Kabar

Berbagi Kasih dengan Warga Terdampak Musibah Kekeringan

 

Padasuka.id- Wonogiri. Seperti telah diberitkan di media ini, kemarau panjang yang melanda Kecamatan Paranggupito, menyebabkan delapan desa di wilayah kecamatan paling selatan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, ini mengalami kelangkaan air bersih dan bahan pangan. Sesuai hasil penelusuran di lapangan, tercatat dua dari delapan desa di wilayah Kecamatan Paranggupito yang dampak kekeringannya paling parah, yaitu Desa Pelem dan Desa Gendayakan.

Mendistribusikan bantuan air bersih di Dusun Rejosari, Desa Songbledeg

Terhitung sejak Senin, 26 Agustus 2019, Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA) telah membentuk Tim Tanggap Darurat PADASUKA (TDP) untuk musibah kekeringan di Paranggupito. Bertindak sebagai Ketua Tim TDP adalah Gus Yayan (Ketua PADASUKA Jawa Tengah), dengan kordinator lapangannya (Korlap) diserahkan kepada Gus Rori. Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, Gus Rori dibantu oleh tokoh masyarakat setempat dan pengurus Ansor-Banser setempat pula.

Penyerahan paket sembako terhadap warga Bogor, Gudang Harjo

Sampai hari ini ada beberapa hal yang telah diupayakan dalam membantu meringankan beban masyarakat di sana. Pertama, untuk langkah yang paling mendesak (jangka pendek) adalah mendistribusian bantuan air bersih dan sembako. Sedangkan yang kedua, adalah langkah untuk jangka panjang yang diupayakan dengan dua hal yang sedang dilakukan. Pertama, menelusuri potensi air bersih di dasar Goa Jomblang-Ngejring, di Desa Gendayakan, dengan melibatkan tim dari Gapadri Mapala ITN Yogyakarta –sampai saat ini terus dilakukan optimalisasi oleh para ahli dari kampus tersebut. Kedua, membentuk Majelis Munajat, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta sebagai sarana pendidikan dengan harapan akan berdampak baik dari sisi religiusitas dan spiritualitas. Terkait dengan hal ini, Sabtu malam (14/9/2019) telah dimulai pembukaan Majelis Munajat di Dusun Kranding, Desa dan Kecamatan Paranggupito.

Tim dari Gapadri Mapala kembali melakukan survei Goa Jomblang-Ngejring, Sabtu (14/9/2019)

Kembali pada langkah yang mendesak, selain telah mendistribusikan air bersih ke beberapa dusun di beberapa desa di kecamatan tersebut, juga telah didistribusikan bantuan berupa paket sembako secara langsung ke rumah-rumah masyarakat.

Jum’at (13/9/2019) tim TDP yang dibantu pengurus Banser kembali menyerahkan paket sembako terhadap 100 kepala keluarga. Untuk kali ini bantuan diserahkan kepada warga di Dusun Karang Gede, Desa Ketos, Dusun Kajor, Desa Sambiharjo, dan Dusun Bogor, Desa Gudangharjo.

Penyerahan paket sembako terhadap warga Dusun Kajor, Desa Sambiharjo

Untuk volume bantuan, menurut Gus Rori, sampai saat ini lebih diutamakan pada suplai air bersih. Mengingat, hal ini terbilang paling vital, dikarenakan ia pernah mendapati satu keluarga yang dalam kondisi terganggu kesehatannya sama sekali tidak memiliki simpanan air di bak penampungannya. Sedangkan untuk sembako, juga sangat dibutuhkan, karena masyarakat di sana pada tahun ini mengalami gagal panen. Namun demikian, tambahnya, kebutuhan air bersih tergolong lebih mendesak. Ia mengilustrasikan, andai saja orang punya beras atau bahan pangan lainnya, bagaimana bisa dimasak kalau tidak ada airnya. Terkait hal ini, ia berharap ke depannya, antara suplai air bersih dan sembako bisa beriringan.

Penyerahan paket sembako terhadap warga Kajor, Sambiharjo

Gus Rori juga menjelaskan, apa yang diupayakan oleh Tim TDP, menurut pengakuan warga di sana, sudah sangat luar biasa membantu mereka. Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya ini. Terlebih lagi, ia sangat berterima kasih kepada Ketua Umum PADASUKA, KHR Syarif Rahmat RA, yang selalu memberikan semangat dalam tugas kemanusiaan ini, bahkan masih bisa meluangkan waktunya untuk hadir ke posko bantuan termasuk ke lokasi Gua-Jomblang Ngejring. (SM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top