Kabar

Hati-Hati..!! Ada ‘Lubang Maut’ di Jalan Raya Lintas Selatan Madura

Padasuka id – Madura. Maraknya pembangunan infrastruktur di tanah air, ternyata tidak menyentuh semua daerah. Termasuk daerah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ibu kota provinsi. Satu misal, yang terjadi di jalan raya lintas selatan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Di beberapa bagian jalan raya yang mengakses dari Kota Bangkalan, Jembatan Suramadu dan sekitarnya menuju Kabupaten Sampang lintas selatan tersebut mengalami kerusakan yang sangat serius. Selain karena aspalnya yang mengelupas lama, retak parah hingga kondisinya tinggi sebelah, bergelombang dan penuh kubangan, sampai berlubang dalam karena terjangan gelombang.

Kondisi salah satu ruas jalan di Desa Serabi Barat yang rusak parah

Kondisi jalan yang sedemikian parah itu tentu sangat dikeluhkan oleh warga. Baik oleh pengguna jalan raya maupun oleh penduduk setempat. Sebab, selain menjadikan hambatan lalu lintas, bagi warga yang tinggal di sekitar jalan raya yang rusak, jika musim kemarau tiba, debunya berhamburan sampai ke teras rumah. Sementara di musim penghujan, jalanan licin dan berlumpur, akan membawa bercak lumpur sampai ke halaman rumah.

Tampak pengendera sepeda motor yang susah mencari ruas jalan yang baik di jalan lintas selatan Madura wilayah Kecamatan Modung

Dari pantauan Padasuka.id, Minggu (7/7/2019) untuk wilayah yang mengalami kerusakan parah terjadi di daerah Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Setidaknya, untuk wilayah kecamatan ini, kerusakan jalan terhitung mulai dari sebagian Desa Patenteng, Desa Serabi Barat, Desa Pangpanjung, sampai Desa Patereman –desa paling timur bagian selatan kecamatan ini. Dari keempat desa tersebut, kondisi jalan yang mengalami kerusakan nyaris merata terjadi di Desa Serabi Barat dan Desa Pangpajung.

Untuk Desa Serabi Barat, kerusakan terhitung mulai dari batas desa bagian barat hingga bagian timur. Yang mana, wilayah desa ini di bagian selatannya diapit oleh Desa Patengteng di sebelah barat dan Desa Pangpajung di sebelah timur. Kondisi kerusakan di wilayah ini mulai dari aspal yang mengelupas parah, penuh kubangan, hingga retak parah yang membuat sebagian ruas jalannya miring. Kondisi ini sangat membahayakan para pengendara.

Akibat kondisi tersebut, menurut warga sekitar, tidak jarang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat terjatuh. Bahkan, beberapa bulan lalu, pernah terjadi kecelakaan yang menimpa mobil tanki milik Pertamina. Diduga karena supir tidak dapat mengendalikan keseimbangan akibat kondisi jalan yang miring saat menurun, sementara kondisi tankinya berisi BBM (berat) akhirnya mobil itu terguling.

Lubang jalan akibat abrasi di Desa Panpanjung yang membahayakan

Kemudian, di Desa Panpanjung, sebagian ruas jalannya masih ada yang beraspal, tetapi di sebagian yang lain, misalkan di daerah Kampung Klompang sampai bagian barat Kampung Gumong, kondisi aspalnya nyaris mengelupas semua dan sebagian jalan penuh kubangan.

Dari Kampung Gumong, ke timur lagi menuju Kampung Dherih sampai Gilin, di beberapa titik ruas jalannya terdapat lubang yang cukup dalam. Lubang-lubang itu terjadi akibat abrasi. Yang mana, ruas jalan di wilayah ini berada persis di samping bibir pantai selat Madura. Akibat tanggul semennya diterjang gelombang, membuat sebagian badan jalan berlubang dari bawah. Dan, di salah satu lubang tersebut pernah terjadi musibah sampai merenggut nyawa seorang pemotor.

“Lubang-lubang itu sudah lama, ya selama kerusakan jalan di jalan raya lintas selatan ini. Ya sudah setahun, mungkin lebih ya. Tapi ndak dibetul-betulin juga. Padahal, di salah satu lubang itu, sekitar setahun lalu pernah terjadi musibah. Seorang pengendara sepeda motor yang membonceng istrinya pulang berobat dari Puskesmas, terjatuh lalu meninggal dunia. Menurut saksi mata, saat itu dia dari arah timur lalu berpapasan dengan mobil dari arah barat, mungkin karena gugup, ke kanan kena mobil, dia laju terus, jatuhlah di lubang itu. Sedangkan istrinya tidak apa-apa, cuma lecet. Karena pernah makan korban sampai meninggal dunia, maka ada warga yang menyebut lubang itu dengan sebutan lubang maut,” ungkap Abdullah seorang warga sekitar.

Kondisi yang hampir serupa, tetapi tidak separah ini, terjadi di beberapa ruas jalan di Desa Patereman.

Masih masuk wilayah Kecamatan Modung, jalan rusak juga terjadi pada akses jalan raya yang menuju daerah Blega. Yakni, daerah yang berada di jalan raya lintas utara Madura yang mengakses semua rute, mulai dari Kabupaten Bangkalan hingga Kabupaten Sumepep –ujung timur Pulau Madura. Walau tidak semua ruas jalannya rusak, namun di beberapa bagian, kerusakannya dapat membahayakan para pengendara.

Salah satu ruas jalan di Kecamatan Modung yang aspalnya mengelupas semua

Atas rusaknya jalan raya yang menahun itu, semua warga yang diwawancarai, merasa kecewa terhadap kinerja pemerintah, khusunya pemerintah daerah setempat.

“Pak Presiden katanya galakkan infrastruktur, masak buat betulin jalan yang parah kayak ini saja pemda ndak bisa. Apa ndak lapor atau bagaimana, orang kecil kayak kami ini ndak paham. Tapi ya aneh aja, kok bisa jalan utama lintas selatan yang menjadi rute dari Suramadu, ancor-ancoran kayak ini. Selain bikin susah warga, juga bikin malu kan?” Ungkap Muhammad, salah seorang warga Kecamatan Modung dengan nada kesal.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top