Kabar

Pitutur Mbah Moen (3) Garuda Lambang Islam: 17-08-45

Padasuka.id,- Pada edisi sebelumnya materi transkip pitutur KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) terhadap jamaah Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) saat sowan ke Al-Anwar Pusat, Sarang, Rembang, Jawa Tengah (Sabtu 28 Mei 2016), di antaranya mengupas seputar Rukun Islam yang dikaitkan dengan lambang rokok yang memiliki angka kesamaan dengan jumlah rakaat shalat fardhu. Uniknya, jika angka-angka itu ditambahkan, maka akan berjumlah sembilan.

Jadi kalau tahu angka Dji Sam Soe, tahu sembahyang itu harus: dua, tiga, dan empat. Shubuh, dua (rakaat); Maghrib, tiga (rakaat); yang empat (rakaat), tiga. Karena itu, tiganya angka Dji Sam Soe. Karena yang empat (rakaat), 3 (waktu sembanyag): Isya’, Dhuhur, dan Ashar. Jadi, sembilan empat sembilan,” demikian urai Mbah Moen. Berikut ini lanjutannya:

Kemudian sesudah itu, rukun Islam adalah shalat. Shalat itu apa artinya? Menyambung! Jadi menyambung abdi kepada Sang Pencipta, itu shalat. Sebab itu berkesinambungan antara Tuhan dan makhluk-Nya. Sambung kepada Tuhan itu harus berdo’a kepada Allah. Jadi karena kita menjadi hamba Allah, minta, mohon kepada Allah. Permohonan ini wajib dengan ayat suci Al-Qur’an, yaitu baca Fatihah. Isi Fatihah adalah do’a, “Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in” : Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan. Jadi pake Qur’an, “Ihdinash Shirathal Mustaqim” : Tunjukanlah kami ini kepada jalan yang lurus. Ini do’anya, washilah kepada Allah, nyambung kepada Allah. Mohon kepada Allah dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an, yaitu surat Fatihah. Oleh karena itu, tidak ada Qur’an itu yang diwajibkan untuk dihafal kecuali Fatihah. Ini shalat.

Jadi harus dibaca Fatihah. Dibaca Fatihah itu 17 kali sehari semalam. Maghrib sama Isya’: tujuh. Shubuh, Dhuhur, Ashar: sepuluh. Sepuluh sama tujuh sama dengan: tujuh belas. Dan rukun shalat itu juga tujuh belas. Jadi apa yang wajib dilaksanakan? Tujuh belas. Oleh karena itu, saya pasang di rumah saya (lambang) Garuda. Jadi, kalau sudah tahu Garuda, tahu sembahyang. Jumlah sayapnya tujuh belas. Kanan, tujuh belas; kiri tujuh belas. Berarti orang Islam itu sempurna kalau sudah menjalani 17 rakaat dan menjalani rukun shalat yang 17. Jadi sayapnya dua: 17 dan 17. Dan sayap yang 17 – 17 itu, bisa terbang kalau ada ekornya yang jumlahnya delapan (1+7). Oleh karena itu mengapa ayam itu kok tidak bisa terbang? Tidak mempunyai ekor delapan –kecuali garuda.

Jadi manusia itu bisa sambung dengan Allah selain baca Fatihah juga di waktu sujud. Dan pokok sembahyang bisa dekat itu bisa dinilai pada waktu sujudnya. Sujud itu harus tahu angka delapan: satu kening; dua-tiga telapak tangan –dua, lutut dua, jadi lima. Terus jari kaki itu supaya dipanjatkan sehingga jadi tujuh. Kalau sudah tau tujuh, ini hatinya harus menghadap kepada kepada Tuhan (Yang Maha Satu). Sehingga 7 dengan 1 menjadi 8. Jadi kalau sudah ini, tahu 17-08-45. Jadi kalau sudah masang Garuda, ini lambang daripada Islam itu 17-08-45.

Inilah keindahan Indonesia, negara yang mayoritas Islam, tidak ada di pelosok dunia ini yang banyak muslimnya kecuali Indonesia. Tapi Indonesia tidak membuat negara Islam, tapi negara 17-08-45. Sesuai dengan sembahan itu rukun 17, sehari semalam 17, menghadap Allah dengan sujudnya, yang sujud itu mempunyai angka 8. Kemudian kita menjadi Islam itu kalau sudah bersyahadat 45 –Dji Sam Soe. Bersambung..

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top