Kabar

Usai Dilantik, Ketua PADASUKA Jateng Ajak Wakafkan Potensi Diri

Padasuka.id – Surakarta. Perhelatan agung Pengajian dan Munajat Kubro di Masjid Agung Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu malam (6/7/2019) sekaligus juga menjadi mementum Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Jawa Tengah. Terpilih sebagai ketua, Ust. Mohammad Wiyanto, penasehat Majelis Munajat PADASUKA Solo Raya yang juga pengasuh Pondok Pesantren Daarul Muthola’ah, Kalioso, Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah.

Pembacaan sumpah pelantikan

Dua hari setelah pelantikan, melalui keterangan tertulis yang diterima Padasuka.id, Senin (8/7/2019), Ustadz Wiyanto mengajak segenap jajaran pengurus DPW PADASUKA Jawa Tengah khusunya dan jamaah PADASUKA secara umum, agar tidak menjadikan momentum tersebut sebatas seremonial semata.

Saudaraku, malam Ahad 6 Juli 2019 yang lalu kita bersama-sama telah dipercaya oleh Guru Mulia kita, KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA untuk mengemban amanah menjadi Dewan Pengurus DPW PADASUKA Jawa Tengah. Sebuah perhelatan sakral yang juga telah menjadi ketetapan Ilahiyah, semoga menjadi berkah bagi kita dan sesama,” tulisnya lalu melanjutkan.

Saudaraku, semoga momentum tersebut tak hanya menjadi momen formalitas ceremonial dan kebanggaan belaka, tetapi juga menjadi mementum tergugahnya hati dan semangat untuk menjadi manfaat bagi orang lain. Menjadi mementum dicanangkannya ‘pewakafan’ potensi diri bagi tersyiarnya agama Allah di Jawa Tengah melalui wadah Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga dengan amaliyah Munajat-nya. Bersyukur pada Allah karena telah diberikan kesempatan untuk pembuktian syukur atas semua karunia kenikmatan dengan ‘kumawulo’ sebaik-baiknya ke hadirat Allah yang Maha Berkehendak. Maka, mari saudaraku kita bergandeng tangan dengan semangat kebersamaan dan silaturrohim untuk memberikan ‘pengabdian’ terbaik bagi Guru dan PADASUKA karena Allah SWT.”

Selanjutnya, Ustadz Wiyanto juga mengajak jajaran pengurusnya agar mempersembahkan potensi terbaik dalam diri untuk 5 tahun ke depan bagi perkembangan PADASUKA melalui jamaah Majelis Munajat.

Inisiasikan ide-ide cemerlang bagi pemaksimalan PADASUKA kepada umat, MUNAJAT hal yang paling pokok bagi PADASUKA, akan tetapi ke depan berbicara PADASUKA tidak hanya sekedar Munajat, tetapi juga ‘menabur kemanfaatan’ dalam berbagai sendi kehidupan, dari tumbuh kembangnya ilmu, dari tumbuh kembangnya syiar Islam, dari tumbuh kembangnya tradisi dan budaya adiluhung Nusantara, dari tumbuh kembangnya dan kuatnya ekonomi kerakyatan, dan dari semakin baiknya akhlak dan moralitas generasi bangsa,” ajak Ustadz Wiyanto seraya memberikan semangat.

Pada bagian akhir, ia menulis, “Sekali lagi, selamat dan terimakasih untuk semua saudara Padasukaku, jaga persaudaraan ini karena Allah, karena bersama ridho guru kita, kita jemput Ridho Allah. Salam PADASUKA..!! Nusantara Jaya..!!

Editor M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top