Kabar

Pitutur Mbah Moen (4) Shalat itu Zakat; Muslim Pasti Kaya

Padasuka.id,- Edisi yang lalu, materi transkip pitutur KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) terhadap jamaah Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) saat sowan ke Al-Anwar Pusat, Sarang, Rembang, Jawa Tengah (Sabtu 28 Mei 2016), membahas seputar shalat dan rukunnya. Ternyata, jumlah rakaat dan rukun shalat, serta hal-hal yang mesti diterapkan, selaras dengan jumlah ciri-ciri yang ada pada lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Garuda. Jumlah-jumlah itu pun setelah diperinci lagi, selaras pula dengan tanggal, bulan, dan kemerdekaan negeri ini.

“Inilah keindahan Indonesia, negara yang mayoritas Islam, tidak ada di pelosok dunia ini yang banyak muslimnya kecuali Indonesia. Tapi Indonesia tidak membuat negara Islam, tapi negara 17-08-45. Sesuai dengan sembahan itu rukun 17, sehari semalam 17, menghadap Allah dengan sujudnya, yang sujud itu mempunyai angka 8. Kemudian kita menjadi Islam itu kalau sudah bersyahadat 45…” Berikut ini lanjutannya.

Jadi ini, syahadat, shalat, zakat. Shalat itu zakat, sebab badan ini untuk kerja. Jadi kapan kerja itu, kalau gak sembahyang. Kalau waktu sembahyang tidak boleh kerja. “Faidzaa Qudhiyatis Shalah Fantasyiru fil Ardhi Wabtaghu min Fadhlillah” : Kalau sudah selesai sembahyang pergilah engkau keluar untuk mencari, mengerjakan badan ini. Jadi kalau badan dibuat sembahyang itu namanya zakat: zakatul abdi. Saya oleh orang-orang dititipi zakat Al-Anwar. Jadi orang sembahyang itu harus berpakaian. Pakaian itu kuat, jadi harus bagi setiap muslim menyisihkan uangnya untuk sembahyang yang kalau bisa sembahyang itu mempunyai pakaian yang baik. Sebab firman Allah :

خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ…

: Ambillah hiasan dan pakaianmu, busanamu yang sebaik-baik busana untuk sembahyang.

Jadi shalat itu ada syahadatnya, ada do’anya, ada kemudian zakatnya, yaitu badannya ini.

Kemudian setelah itu puasa; orang shalat itu puasa, tidak boleh merokok. Jadi orang kalau sudah sembahyang itu mesti puasanya baik karena sudah dilatih waktu sembahyang juga berpuasa.

Kemudian haji; haji itu jama’ah yang diwajibkan shalat… Oleh karena itu tiap hari Jum’at sama dengan haji. Sebab haji itu menghadap kepada Ka’bah dengan syarat harus berjama’ah. Shalat yang diwajibkan berjama’ah itu hanya satu, yaitu Jum’at. Jadi lengkap. Kalau orang sudah shalat berarti menjalankan rukun Islam yang lima. Oleh karena itu, siapa pun yang sudah sembahyang; rukun Islam lima ini akan mudah. Puasa akan mudah kalau sembahyangnya sudah 17 – 17, haji juga mudah. Sebab orang Islam itu dijanjikan oleh Allah; janji Allah pasti kaya. Dalam Al-Qur’an:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Demikian beberapa bagian dari lautan ilmu yang dituturkan oleh Mbah Moen kepada jamaah PADASUKA yang ditranskip ke dalam bentuk artikel dengan harapan dapat memperluas manfaat yang terkandung di dalamnya. Seperti telah diberitkan, beliau telah berpulang ke Rahmatullah di Kota Suci Mekkah Al-Mukarramah pada Selasa, 6 Agustus 2019, pukul 04.17 waktu Arab Saudi, serta di makamkan di Ma’la. Semoga almarhum senantiasa dimuliakan di sisi-Nya. Al-Fatihah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top