Kabar

Tiga Anugerah Musim Haji

Oleh KHR.Syarif Rahmat RA, SQ, MA

Tiga peristiwa datang pada musim Haji tahun ini; Hujan, Garam dan Es. Air adalah minuman alat pembersih dan penumbuh. Seolah ia berbicara kepada Ummat manusia bahwa saat itu Allah tengah mempersilahkan Ummat manusia mereguk segarnya curahan kasih sayang Allah, membersihkan dosa dosa Ummat manusia yang berada di padang Arafah. Air pun adalah sang penumbuh. Seakan ia berkata bahwa kehadiran Ummat manusia di Padang Arafah menumbuhkan semangat baru bagi kehidupan mereka setelah sekian lama tenggelam dalam keputus-asaan akibat dosa dosa yg tlah dilakukan. Mereka siap menumbuhkan iman menjadi amal amal saleh dan laku kebajikan.

Adapun garam adalah penyedap masakan. Selezat apa pun daging dan sayuran tak akan lezat disantap bila dimasak tanpa menyertakan garam di dalamnya. Meski murah harganya, namun ia menentukan kualitas masakan. Ini adalah gambaran kehadiranvdan larutnya aneka manusia di padang Arafah. Tiada kaya atau orang tak punya, tiada pejabat atau rakyat jelata, Semua menyatu dalam mengais ampunan Tuhan. Aneka suku bangsa, beragam warna kulit dan bahasa, larut dalam kesamaan rasa. Andai saja kebersamaan ini disajikan di tengah kehidupan, niscaya seluruh anak manusia akan merasakan kedamaian.

Menag Lukman (berkaca mata) saat antre kamar mandi Mina (Foto: Kemenag.go.id)

Garam pun merupakan pengawet bagi ikan ikan mati agar tak membusuk. Lebih dari itu dengan sentuhannya ikan ikan tak bernyawa itu menjadi barang berharga dan dicintai banyak orang. Wukuf di Padang Arafah seharusnya menumbuhkan jiwa jiwa garam, juwa yang dapat memperbaiki kehidupan. Oleh para tamu Allah, diperbaiki akhlak manusia, oleh mereka yang telah bergelar haji dibuat berharga manusia manusia tak berguna. Para Haji-lah seharusnya yg dapat menumbuhkan harapan hidup pada kaum hina dan papa.

Sedangkan Es adalah benda dingin yang sangat banyak gunanya. Bukan hanya mengawetkan benda benda dari kebusukan, ia pun datang membawa kesejukan. Sungguh, Allah telah mengawetkan imanmu agar ia tetap segar sampai engkau menjumpai Tuhanmu. Kini, padamkanlah api kebencian sebagaimana dalam tiga jumrah engkau lempari Syetan. Sejukkanlah suhu politik di negerimu setelah Tuhan menyejukkan hatimu…..”

KHR.Syarif Rahmat ketika menyampaikan khutbah Arafah

Tetapi, Ya Allah, ternyata banyak hamba-Mu yang menerima kedatangan ketiganya sebagai bencana. Curah hujan menjadi bah yang menghanyutkan harta dan merendam benda benda. Sementara angin yg mengiringi kedatangannya meruntuhkan sejumlah tenda. Ya Allah, bukalah hati kami agar dapat memahami tanda tanda. Ampunilah kami yang dalam ibadah ini terlalu banyak bergurau dan bercanda. Amin

Syarif Rahmat RA
Jamaah Haji Dewan Masjid Indonesia (DMI)

(Maktab 111 Mina, Selasa 13 Agustus 2019 Jam 20.06)

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Abdul Hakim

    15 Agustus 2019 at 3:29 pm

    semoga semuanya mendapatkan rido Allah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top