Kabar

Panitia FPI Hadir dalam Kontes Ayam Pelung Garut Pangirutan. Ada Apa?

Padasuka- Garut. Minggu (4/8/2019), Himpunan Peternak & Penggemar Ayam Pelung Nusantara (HIPPAPN) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Garut, menggelar “Kontes Ayam Pelung Garut Pangirutan II,” di Jl Bayongbong, Garut, Jawa Barat. Pagelaran kontes ini dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74.

Ratusan kandang ayam pelung dalam kontes DPD HIPPAPN Garut

Dari pantauan di arena kontes, selain para peserta dan masyarakat umum, sejumlah tokoh juga turut hadir menyaksikannya. Tidak ketinggalan, Ketua Umum HIPPAPN Pusat yang juga sebagai Ketua KONI Cianjur, Jawa Barat, Iwan Mustopa Rio, tampak hadir mengikuti berlangsungnya acara.

Ketua Umum HIPPAPN, Iwan Mustopa Rio bersama tokoh masyarakat dalam acara kontes

Menurut penuturan ketua panitia, Ahmad Ijaji, dalam kontes ayam pelung kali ini diikuti oleh 480 peserta dari 500 peserta yang diproyeksikan sebelumnya. Berkenaan dengan kategori kontes, urainya, terdiri dari: suara, bobot, dan penampilan. Untuk kategori suara, dimulai dari juara 1 — 20. Dalam kata lain, secara keseluruhan jumlah juaranya terdiri dari 20 ekor ayam pelung. Sedangkan untuk kategori bobot, jumlah juaranya, dari 1 — 3; begitu pula dengan kategori penampilan, hanya dipilih 1– 3.

Walau kontes kali ini hanya bersifat regional yang diselenggarakan oleh HIPPAPN DPD Garut, lanjut Ijaji, para peserta banyak yang datang dari berbagai daerah di luar Garut. Misalkan, ada yang dari Sukabumi, Majenang, Bogor, Jogjakarta, Jakarta, dan lain-lain.

Ketua Umum HIPPAPN, Iwan Mustopa Rio (kiri) bersama Awang Bachtiar (kanan)

Alhamdulillah, walau tidak sampai target 500 peserta, tapi sudah di atas 400, yaitu totalnya 480 peserta. Mereka pun sebagian datang dari berbagai daerah yang cukup dan sangat jauh. Ini sebagai bukti bahwa penggemar dan peternak ayam pelung semakin meluas dan tambah banyak,” papar Ijaji.

Adapun hadiah yang disediakan oleh panitia, meliputi tropi kejuaraan dan piagam. Bagi juara 1 — 5 kategori suara, terdapat hadiah berupa uang pembinaan. Namun untuk kategori penampilan dan bobot, tidak ada.

Terkait dengan kategori suara, menurut Ijaji, kriterianya dinilai mulai dari angkatan (saat tarikan awal berkokok), tengah, ujung, irama, dan keserasian suara atau bunyi kokoknya.

Ditanya syarat untuk bisa menjadi juri kontes ayam pelung, terang Ijaji, harus mempunyai sertifikat juri dari Bidang Penjurian HIPPAPN. Kemudian juga, penugasan juri kontes ditunjuk oleh Bidang Penjurian Pusat HIPPAPN setelah menerima surat pengajuan pelaksanaan kontes dari panitia.

Ketua Umum HIPPAPN, Iwan Mustopa Rio (kiri) bersama Awang Bachtiar (kanan)

Dalam kesempatan ini, perwakilan dari Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA), Awang Bachtiar, juga turut menghadiri serta menyaksikan jalannya kontes. Menurutnya, ia sangat berkesan mengikuti jalannya acara yang penuh dengan keakraban tersebut. Kecuali itu, dirinya yang ditunjuk sebagai panitia kontes ayam pelung yang akan diadakan oleh PADASUKA pada 24 Agustus 2019 mendatang, sekaligus juga untuk menjalin tali persaudaraan dengan para pecinta ayam pelung.

Alhamdulillah sangat berkesan, penuh persaudaraan dan dapat banyak pengalaman. Kebetulan juga, saya ditugasi untuk menjadi panitia FPI, nanti pada hari Sabtu, 24 Agustus 2019. Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74 ini, PADASUKA akan menggelar FPI, yaitu Festival Pelung Indonesia. Yang insya Allah akan dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Ummul Qura, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Alhamdulillah, tadi saya bincang-bincang dengan Ketua Umum HIPPAPN, Bapak Iwan Rio, insya Allah beliau siap hadir dalam acara FPI,” tutur Awang kepada Padasuka.id. (SM)

Catatan Redaksi
Berita ini sebelumnya telah tayang pada: 5/8/2019

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top