Kabar

Suasana Alam di Mekkah Beberapa Jam Setelah Wafatnya Mbah Moen

Suasana Pelataran di sekitar Masjidil Haram yang beredar di WAG Bani Arba'i.

Padasuka.id – Mekkah. Beberapa jam setelah wafatnya KH Maimun Zubair di Tanah Suci Mekkah Al-Mukarramah, Selasa dini hari (6/8/2019), di media sosial beredar informasi tentang kondisi cuaca di sana. Di antaranya mengenai turunnya hujan.

Informasi turunnya hujan tersebut antara lain disampaikan oleh Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA), KHR Syarif Rahmat RA, yang sedang berada di Mekkah, melalui WhatsApp Grup (WAG).

Kiai Syarif saat menyampaikan informasi. Foto: SS dari video yang dikirim ke WAG PADASUKA Pusat

Mekah tiba-tiba turun hujan dan berkabut tebal. Subhanallah, seolah turut menangisi kepergian Mbah Moen,” demikian tulis Kiai Syarif di WAG PADASUKA Pusat, Selasa (6/8) pukul 10.35 WIB yang disertai dengan foto kondisi cuaca di Mekkah saat itu.

Di WAG yang lain, juga beredar foto kondisi Mekkah yang sedang turun hujan dengan disertai keterangan: “Kepergian Romo Mbah KH Maimun Zubair tidak hanya ditangisi oleh rakyat Indonesia dan dunia, tapi juga ditangisi langit di atas Baitullah, baru saja saat shalat Shubuh hujan deras di Masjidil Haram Mekkah padahal sedang musim panas dan kemarau.

Keterangan di atas, beredar di WAG Bani Arba’i dengan menampilkan foto pelataran di sekitar Masjidil Haram yang sedang basah dengan air hujan.

Kemudian, beberapa waktu berselang, kembali melalui WAG PADASUKA Pusat, Kiai Syarif menginformasikan kondisi cuaca di Mekkah. Dalam informasi yang disampaikan melalui rekaman video itu, dikatakan bahwa di Mekkah, Arab Saudi, saat itu masih pukul 08.00 pagi.

Suasana langit di Arab Saudi, SS dari video kiriman Kiai Syarif

Dan, lihatlah hamba-hamba Allah, sudah jam 8 00 waktu Saudi Arabia saat ini, matahari masih belum memancarkan sinarnya (gambar video mengarah pada matahari yang masih buram, Red.). Seolah kita ingat tentang ‘Lailatul Qadar,’ bukan? Semoga ini bertanda bahwa Syaikhanah KH Maimoen Zubair disambut dengan kemulian di sisi Allah SWT. Kita bangga sebagai bangsa Indonesia memiliki beliau, walaupun kita boleh berduka; keputususan keluarga beliau dimakamkan di Ma’la bersama Sayyid Alwi Al-Maliki dan keluarganya. Tapi kita akan kehilangan kesempatan untuk ngalap berkah dengan beliau. Tapi kita terima dengan lapang dada..,” demikian ungkapan Kiai Syarif dalam video yang masuk ke WAG PADASUKA Pusat, Selasa (6/8) pukul 11.48 WIB.

Jika dirunut dari waktu wafatnya Mbah Moen pada pukul 04.17 waktu Arab Saudi, ke pembuatan video Kiai Syarif pada pukul 08.00 waktu setempat, terpaut waktu sekitar 4 jam. Yang itu artinya, sejak wafatnya Mbah Moen sampai empat jam kemudian –mungkin juga lebih– kondisi cuaca di Mekkah tidak cerah seperti biasanya. (SM)

Berita ini sebelumnya sudah tayang pada: Selasa, 6/8/2019.

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top