Anekdot

Kawin Lagi Tanpa Ijin Istri Pertama; Di Madinah Tak Bisa Bangun dari Kursi

Tanah suci, Mekkah-Madinah, ibarat rumah sakit untuk penyembuhan segala macam penyakit, termasuk penyakit hati. Karenanya, seringkali kita mendengar peristiwa di luar nalar yang terjadi di sana yang menimpa jamaah umrah atau haji. Ada kisah yang menakjubkan, ada pula kisah yang memilukan. Semua itu terjadi, mungkin saja karena tanah yang dimuliakan itu memang menjadi “rumah sakit” bagi sekalian manusia. Malahan ada yang mengistilahkan, Mekkah-Madinah adalah gambaran akhirat di alam dunia. Sehingga apa yang dilakukan di tanah air seringkali terungkap dengan sendirinya, bahkan terbalas, ketika berada di tanah suci.

Ustadz Muhsin Arifin (pegang mik)

Dalam acara ‘walimatus safar,’ Ust. Muhsin Arifin dan istri, Siti Rohmah, di kediamannya, Vila Pamulang, Pondok Petir, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/7/2019) diungkap beberapa kisah keajaiban terkait dengan tanah suci.

Adalah Ust. Muharrom Kurniawan, S.Ag, sebagai penceramah dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa Mekkah-Madinah adalah tanah yang dimuliakan dan menyimpan banyak keajaiban. Oleh karena itu, tuturnya lagi, banyak kisah-kisah di luar dugaan yang terjadi ketika orang menjalankan ibadah di tanah suci. Ia pun berpesan, agar dalam menjalankan ibadah haji, betul-betul tulus karena Allah SWT serta menghindari tiga hal yang menjadi larangan utama, yakni: “Laa Rafats, Laa Fusuq, dan Laa Jidal.” (QS: Al-Baqarah: 197)

Ustadz Muharrom Kurniawan

Seperti diungkap di atas, keajabaiban yang dialami jamaah di tanah suci ada kalanya satu peristiwa yang berbalut kebaikan, tidak sedikit pula yang sebaliknya. Malahan ada yang terbuka aibnya tanpa sengaja. Lagi-lagi Ustadz Muharrom berpesan, dalam beribadah ke tanah suci, agar selalu meluruskan niat dalam hati, serta akui saja jika punya kesalahan yang mungkin sebelumnya tertutupi.

Di hadapan tamu undangan yang hadir, Ustadz Muharrom lalu memaparkan sebuah kisah yang menimpa seorang jamaah calon haji. Pada satu musim haji, ungkapnya, ada seorang pria jamaah calon haji yang berangkat bersama istrinya; saat itu pesawatnya langsung menuju Madinah. Singkat cerita, ketika sudah mendarat di Madinah dan pesawat pun sudah berhenti dengan sempurna, pramugari mengumumkan bahwa para jamaah calon haji sudah diperbolehkan keluar dari pesawat. Bersama dengan itu, pria jamaah calon haji tadi segera mengikuti komando pramugari. Tapi ternyata, ketika hendak berdiri, ia tidak bisa. Ia pun jadi panik! Sementara sebagian penumpang yang lain sudah ada yang beranjak meninggalkan kursi pesawat.

Melihat yang lain sudah ada yang meninggalkan kursi, pria tadi semakin panik. Ia heran, kenapa dirinya tidak bisa berdiri sedangkan yang lain lancar-lancar saja. Ia lalu teringat, bahwa sebagai calon tamu Allah ia harus bersih dan jujur dalam berbuat. Seketika itu pula ia teringat satu perbuatannya yang memungkinkan sang istri sakit hati.

Dengan wajah pucat pria itu teriak memanggil pramugari minta tolong, seraya mengakui perbuatannya yang selama ini tidak diketahui sang istri.

Astaghfirullahal azhim… Mohon ampun ya Allaah… Saya ingin datang ke rumah-Mu untuk berhaji. Ijinkan saya ya Allaah… Selama ini saya memang salah pada istri saya. Kalau ini yang menjadi penyebab saya tidak bisa keluar dari kursi ini, ampunilah saya… Saya akui, selama ini diam-diam saya telah kawin lagi…” Kurang lebih demikianlah teriak pria itu yang membuat sang istri yang duduk di sampingnya seketika cemberut. Wajahnya mendadak merah padam.

Bukan hanya sang istri, sebagian penumpang yang lain pun tampak ada yang terperangah; ada pula yang tersipu. Tapi, mereka tidak bisa membantu karena memang sudah ada petugasnya.

 

Suasana tamu undangan di kediaman Ust. Muhsin Arifin

Menyimak paparan kisah Ustadz Muharrom, tamu undangan pun tampak terkesima. Mungkin mereka berfikir, sedemikian dahsyatnya cobaan untuk sampai ke tanah suci.

Kembali pada kisah di dalam pesawat, setelah pria itu memanggil-manggil pramugari, dari arah depan seseorang yang diharapkan dapat menolongnya itu datang menghampiri, kemudian menanyakan apa yang terjadi.

Ada apa pak, ada yang bisa saya bantu?” Tanya si pramugari ramah.

Begini Bu, saya ini punya dosa sama istri saya. Saya diam-diam kawin lagi tanpa sepengetahuan istri yang pertama. Mungkin karena dosa inilah yang menyebabkan saya seperti ini. Belum sampai tanah suci saja, saya sudah kena azab. Apa iya tanah suci tidak mau menerima kedatangan saya, sampai-sampai mau berdiri dari kursi ini saja saya tidak bisa…

Jadi, Bapak tidak bisa berdiri dari kursi ini?” Potong si pramugari sambil mengamati kondisi pria itu.

Iya Bu,” jawab pria itu polos.

Ya pantas Bapak tidak bisa berdiri dari kursi, lah itu sabuk pengamannya belum Bapak lepas…??!!” Papar Ustadz Muharrom menirukan perkataan pramugari yang disambut riuh tawa para tamu undangan yang hadir. (AF)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top