Kabar

Antara Suara Merdu Ida Laila dan Sejumlah Walisongo

 

Padasuka.id- Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penyanyi legendaris, Hj Ida Laila telah berpulang ke Rahmatullah, pada Kamis (12/9/2019) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Bunda Ida, sapaan akrab di usia sepuhnya, adalah seorang penyanyi yang memiliki suara khas; merdu dan lembut, yang sampai saat ini agaknya belum ada yang menyamainya. Pada era yang saat itu para penyanyi mengedepankan kemerduan suara, bersama Orkes Melayu Awara pimpinan S Achmadi, karier Ida muda di blantika musik tanah air menempati posisi yang diperhitungkan. Lagu-lagu Ida, semisal Keagungan Tuhan, Siksa Kubur, Munafik, Biduan, dan lain-lain, sangat populer di berbagai saluran radio di tanah air. Termasuk pula di panggung-panggung musik hiburan ber-genre irama Melayu. Selain bernyanyi solo, banyak juga lagu-lagu duetnya bersama Achmadi dan Mus Mulyadi. Karier Ida boleh dibilang mencapai masa keemasannya di era 1970 — 80-an. Namun begitu, sampai saat ia sudah tidak produktif lagi di dunia rekaman, penggemar Ida tidak berkurang. Bahkan, semakin bertambah dari kalangan yang sebelumnya tidak mengenal masa kepopuleran Ida.

Dari kiri: Mulyono, Ida Laila, dan Muhammad Nasir

Seorang penggemar Bunda Ida asal Madura, Muhammad Nasir, kepada Padasuka.id menyampaikan, “Di samping beliau mengeluarkan album dangdut dan lagu-lagu bernuansa religi, beliau juga pernah mengeluarkan dua album syi’iran wali dengan lirik berbahasa Jawa dengan iringan musik dari As-Salam Group, pimpinan M. Ali Sukarno. Di antara beberapa lagu di album tersebut rupanya ada lagu yang berjudul ‘Asmane Wali Songo’ yang merupakan karya dari almaghfurlah KH Maimoen Zubair, Pengasuh Ponpes Al-Anwar, Rembang (Jawa Tengah) dan Mustasyar PBNU yang beberapa waktu yang lalu beliau wafat di kota suci Mekkah pada saat hendak melaksanakan ibadah haji.” Demikian utur Nasir, melalui sambungan WhatsApp, Jum’at (13/9)

Dalam keterangannya, Nasir juga menyertakan lirik lagu yang dimkasud, yakni sebagai berikut:

*Asmane Wali Songo*
Ono syi’ir iki aku arep matur
asmane Wali Songo ingkang masyhur
Ono syi’ir iki aku arep matur
asmane Wali Songo ingkang masyhur

Maulana Malik Ibrahim Syekh Magribi
iyo iku Sunan Gresik ojo lali
Raden Rahmat Sunan Ampel Jawa Timur
turun songko Putri Cempo ingkang masyhur
Makdum Ibrahim putrane Raden Rahmat
Sunan Bonang sedereke Sunan Drajat

Sunan Drajat asmo Raden Syarifudin
Sunan Giri asmo Raden Ainul Yaqin
Syekh Jakfar Shodiq yoiku Sunan Kudus
dakwah agomo kanti niat kang tulus

Raden Syahid iku Sunan Kalijogo
putrane Bupati Tuban Wilatikta
Sunan Murya asmo Raden Umar Sya’id
putra Sunan Kalijogo Raden Syahid

Sunan Gunung Jati Raden Fatahillah
gigih perjuangan ngusir penjajah
Kang kasebut iku masyhur Wali Songo
perintis dakwah Islam ing Tanah Jowo
……..

Demikian nama-nama Wali Songo yang menjadi lirik lagu salah satu album religi almarhumah Bunda Ida Laila yang dalam lagunya diselingi bacaan kalimat thayyibah “Allah Ya Azhim…” Terlepas benar atau tidaknya lirik itu karya Mbah Moen, setidaknya dalam kanal An-Nahdliyah TV pada saluran YouTube ditulis demikian.

Kunjungan Saifullah Yusuf (mantan Wagub Jawa Timur) ke Ida Laila

Tetkait dengan nama Fatahillah yang dikatakan sebagai nama Sunan Gunung Jati (Cirebon), walau ada sumber yang menyebut demikian, namun kemudian diluruskan oleh penulis sejarah lokal Cirebon dalam buku “Sekitar Makam Sunan Gunung Jati.” Menurutnya, nama Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah. Sedangkan Fatahillah adalah nama dari seorang pejuang pengikut Sunan Gunung Jati. Artinya, kedua tokoh itu adalah orang yang berbeda walau hidup semasa serta saling berkaitan dalam perjuangan. Termasuk pula dalam naskah-naskah yang lain, semisal dalam, “Atlas Wali Songo,” Agus Sunyoto; disebutkan bahwa nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah.

Kembali lagi pada Bunda Ida, hampir separuh usianya banyak dicurahkan pada dunia seni. Selain telah melambungkan namanya, juga telah memperkaya khazanah seni musik dan tarik suara di tanah air. Semoga almarhumah diterangkan alam kuburnya dan diampuni segala kekhilafannya. Semoga pula, lagu-lagunya yang menyimpan nilai kebaikan dan pesan moral menjadi amal jariyah yang berdampak kebaikan baginya. Amin. (AF)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top