Wawasan

Kalam Hikmah dari Madinah: Shalawatan antara Adzan dan Iqamat

Pengantar Redaksi
Dari Madinah Al-Munawwarah, Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA), KHR Syarif Rahmat RA, SQ, MA, mengirimkan Kalam Hikmah-nya. Kali ini mengenai dalil yang menjadi landasan tradisi shalawatan antara adzan dan iqamat, berikut redaksi shalawatnya, yang umum dilakukan oleh kaum muslimin di Nusantara. Berikut ini paparannya:

Shalawatan Antara Adzan dan Iqamat

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ : ” أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ، ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ ، حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ ” . (رواه مسلم)

Artinya:
“Bila kalian mendengar seorang mu’adzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya. Kemudian bershalawatlah kepadaku, karena siapa bershalawat kepadaku satu kali, nisacaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali karena shalawatnya tadi. Setelah itu mohonkanlah kepada Allah agar Dia memberikan “Al Wasilah” kepadaku, karena “Al Wasilah” itu adalah kedudukan di dalam Surga yang hanya diberikan kepada seorang saja di antara hamba-hamba-Nya. Aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Oleh karena itu, barangsiapa memohonkan “Al Wasilah” untukku, maka layaklah ia mendapatkan Syafa’at.” (HR Muslim)

Melalui sabdanya ini, Rasulullah SAW memerintahkan ummatnya agar membaca shalawat dan memohonkan Wasilah untuknya ketika adzan selesai dikumandangkan. Selama ini pada umumnya kita hanya membaca do’a ini setelah mu’adzdzin mengumandangkan adzan:

اللهمَّ ربَّ هذه الدعوةِ التامَّةِ، والصَّلاةِ القائمةِ، آتِ محمدًا الوسيلةَ والفضيلةَ، وابعثْه مقامًا محمودًا الذي وعدتَه

Do’a ini sudah benar dan memang terdapat penjelasannya dalam Hadis Shahih. Tetapi do’a tersebut belum lengkap karena belum ada shalawatnya. Oleh karena itu kaum Muslimin Indonesia biasanya membaca shalawat antara adzan dan iqamat. Dan shalawat itu pun mengandung permohonan “Al Wasilah” untuk beliau SAW. Shalawat pujian itu berbunyi:

اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمّـــــــــــــــــــــــَدْ   ۞
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّــــــــــمْ
اللهم صَلِّ عَلَي مُحَمّـــــــــــــــــــــــَدْ   ۞
يَا رَبِّ بَلِّغْهُ الْوَســـيْـــــــــــــــلَةْ

Seruan ini sudah aku sampaikan beberapa tahun lalu. Dan kuulangi kali ini untuk mengingatkan barangkali ada di antara saudara-saudaraku yang lupa. Oleh karena itu perlu dihidupkan kembali membaca shalawat ini antara adzan dan iqamat, kiranya kita mendapatkan syafa’at Rasulullah SAW kelak pada hari kiamat. Amin.

Syarif Rahmat RA

(Madinah, Jum’at 2 Agustus 2019 Jam 05.18)

Catatan Redaksi
Artikel ini sebelumnya telah tayang pada: 4/8/2019

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top