Kabar

Gambaran Nusantara dalam Rajutan Benang Sang Nenek

Padasuka.id – Jawa Barat. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangkum kepulauan Nusantara menjadi salah satu materi ceramah KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, saat mengisi acara Halal Bihalal dan Santunan Anak Yatim Paguyuban Pedagang Mie & Bakso (Papmiso) Indonesia di daerah Kaliabang Nangka, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/6/2019).

Kemasan acara yang masih dalam suasana Idul Fitri ini, Kiai Syarif mengurai tentang pentingnya menjaga segala kebaikan yang telah diupayakan di saat puasa Ramadhan. Pada saat puasa, lanjutnya, berbagai amal ibadah dilakukan dan segala hal yang dilarang agama ditinggalkan. Namun ketika lebaran tiba, kebanyakan orang malah melupakan apa yang telah dirintis di saat Ramadhan berlangsung. Maka itu, tandasnya, momentum halal bilalal ini semestinya dijadikan satu pengingat agar apa yang telah diuapayakan sebelumnya, senantiasa dipertahankan hingga tetap meraih predikat sebagai insan yang bertakwa.

Dari uraian di atas, kiai yang akrab disapa Kanjeng Sunan tersebut lalu mengutip Surat An-Nahl ayat 92:

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَٰثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَٰنَكُمْ دَخَلًۢا بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِىَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ ٱللَّهُ بِهِۦ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Artinya:
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”

Terkait dengan ayat ini, Kanjeng Sunan bukan hanya menggambarkan pada persoalan ibadah selama bulan puasa yang dirusak setelah lebaran tiba, melainkan juga dielaborasi pada persoalan negeri. Betapa susahnya perempuan tua yang digambarkan dalam ayat itu saat merajut benang, namun setelah menjadi selembar kain yang indah, malah dirusaknya sendiri. Berkenaan dengan kondisi bangsa, ditegaskan oleh Kanjeng Sunan, bahwa keutuhan NKRI yang sudah dirintis dengan susah payah oleh para pendiri bangsa jangan sampai dirusak. Jangan sampai tercerai berai. Maka, melalui momentum halal bihalal ini diserukan kepada semua jamaah untuk senantiasa menjaga kerukunan dalam berbangsa dan bernegara agar persatuan dan kesatuan tetap tercipta.

Dalam pantauan langsung di lokasi halal bihalal, selain dihadiri oleh masyarakat umum dan anggota Papmiso, acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, pejabat setempat, serta sejumlah penggiat PADASUKA dan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Bekasi. Tampak hadir pula, Ketua PC NU Kota Bekasi, Drs KH Madinah; Wakapolres Kota Bekasi, Eka Mulyana; Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono. Tidak ketinggalan, Dirut PT Sinar Sosro, Sukowati Sosrodjojo, turut hadir dalam acara ini serta menyampaikan kata sambutannya. (SM)

Penggiat PADASUKA Bekasi

Santunan anak yatim

Foto bersama seusai acara

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top