Kolom

Hukum Membaca Basmalah Pada Al-Fatihah dalam Shalat Menurut As-Syafi’i

Oleh: Ust. Ahmad Faujih, S.Pd.I

Sampai saat ini masih terjadi perbedaan mengenai hukum membaca Basmalah atau Bismillahir-rahmanir-rahim pada Surat Al-Fatihah di saat shalat. Untuk skala dunia, bisa saja hal itu menjadi sesuatu yang wajar mengingat adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama terdahulu. Namun untuk skala Indonesia yang umumnya bermadzhab Syafi’i, meninggalkan pembacaan basmalah pada Surat Al-Fatihah akan berimbas terhadap sah atau tidaknya shalat seseorang.

Sebagai gambaran mengenai keharusan seseorang membaca basmalah pada Surat Al-Fatihah di dalam shalat, berikut ini penjelasan Abu Abdullah Muhammad bin Idris As-Syafi’i, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Syafi’i dalam karya monomentalnya, “Al-Umm.”

Dalam Kitab Al-Umm, Bab Membaca Ummul Qur’an Setelah Ta’awwudz, Imam Syafi’i menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لا صلا ة لمن لم يقراء فاتحة الكتاب

Artinya :
“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah.”

Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

كل صلاة لم يقراء فيها باءم القران فهي خداج وهي خداج

Artinya :
“Setiap shalat yang tidak dibacakan padanya Ummul Qur’an, maka ia adalah kurang dan kurang.”

Lebih lanjut Imam Syafi’i menjelaskan, bahwa apabila meninggalkan satu huruf dari bacaan Ummul Qur’an, baik karena lupa atau lalai, niscaya tidak dihitung rakaat itu, karena orang yang meninggalkan satu huruf dari Ummul Qur’an tidak disebut sebagai orang yang membaca Ummul Qur’an dengan sempurna.

Lebih lanjut lagi Imam Syafi’i menjelaskan, bahwa Bismillahir-rahmanir-rahim termasuk Surat Al-Fatihah. Maka siapa orang yang meninggalkannya atau meninggalkan sebagian, maka rakaat shalatnya tidak memadai.

Imam Syafi’i berkata,”Telah sampai kepadaku bahwa Ibnu Abbas RA, mengatakan:

ان رسول الله صلي الله عليه وسلم كان يفتتح القراءة ببسم الله الرحمن الر حيم

Artinya :
“Sesungguhnya Rasulullah SAW memulai bacaan Ummul Qur’an dengan Bismillahir-rahmanir-rahim.”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: “Mu’awiyah pernah melaksanakan shalat di Madinah lalu ia menjahr-kan bacaan dengan membaca bismillahir-rahmanir-rahim untuk Ummul Qur’an dan ia tidak membaca Bismillah untuk surat setelah Surah Al-Fatihah sampai menyelesaikan bacaan itu.”

Pada bagian berikutnya, Imam Syafi’i mengemukakan riwayat dari Nafi’ dari Ibnu Umar, bahwasannya ia tidak pernah meninggalkan membaca Bismillahir-rahmanir-rahim untuk Surat Al-Fatihah dan surat sesudahnya. “Hal ini lebih saya sukai,” kata Imam Syafi’i.

Demikianlah penjelasan Imam Syafi’i mengenai hukum membaca basmalah pada Surat Al-Fatihah dalam shalat. Semoga bermanfaat.

Penulis adalah pengasuh Pesantren Safinatul Mubarok Prepedan, Jakarta Barat dan penggiat Majelis Munajat PADASUKA.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top