Kabar

Sisi Lain Masjid Agung Surakarta: Salah Rehab, Tiangnya Diserang Rayap

Padasuka.id,- Surakarta. Seperti telah diberitakan, Sabtu malam (6/7/2019) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Jawa Tengah menggelar Pengajian dan Munajat Kubro di Masjid Agung Surakarta. Yakni, bangunan masjid bersejarah peninggalan Sunan Pakubowono III yang berdiri di kawasan Pasar Kliwon atau sekitar Alun-alun Utara Keraton Surakarta bagian barat. Di balik keanggunan dan megahnya masjid yang pembangunan awalnya dilakukan pada sekitar 1749 M tersebut, ternyata beberapa tiangnya saat ini mengalami kerusakan akibat kesalahan rehabilitasi pada 2005 lalu.

Kerusakan itu diketahui sejak April 2019 atau sebelum Ramadhan 1440, yang terjadi pada ‘Saka Rawa’ atau tiang kayu pendamping di ruang utama Masjid Agung Surakarta. Tiang nomor enam dan lima mengalami keretakan dan diserang rayap. Mengetahui hal itu, pihak masjid segera menyemprotkan insektisida sebagai langkah awal untuk membasmi rayapnya terlebih dahulu. Kemudian, pihak masjid menghubungi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Kami baru sadar ada kerusakan sesaat sebelum Bulan Puasa. Kami lihat kok retak. Retaknya juga tidak di satu tempat. Akhirnya kami menghubungi BPCB untuk melakukan pengecekan,” ungkap Pengurus Bagian Rumah Tangga Masjid Agung Surakarta, Mustakim, saat ditemui awak media.

Salah satu tiang (saka rawa) Masjid Agung Surakarta yang sedang diperbaiki

Setelah diketahui penyebabnya, kemudian dilakukan proses perbaikan yang dimulai sejak Senin (1/7/2019) lalu. Dengan begitu, saat berlangsungnya acara Pengajian dan Munajat Kubro yang sekaligus dilakukan pelantikan pengurus DPW PADASUKA Jawa Tengah, masjid ini sedang dilakukan perbaikan pada tiang penyangga di ruang utama yang mengalami kerusakan.

Melansir dari detikcom, arkeolog pendamping perawatan Masjid Agung Surakarta, Hareza Eko Prihantoro, mengungkapkan bahwa kerusakan ini terjadi akibat kesalahan dalam rehabilitasi pada 2005.

Waktu itu (2005) sudah dilakukan perbaikan, tapi ada kesalahan dalam rehabilitasi, pakai bahan yang tidak tepat,” tutur Hareza saat ditemui di lokasi masjid, Sabtu (6/7/2019).

Hareza menemukan adanya cor di dalam tiang saka rawa yang rusak. Menurutnya, bahan cor tersebut membuat kayu jadi rapuh. Selain itu, kandungan glukosa dalam kayu juga mengundang rayap berdatangan.

Air pada bahan cor terperangkap di dalam sehingga glukosa pada kayu muncul. Makanya saya lihat ada koloni rayap yang cukup banyak di dekat cor,” terang Hareza.

“Padahal dalam Undang-Undang Cagar Budaya, rehabilitasi itu harus memperhatikan original material. Seharusnya bahan kayu diganti dengan kayu,” tandasnya.

 

Masjid Agung Surakarta tampak depan, dari sisi halaman di dalam gerbang

Diungkapkan pula, selain saka rawa nomor enam, saat ini saka rawa nomor empat juga sedang diperbaiki. Secara berkala, perbaikan juga akan dilakukan pada saka rawa nomor lima dan nomor satu.

Pengerjaan diperkirakan rampung dalam tiga pekan. Ini kan bukan proyek, jadi tidak ditarget. Malah nanti kalau harus cepat jadi bumerang, karena hasilnya tidak optimal,” terang Hareza saat ditanya berapa lama waktu yang diperlukan dalam perbaikan. (*)

Editor M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top