Kabar

Ngalap Berkah: Kupatan Kanjeng Sunan Muria Diserbu Ribuan Warga

Padasuka.id,- Telah menjadi tradisi di beberapa daerah, selain merayakan Idul Fitri pada 1 Syawal dalam kalender Hijriyah, sepekan kemudian sebagian ummat Islam di negeri ini merayakan lebaran kedua. Yakni, “Lebaran Ketupat” yang dalam istilah Jawa disebut “Riyoyo Kupat,” atau disingkat menjadi, “Kupatan,” saja. Sedangkan dalam istilah Madura disebut, Telasen Topa’. Penggunaan kata Ketupat, karena dalam lebaran ini dimeriahkan dengan hidangan ketupat. Adapun cara memeriahkannya sangat beragam di masing-masing daerah.

Untuk daerah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, setidaknya terdapat dua lokasi perayaan Kupatan yang sangat meriah, yakni di area makam Sunan Kudus dan makam Sunan Muria. Di dua tempat kramat ini, Kupatan diselenggarakan dengan membuat gunungan ketupat beraneka ragam lalu dikirab.

Iring-iringan Kirab Kupat Kanjeng Sunan Muria

Rabu (12/6/2019) atau sepekan setelah Idul Fitri, ribuan warga berkumpul mengikuti pelaksanaan prosesi “Kupatan Kanjeng Sunan Muria,” di Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Tampak dalam pantauan di lokasi acara, ribuan ketupat digantungkan pada gunungan yang dicampur dengan buah-buahan dan lainnya serta dihias indah menggunakan janur, kemudian dikirab. Sebelumnya, gunungan ketupat yang berasal dari berbagai desa di daerah ini, didoakan di makam Sunan Muria lalu ditandu dan dikirab ke Taman Ria Colo. Dalam prosesi kirab diiringi dengan tabuhan Terbang Papat.

Setelah iring-iringan kirab sampai di arena Taman Ria Colo, gunungan ketupat diletakkan di depan panggung. Acara lalu dilanjutkan dengan berbagai kesenian tradisional. Setelah itu, tibalah saatnya perwakilan desa membaca doa di depan panggung. Nah, pada saat doa berlangsung (belum berakhir) sejumlah warga mendekati gunungan lalu mengambil ketupatnya dan disusul oleh yang lain hingga kemudia terjadi rebutan. Tak pelak lagi, suasana jadi riuh. Melihat kondisi ini, panitia segera menenangkan warga, namun tak dihiraukan. Agaknya, hal ini menjadi bagian paling asyik bagi warga. Sehingga tidak lama berselang, gunungan pun hanya tersisa kerangkanya saja.

Para pengunjung Kupatan Kanjeng Sunan Muria ini, bukan hanya warga sekitar melainkan ada yang datang dari luar daerah. Satu misal, melansir dari Detikcom, seorang pengunjung bernama Mujahidin (40) sengaja datang dari Kabupaten Brebes. Menurutnya, jauh-jauh ia datang ke Muria, selain untuk berziarah ke makam Kanjeng Sunan Muria, juga untuk ikut berebut ketupat dengan niatan ngalap berkah.

Saya sengaja ikut meramaikan. Saya ikut rebutan ketupat barusan,” kata Mujahidin kepada Detikcom di saat ia mengumpulkan banyak ketupat yang diambil dari gunungan.

Acara ini juga dihadiri oleh para tokoh masyarakat serta sejumlah pejabat setempat. Tampak hadir pula, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Kasmudi, Bupati Kudus, M Tamzil, dan lain-lain. (AF)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top