Kabar

Gus Baha’ : Soal Bismillah, Syaikh Sudais Takut Sama Orang Surabaya

Padasuka.id,- Secara umum, kiai-kiai pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki selera humor yang tinggi. Itu sebabnya, mungkin, kalangan ulama tradisional ini selalu bersikap ‘santai’ atas satu permasalahan. Dalam pengertian, mereka tidak kaku dalam bersikap –walau umumnya tuntas dalam penyelesaiannya.

Oleh karena itu pula, tidak jarang kita dengar kisah-kisah lucu yang terlontar secara spontan dari pengajian-pengajian mereka. Baik dalam pengajian di atas panggung ceramah, dalam pengajian kitab kuning di pesantren, dan lain sebagainya. Berikut ini, akan diangkat humor segar bertabur ilmu yang disampaikan oleh KH Baha’uddin Nursalim (Gus Baha’) dalam rekaman pengajiannya yang dipublikasikan kanal Umar Aziz di YouTube (29/3/2019).

Gus Baha’ dalam satu pengajiannya (Foto: Istimewa)

Dalam rekaman tersebut, antara lain Gus Baha’ mengurai masalah shalat. Bahwa menurut kiai muda NU ini, dalam firkoh apapun yang namanya shalat bacaannya sama-sama menggunakan bacaan yang sudah ditentukan serta berbahasa Arab. Nah, saat mengupas Surat Al-Fatihah, anggota Dewan Tafsir Nasional tersebut memberikan contoh bacaan Fatihah dari seorang Imam dan Khatib Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad As-Sudais, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syaikh Sudais.

Sedunia shalat itu sama. Paling wong NU nyoal, Sudais tidak membaca Bismillah, seperti itu. Paling debatnya kan debat kecil.. Perkoro opo? Bismillah! Nanti, paling Ketua KBIB (mengatakan), yo membaca, tapi tidak banter…” Ungkap Gus Baha’ lalu mengisahkan saat dirinya shalat di belakang Syaikh Sudais.

Syaikh Sudais saat menjadi imam shalat di Masjid Istiqlal Jakarta, 14/Okt./2014 juga membaca basmalah dalam Surat Al-Fatihah. (Foto: Tangkapan layar video yang dimaksud)

Tapi saya (pernah shalat) di belakangnya (Sudais) pas, itu tidak dengar (dia baca Bismillah). Padahal menggunakan mik, hehehe..” tutur Gus Baha’ disertai tawa, lalu melanjutkan lagi.

Tapi nanti, (saat) Sudais diundang di Surabaya, (dia) baca Bismillah. Ya, Sudais yang terkenal itu. Di Masjid Akbar Surabaya, baca Bismillah. Ternyata dia, ya takut juga. (Saat) ditanya, “Limadza taqara’ Bismillahirrahmanirrahim?” (Kenapa Anda kok baca Bismillah…?). “Khaufan minal fitnah,” Weddhi fitnah (Takut fitnah), jawabnya. Takut juga dia sama orang Surabaya, hahaha.. (Di Surabaya) Sudais bisa baca Bismillah…” Ungkap Gus Baha’ disertai tawa renyah yang disambut geerr oleh jamaah.

Pada intinya menurut Gus Baha’ jika seseorang mengajinya lengkap dan tuntas maka tidak akan mudah menyalahkan orang lain. Sebab, ia tahu dasar dari apa yang dilakukan orang lain meskipun umpamanya tidak sama dengan apa yang ia lakukan sendiri, atau berbeda dengan kebiasaan yang umum. Gus Baha’ lalu menjelaskan satu riwayat tentang ulama yang tidak membaca basmalah dan riwayat lain tentang ulama yang membacanya.

Gus Baha’ mengambil contoh, satu riwayat seorang Ulama Tabi’in yang menasehati anaknya yang membaca basmalah dalam surat Al-Fatihah saat shalat.

Saya ini pernah shalat di belakangnya Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali; saya tidak mendengar¬†(Fa Lam Asma’) satu di antara mereka yang membaca Bismillah,” demikian satu keterangan dalam riwayat yang disampaikan Gus Baha’.

Namun demikian, lanjut Gus Baha’, Imam Syafi’i punya pendapat lain dengan merujuk kepada sabda Nabi Muhammad SAW. Dalam sabdanya, Nabi SAW menyatakan ketika malaikat Jibril mengajari Surat Fath, ia membaca basmalah. Maka untuk menghindari resiko, Imam Syafi’i membaca basmalah dalam Surat Al-Fatihah. Sementara pendapat Tabi’in di atas, menggunakan redaksi Fa Lam Asma‘ : “Saya tidak mendengar,” sehingga bisa jadi para Sahabat Nabi itu membaca basmalah, namun Tabi’in tadi tidak mendengarnya. Mengingat, kata “Tidak mendengar,” bisa saja karena ia berada di barisan belakang saat jadi makmum, karena gangguan pendengaran, karena riuhnya keadaan, dan lain sebagainya. (SM)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top