Kabar

Sebaris Kenangan Mengiringi Kepergian Sang Legendaris, Ida Laila

 

Padasuka.id- Hanya hitungan jam dari wafatnya sang tehnokrat legendaris negeri ini, Prof Dr Ing Burhanuddin Jusuf Habibie, pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB; Kamis (12/9) pukul 02.00 WIB dini hari, penyanyi legendaris, Ida Laila, juga berpulang ke haribaan-Nya.

Kabar duka mengenai wafatnya penyanyi irama Melayu bernama asli Moerahwati itu antara lain awalnya diinformasikan oleh Hj Elvy Sukaesih, pendangdut senior, melalui akun pribadinya.

“Telah berpulang ke Rahmatulloh Ibunda Hj. Moerahwati/Ida Laila (penyanyi dangdut Legendaris) pelantun lagu Sepiring Berdua, sekitar pukul 02:00 dini hari. Semoga almarhumah Husnul Khotimah, Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin,” demikian tulis Elvy, Kamis (12/9/2019).

Mantan Wagub Jawa Timur, Syaifullah Yusuf saat mengunjungi Ida Laila (Istimewa)

Nama Ida Laila mulai dikenal di dunia tarik suara sejak era 1960-an. Bersama Orkes Melayu Awara pimpinan S Ahmadi, kemudian membawa nama Ida muda semakin meroket dengan kemerduan suaranya dalam membawakan lagu-lagu bertema balada, religi, dan cinta. Pada era 1980-an, lagu-lagu Ida mewarnai hampir seluruh radio yang menyajikan acara musik Melayu atau dangdut. Hal yang menjadi ciri paling khas dari Ida adalah kemerduan serta kelembutan suaranya yang terasa ’empuk’ di telinga. Untuk yang satu ini, sepertinya belum ada yang menyamai sampai kini.

Sebagai pemilik suara yang kemerduannya khas, Ida memiliki penggemar dari semua lini dan lintas usia, terutama dari penggemar lagu-lagu ber-genre Melayu. Meskipun di usia sepuhnya Ida tidak produktif lagi rekaman, namun lagu-lagu lamanya tetap diminati generasi berikutnya.

Satu dari sekian penggemar Ida Laila yang termasuk generasi kekinian, adalah Muhammad Nasir, seorang pimpinan Majelis Munajat Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Bang Nasir, sapaan akrabnya, berbagi kisah kepada Padasuka.id, saat beberapa tahun lalu ia mengunjungi Ida Laila di kediamannya.

Dari kiri: Mulyono, Ida Laila, dan Muhammad Nasir

“Intinya, pada saat itu sekitar tahun 2017 saya ditemani salah satu jama’ah saya, namanya Mohammad Alvian dan sahabat saya, Ahmad Rifa’i Al-Harits dari FORSA (Fans Of Rhoma Irama & Soneta, Red.) Surabaya, melakukan silaturahmi kepada beliau Ibu Hj Ida Laila di kediamannya, yaitu di Jl. Cancer, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari Surabaya. Dan, pada saat itu kami ditemui oleh suami beliau, yaitu Bapak Mulyono dan kami berbingcang-bincang dengan beliau selama kurang lebih 30 menit. Ibu Hj Ida Laila yang pada saat itu berusia 74 tahun itu hanya bisa berbaring di tempat tidur dan duduk di atas kursi roda. ‘Penyakitnya banyak. Ada kencing manis dan kolesterol,’ kata Pak Mulyono, suami Ida Laila, kepada kami,” papar Nasir.

Diungkapkan pula, sakit yang diderita oleh Ida Laila sudah lama. Yakni, sudah sekitar 5 tahun yang lalu. Ia juga pernah dirawat di Rumah Sakit Islam Surabaya.

Masih menurut keterangan Mulyono, Nasir menyampaikan, bahwa Ida Laila sudah lama meninggalkan dunia tarik suara. Sebelum sakit, Bunda Ida, sapaan akrab di masa sepuhnya, ia justru sering diundang untuk berceramah agama. Di tengah-tengah ceramahnya itulah, ia menyisipkan suara emasnya menyanyikan lagu-lagu populer yang dibawakannya.

Dikatakan pula, undangan ceramah tidak hanya di Surabaya, namun juga banyak dari luar kota, seperti Lamongan, Gresik, hingga Jawa Tengah. “Sekarang sudah tidak lagi, ngomong saja susah,” ucap Mulyono saat itu, seperti diceritakan Nasir.

“Sebelum pulang, kami menyampaikan salam Abi Syarif Rahmat kepada beliau dan suaminya, kemudian kami memberikan 2 Kitab Munajat dan 1 DVD ceramah Abi Kiai Syarif Rahmat RA yang merupakan penyusun Kitab Munajat. Alhamdulillah beliau tersenyum melihat foto Abi Syarif meskipun beliau tidak berbicara karena pada saat itu untuk bicara saja beliau sangat susah. Kemudian kami pamit pulang, namun sebelum pulang kami sempat berfoto bersama dengan beliau dan suaminya. Pak Mulyono pada saat itu menitipkan salam ta’zhim kepada Abi Syarif melalui saya,” terang Nasir kepada Padasuka.id, Kamis (12/9).

Semoga Bunda Ida Laila, diindahkan di sisi Allah SWT, sebagaimana indah merdu suaranya. Al-Fatihah. (AF)

2 Comments

2 Comments

  1. Avatar

    Muhammad Nasir

    13 September 2019 at 9:33 am

    Ada yg salah dari nama Presiden RI ke 3 yg benar Bacharuddin Jusuf Habibie. Terima kasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top