akan menimbulkan gelisah atau gugup jika berada di ketinggian –sampai pada batas yang irasional. Walau sebenarnya, tubuh manusia memiliki pertahanan alami terhadap bahaya, seperti melompat dari tebing dalam kondisi tertentu. Namun, hal ini akan menjadi masalah jika insting rasa takut alami yang dimiliki berubah menjadi paranoia atau ketakutan yang di luar batas normal.

Ketakutan irasional pada ketinggian, bahkan ada yang sampai tidak berani naik pesawat terbang, masih dapat disembuhkan dengan berbagai terapi. Di luar terapi psikologi secara khusus, satu di antaranya dapat dilatih dengan olahraga yang dapat menantang rasa takut itu sendiri, semisal Flying Fox dan sejenisnya.

Pohon peluncur sling flying fox di PDS yang berpanorama ke Danau Toba

Pengunjung PDS sedang melakukan flying fox

Nah, bagi anda yang ingin mengobati rasa takut ketinggian dengan flying fox, atau sekedar ingin uji nyali sambil menikmati indahnya alam Simalungun dan Danau Toba, silahkan datang ke wahana wisata Panatapan Dolok Sipintuangin (PDS). Satu obyek wisata alam perbukitan yang memiliki pemandangan langsung ke Danau Toba yang ditumbuhi pepohonan tinggi berjejer sebagai sarana olahraga dan permainan ekstrem.

PDS berada di jalur Jl Simarjarunjung, Parik Sabungan, Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tepatnya di areal perbukitan Kampung Sipintuangin.

Di wahana wisata ini, Anda bisa memilih beberapa jenis permainan ekstrem, mulai dari fliying fox, sky bike (sepeda gantung), sky swing (ayunan ekstrem), highropes (jembatan balok bergantung pada tali temali), dan lain-lain. Selain dapat bermain dan berolahraga, anda juga bisa mengabadikannya dalam gambar oleh fotografer handal. Dan yang terpenting, semuanya ditangani serta didampingi oleh tenaga ahli, sehingga dapat menjaga keselamatan anda.

Sejumlah contoh peralatan flying fox (Istimewa)

Mengenal Flying Fox
Istilah ‘Flying Fox,’ sebelumnya lebih dikenal sebagai ‘Kalong,’ yakni merujuk pada kelelawar pemakan buah yang berukuran besar. Dalam bahasa Inggris, kalong biasa dikenal sebagai Giant Fruit Bats atau Flying Foxes. Walau secara kebahasaan, Flying = Terbang, Fox = Rubah –nama binatang. Dinamakan demikian mungkin karena wajah kalong jenis ini menyerupai hewan rubah. Lantas kenapa permainan ekstrem tersebut dinamai jenis hewan ini? Mungkin karena pola bergelantungannya dianggap mirip.

Kemudian, secara umum istilah ‘Flying Fox’ sering digunakan sebagai istilah yang mengacu pada aktivitas yang menggunakan zip line (yang terdiri dari katrol yang digantungkan ke wire atau kabel baja) berskala kecil, yang biasanya digunakan untuk permainan anak-anak. Demikian, seperti diurai dalam adventuretravel.co.id (7/10/2016).

Lebih lanjut diungkapkan, Flying Fox adalah istilah yang digunakan dalam Bahasa Inggris Australia dan Selandia Baru. Namun di negara ini, flying fox mengacu pada peralatan zip line profesional, sehingga skalanya lebih besar dari sekedar untuk permainan anak-anak. Di masa lalu, di pedalaman Australia, flying fox digunakan untuk mengantarkan makanan, rokok, atau alat-alat lainnya kepada orang-orang yang bekerja di sisi lain dari sebuah “hambatan” yang menjadi penghalang antara si pengirim dan si penerima, misalnya seperti sungai yang besar.

Ir H Tri Joni Susanto, pemilik PDS saat mempraktekkan flying fox di wahananya

Dijelaskan pula, bahwa di beberapa negara, istilah permainan adventure ini berbeda-beda, seperti: Zip Line, Sypline, Aerial Runway, Aeiral Ropeslide, Death Slide, atau Foefie Slide, dengan bentuk yang berbeda-beda pula. Untuk itu, permainan flying fox di Indonesia berarti diadaptasi dari yang berada di Australia.

Kembali lagi pada flying fox yang ada di PDS. Permainan ekstrem di wahana wisata ini, memiliki sling baja luncur yang cukup panjang dari ketinggian pohon yang berpemandangan Dana Toba menuju areal jejeran pohon di balik bukit. Sehingga, kepuasan anda dalam meluncur serasa terbang akan lebih berkesan. Penasaran ingin mencoba? Datang saja ke PDS. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top