Kabar

Keren..!! Aspal Putih untuk Jalan Rusak Lintas Selatan Bangakalan

Padasuka.id- Madura. Rusaknya beberapa ruas jalan di lintas selatan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menyebabkan pengguna jalan terseok-seok dalam melajukan kendaraan. Pasalnya, kerusakan jalan tersebut di sebagian titiknya terbilang sangat parah. Bukan hanya aspal yang mengelupas, tetapi juga berlubang, serta di sana-sini terdapat tonjolan batu-batu. Karuan saja, kondisi jalan ini membuat debu berhamburan jika angin menerpa atau ketika ada pengendera melintas. Dengan demikian, kerusakan jalan juga dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan (Ispa), sakit mata, dan sejenisnya. “Yang pasti, juga sakit hati,” celetuk seorang warga kepada Padasuka.id, Sabtu malam (24/8/2019).

Tampak mobil plat merah melintas di jalan raya yang rusak di wilayah Desa Serabi Barat, Modung, Bangkalan

Terlebih lagi, kondisi jalan rusak yang berada di jalur perkampungan warga, seperti yang terjadi di Kampung Pangkenong, Desa Serabi Barat, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Setiap hari warga kampung ini yang rumahnya berada di tepi jalan sangat akrab dengan hamburan debu. Dan, dari seluruh rute jalan yang rusak, agaknya di jalur kampung inilah yang mengalami kerusakan sangat parah. Dari ujung barat sampai batas ujung timur kampung ini, tak ada satu pun ruas jalan yang bisa dilalui dengan baik. Walaupun begitu, karena jalur ini adalah jalur utama lintas selatan Bangkalan menuju beberapa kabupatena di bagian timurnya, setiap hari kendaraan cukup ramai melintasi.

Dalam upaya agar rusaknya jalan yang berlubang tidak terlalu membahayakan pengendara, di sebagian titiknya diratakan (diuruk) dengan “aspal putih.” Demikian warga kampung ini mengistilahkan jenis tanah padas campuran batu berwarna putih yang dijadikan urukan jalan.

Tampak seorang warga Kampung Pangkenong tengah meratakan urukan

Sabtu malam (24/8/2019) sebagian warga kampung ini tampak bekerja bakti menguruk jalan berlubang dengan aspal putih tersebut. Pengerjaan pada malam hari, bukan karena menghindari ramainya kendaraan yang mrlintas di siang hari layaknya di kota-kota besar, melainkan karena siangnya mereka sibuk bekeja serta untuk mengihindari hamburan debu yang berlebihan. Menurut mereka yang kerja bakti, pengurukan tanah padas tersebut adalah inisiatif dari warga sendiri, bukan karena ada anjuran dari pihak yang berwenang. Sedangkan tanah padas yang dijadikan matreal urukan adalah bantuan dari pemilik truck yang hampir tiap hari melintas di jalur ini.

Ya, ndak ada yang merintah, ini adalah inisiatif kami sendiri. Kebetulan ada pemilik truck yang tiap hari biasa lewat di sini ngasih aspal putih itu. Jadi, kami tinggal meratakan saja. Pengurukan kayak begini sudah beberapa kali dilakukan Sebab kalau ndak diuruk, ya tambah dalam lubangnya dan itu sangat membahayakan pengendara,” ungkap Muhammad di sela-sela kerja bakti.

Sebenarnya urukan begini ini efek debunya tambah parah, tapi jenis tanah ini cukup awet. Ya, namanya juga aspal putih, beda dengan aspal hitam. Tapi nanti kami akan siram biar tidak ngebul,” imbuhnya sambil meratakan urukan.

Mungkin hanya di sini ini ada jalan raya yang diaspal putih. Keren kan? Kalau di kota-kota atau mungkin di daerah yang lain, kan aspalnya berwarna hitam. Kalau di sini aspalnya udah naik haji, putih. Ini aspal kloter pertama yang baru pulang haji,” lanjutnya lagi dengan bahasa satir.

Tampak dua orang warga sedang kerja bakti

Dari pantauan langsung di jalur jalan utama lintas selatan ini, terhitung berkilo-kilo meter kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah. Hal ini tentu sangat ironis, di saat pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya memperbaiki dan membangun infrastruktur justru malah ada jalan utama yang tampaknya luput dari perhatian.

Maka itulah, Pak.. Mudah-mudahan nanti Ibu Gubernur Jawa Timur, Bu Khofifah, lewat jalan ini biar tahu; biar beliau lihat dan rasakan langsung. Kalau Pak Bupati Bangkalan, saya kira sudah tahulah. Pak Camatnya, apalagi. Lah sering ada mobil plat merah lewat sini, kok. Masak ndak tahu? Kalau ndak mau tahu, mungkin,” sambung Rahman, seorag warga yang lain. (AF)

Editor : M.A.R & Anuro

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top