Kabar

Keramahan Mbah Moen dan Pesannya Pada Polisi Saat Menaiki Mobil Patwal

Foto : Istimewa

Padasuka.id,- Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, KH Maimoen Zubair, adalah ulama kharismatik yang dikenal sangat ramah dan bersahaja. Di usianya yang hampir 100 tahun, Mbah Moen, demikian sapaan akrabnya, juga masih aktif mengisi berbagai acara keagamaan dan kebangsaan di berbagai daerah. Walau sudah sepuh, suara Mbah Moen masih terdengar lantang dan jelas dalam memberikan paparan.

Mengenai keramahan dan kesederhanaannya, Padasuka.id pernah menyaksikan langsung saat menyertai jamaah Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) sowan di kediamannya, beberapa waktu lalu. Saat itu, rombongan yang dipandu langsung oleh Ketua Umum PADASUKA, KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, diterima Mbah Moen seusai shalat Shubuh di mushallanya. Hal yang menyentuh hati, saat itu kondisi Mbah Moen sedang kurang sehat, namun tetap berkenan menerima kehadiran kami. Melihat kondisi Mbah Moen, spontan Kiai Syarif memegang bagian kakinya yang disusul oleh Ust. Lukman HAR memegang bagian pundaknya. Mereka berdua tampak memberikan semacam terapi kepada ulama sepuh itu dengan sikap tawadhu’.

KHR Syarif Rahmat saat sowa ke KH Maimoen Zubair

Duduk bersandar pada tembok dengan posisi kaki diselonjorkan sambil “diterapi,” Mbah Moen pun menerima para jamaah yang ingin bersalaman. Kemudian, ia memberikan wejangan kepada kami tentang nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.

Sebagai ulama besar dan sangat terkenal, Mbah Moen tampak begitu bersahaja dan akrab dengan jamaah. Mengenakan pakaian yang sangat sederhana, dalam kondisi yang kurang sehat, Mbah Moen masih bersedia menerima kedatangan kami serta memberikan wejangan penuh makna.

Selain peristiwa di atas, berikut ini adalah kisah kebersahajaan Mbah Moen yang memilih naik mobil patwal polisi saat bertolak dari rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang, Selasa (9/7/2019) meskipun sudah disiapkan mobil mewah untuk mengantarnya.

KH Maimoen Zubair saat menaiki mobil patwal polisi (Foto: Istimewa)

Momen langka itu terjadi saat Mbah Moen akan menghadiri satu acara di Jakarta. Melansir dari Merdeka.com (11/7/2019), dari Rembang Mbah Moen dikawal mobil Patwal Satlantas Polres Rembang menuju Semarang. Namun karena tersisa waktu cukup lama sebelum penerbangan, ia memutuskan singgah terlebih dahulu ke rumah dinas Taj Yasin yang tak lain adalah putra kandungnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 16.15 WIB, Mbah Moen keluar dari rumah dinas Wakil Gubernur untuk menuju Bandara Ahmad Yani. Saat itu, mobil Toyota Alphard sudah siap mengantarkan, namun tiba-tiba Mbah Moen tidak berkenan naik. Justru memilih naik mobil patwal polisi, duduk di kursi bagian depan. Hal itu membuat Aipda Wuri Sutrisno yang mengemudikan mobil patwal terkejut.

Ya terkejutlah, tapi bercampur senang bisa mengemudikan mobil bersama tokoh Mbah Maimoen,” tutur polisi Satlantas Polres Rembang itu, Selasa (9/7/2019).

Aipda Wuri tidak menyangka, tokoh sekaliber Mbah Moen tiba-tiba memilih mobil patwal ketimbang Alphard. Menurutnya, banyak pelajaran berharga yang disampaikan oleh Mustasyar PBNU itu selama dalam perjalanan menuju bandara, termasuk mengingatkan untuk berhenti saat lampu merah menyala.

Mbah Maimoen selama perjalanan ke Bandara Ahmad Yani Semarang, sering mengingatkan untuk berhenti tiap kali lampu pengatur lalu lintas berwarna merah, seperti pengguna jalan pada umumnya,” tutur Aipda Wuri sambil menjelaskan, ia membawa laju kendaraan dengan pelan-pelan mengingat Mbah Moen sudah sepuh.

Aipda Wuri menambahkan, Mbah Moen juga sempat berbincang dan berpesan agar kepolisian sering-sering menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

Mbah Maimoen bilang, polisi nggak seperti dulu, sekarang polisi sudah berbaur. Beliau berpesan yang penting sering silaturahmi sama masyarakat,” terangnya.

Sebuah pesan berharga sekaligus motivasi bagi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas negara agar sering menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Mobil patwal yang membawa Mbah Moen, lanjut Aipda Wuri, kemudian tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, pada pukul 17.00 WIB lebih sedikit. (*)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Padasuka adalah singkatan dari Padepokan Dakwan Sunan Kalijaga

Organisasi ini bertujuan untuk memberikan dakwah yang menyinergikan antara sumber Al-Qur'an dan Hadits dengan pendekatan tradisional.

Copyright © 2017 Padasuka. All right reserved. Developed by Gizmologi

To Top