Kabar

Ajaib! Rambut RA Pemecutan Menjelma Pohon; dari Epos Menuju Ziarah

Padasuka.id – Denpasar. Sebelumnya telah diberitakan tentang keberadaan makam seorang muslimah di komplek Puri Agung Pemecutan, Denpasar, Bali –yang beragama Hindu. Yakni, makam Gusti Ayu Made Rai, putri Raja Pemecutan yang menikah dengan bangsawan Bangkalan, Madura, Pangeran Cakraningrat IV. Setelah menikah dengan pemimpin Madura bagian barat yang bertahta dari 1718 — 1746 M itu, Gusti Ayu lalu diboyong ke Bangkalan dan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Raden Ayu Siti Khotijah, yang juga dikenal dengan Raden Ayu (RA) Pemecutan.

Sebagai muslimah, RA Siti Khotijah dikenal taat menjalankan syariat Islam. Namun kelak di kemudian hari ketika ia menyambangi keluarga besarnya di Bali, prahara terjadi. Akibat salah sangka dari Patih Kerajaan Pemecutan, ia harus meregang nyawa dengan cucuk konde miliknya sendiri.

KHR Syarif Rahmat dan jamaah saat ziarah di makam RA Siti Khotijah

Demikian kisah yang disampaikan oleh juru kunci makamnya, Jro Mangku I Made Puger.

Singkat cerita, Jro Mangku menuturkan, setelah jasad RA Siti Khotijah dimakamkan dengan terhormat, kemudian tumbuhlah sebatang pohon setinggi 50 centimeter di tengah makamnya. Meskipun pohon itu dicabut, namun tumbuh kembali. Bahkan sampai tiga kali dicabut, tetap tumbuh kembali. Hingga akhirnya dilakukan upaya spiritual untuk mendapat jawabannya.

Kakek dan nenek saya yang saat itu ditugaskan menjadi juru kunci akhirnya bersemedi. Raden Ayu Siti Khotijah berpesan agar pohon yang tumbuh di tengah makam dipelihara dengan baik karena pohon ini tumbuh dari rambut beliau. Melalui pohon ini Allah SWT memberi mukjizat dan rizki kepada ummat yang berziarah,” terang Jro Mangku mengenai pohon kepuh yang kini tinggi menjulang di tengah makam tersebut.

Berdasarkan kisah seperti yang dituturkan Jro Mangku, masyarakat Bali lalu menyebutnya, “Pohon Rambut” atau “Taru Rambut.”

Terlepas dari kebenarannya, menelaah kisah ini secara utuh, menyiratkan sebuah epos kehidupan yang meramu nilai perjuangan hidup; antara derita, cinta, agama, dan prahara. Kecuali itu, secara utuh pula, para pelakonnya melibatkan tokoh dari tiga daerah (pulau) berbeda yang pada masa lalu saling bersaing kekuasaan. Yakni: Madura (Cakraningrat IV), Yogyakarta/Jawa (ulama guru Cangkranigrat IV), dan Bali, sebagai setting utamanya.

Berkenaan dengan Yogyakarta, Selasa sore (9/7/2019) seorang kiai berdarah Yogya dan sejumlah jamaahnya, melakukan ziarah di makam RA Siti Khotijah. Dialah KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA).

KHR Syarif Rahmat bersama Jru Mangku I Made Puger

Dari pantauan kontributor Padasuka.id, Amir Maulana, langsung di lokasi, Kiai Syarif bersama jamaah dari Jakarta yang ditemani sejumlah jamaah PADASUKA Bali tiba di Pemecutan pada pukul 17.00 WITA. Segera setelah tiba, Kiai Syarif memimpin pembacaan tahlil yang dilanjutkan dengan doa. Kiai yang akrab disapa Kanjeng Sunan ini, juga menuturkan kisah epik seperti diulas di atas. Selanjutnya, rombongan sempat menemui juru kunci makam RA Siti Khotijah, Jru Mangku. Sekitar setengah jam di Pemecutan, rombongan lalu meninggalkan lokasi.

Bagi jamaah yang baru kali pertama berziarah ke makam RA Siti Khotijah, menyampaikan kekagumannya karena terdapat makam muslimah di tengah komplek non muslim yang terawat dengan baik dan rapi. Sehingga menunjukkan, perbedaan keyakinan tidak lantas menjadi perbedaan dalam pelestarian dan perawatan makam.

Sementara itu, seorang jamaah yang sudah terbiasa berziarah di makam RA Siti Khotijah, yakni Ratu Nurhasanah Samran, mengisahkan peristiwa supranatural terkait dengan makam yang dikeramatkan tersebut. Seperti apa, ikuti pada edisi berikutnya.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top